Minggu, 02 November 2025

Cerita Sex Terbaru Saya Pacaran Dengan Wanita Bule

Cerita Sex Terbaru Saya Pacaran Dengan Wanita Bule

Cerita Fiksi Malam - Namaku Har, seorang pria berusia 34 tahun. Aku sudah menikah dan dikaruniai tiga anak laki-laki. Teman-teman kuliahku sering menggoda, katanya aku “jantan sejati” karena semua anakku laki-laki. Mereka percaya, untuk memiliki anak laki-laki, seorang suami harus memiliki stamina dan kemampuan dalam hubungan rumah tangga. Meskipun aku tidak terlalu tinggi atau berotot besar, mereka sering menjadikanku bahan candaan soal itu. Dari situlah kisah ini bermula.

Aku bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi tour and travel. Setiap musim panas, perusahaan kami menyelenggarakan program perjalanan untuk turis mancanegara — kebanyakan mahasiswa muda dari Inggris dan Amerika. Tahun 2001, ketika program itu kembali dibuka di sebuah pulau kecil di luar Jawa, aku ditugaskan untuk ikut mengelola kegiatan di sana.

Beberapa minggu setelah berada di lokasi, aku mulai akrab dengan para peserta tur, terutama dengan seorang mahasiswi asal luar negeri bernama Hildy. Ia wanita yang ramah, tinggi, dan berpenampilan menarik. Kami sering mengobrol dan tertawa bersama. Hubungan kami semakin dekat, hingga setiap hari kami saling mencari jika tidak sempat bertemu.

Suatu malam di akhir pekan, kami menghadiri pesta bersama peserta lainnya. Hildy menikmati minuman keras bersama teman-temannya, sementara aku hanya meneguk sedikit. Saat pesta berlanjut hingga larut malam, suasana semakin riuh. Hildy terlihat mulai mabuk dan berperilaku tidak terkendali. Melihat itu, aku merasa khawatir dan segera menghampirinya untuk memastikan ia baik-baik saja.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Pengalaman Tak Terlupakan Di Bioskop Bersama Gadis Jepang

Percakapan Saya Dengan Wanita Bule Hildy

“What are you doing with him? you drunk Hildy” aku menegurnya dengan nada agak tinggi.

“What’s wrong with me Har? we are just having fun don’t worry” Hildy menjawab dengan sedikit kekecewaannya karena aku telah mengganggu kesenangannya.

Fantasi Malam Eropa “No, you cann’t do that Hildy that is not good for us and for local community.. so please put on your dress now” aku sedikit memerintah dengan nada yang agak tinggi.

“No Har, we are having fun now and you know, you are annoying me Har”

“I don’t care about that, I just want you to put on your dress now and go home if you still do that and please tell him too”

“No!” dia menjawab agak keras dan itu membuatku semakin marah sekali karena dia tidak mau mengikuti saranku. Akhirnya dengan nada yang lebih keras dan kasar aku lontarkan kepada dia dan lelaki tersebut.

“If you wanna fuck with him please! But not in here take him your hut and fuck in there”.

“Why are you so rude Har? I don’t like you.. and why are you doing this?” dia mulai marah dan menangis.

Aku tetap bersikeras menyuruhnya berhenti dengan mengancam akan melaporkan kepada ketua kami biar mereka dapat sangsi. Akhirnya lelaki yang bersamanya takut dan pergi, kemudian Hildy mengenakan kembali pakaiannya sambil duduk di tanah dengan masih hanya menggunakan celana dalam. Kemudian aku menasihatinya dan akhirnya dia dapat memahami kenapa aku berbuat seperti itu.

“Tell me Har, why are you doing this to me?” dia masih bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan matanya agak sembab karena menangis.

“Because you are my friend and I don’t want something happen to you”

“But why?”

“Because I like you” aku spontan menjawa pertanyaannya karena di desak terus.

“I like you too Har” aku senang dengan jawabannya dan tanpa diduga Hildy langsung mencium bibirku.

Saya agak gelagapan sebab tidak menyangka hendak dicium tetapi naluri lelakiku langsung timbul serta akupun membalas ciumannya. Ciuman kami terus menjadi liar serta bernafsu, saya terus menjadi tidak bisa menahan gejolak yang terdapat dalam diriku. Sebab tidak tahan lagi, tanganku langsung bergerilya ke buah dadanya serta setelah itu turun ke sela- sela selangkangannya. 

Saya mainkan lubang kemaluannya dari luar celana dalamnya serta ia membuka kakinya lebar- lebar. Kami masih senantiasa berciuman serta tanganku masih bermain di wilayah selangkangannya. Kurasakan celana dalamnya terus menjadi basah oleh cairan yang terus keluar dari dalam vaginanya, kugesek- gesek terus selangkangannya serta ia terus menjadi mengerang sembari menciumku dengan penuh nafsu.

Birahiku telah memuncak serta penisku telah berdiri tegak di balik celanaku. Sebab keadaan serta suasana yang tidak membolehkan sebab dikala itu kami berciuman di pinggir tepi laut hingga kamipun menghentikan game seks kami khawatir jika terdapat orang yang hendak memandang perbuatan kami meski kita bersama lagi terletak di puncak birahi tetapi kita tahan. 

Sehabis mengobrol sebagian dikala kamipun berpisah ke rumah tiap- tiap serta ia berjanji hendak menemuiku esok buat membicarakan tentang kelakuannya.

Keesokan harinya kamipun berjumpa serta saya ajak ia ke rumahku sebab saya wajib mempersiapkan keperluanku buat berangkat ke pulau lain guna menolong temanku melakukan progamku. Di rumahku kami pernah berciuman tetapi tidak hingga bermain seks. 

Saya serta ia berpisah buat satu hari serta saya merasakan betapa rindunya tidak berjumpa dengannya satu hari. Di posisi baruku saya mencari suatu yang menarik buat dijadikan hadiah serta saya temukan cinderamata yang indah sekali.

Sehabis satu hari berpisah kamipun berjumpa lagi serta saya kaget sekali sebab tidak umumnya perilaku Hildy berganti. Saya terus berfikir apa gerangan yang terjalin sehingga perilakunya berganti semacam itu. Nyatanya saya baru ketahui kalau terdapat seorang sudah membocorkan statusku kepadanya serta saya tidak bisa mengelak lagi kala ia menanyakan itu. Sebab khawatir kehilangannya akupun berbohong kalau saya serta isteriku lagi pisah tetapi belum berpisah serta ia agak lega meski sedikit kecewa sebab saya tidak bilang lebih dahulu.

Coba Goda Dengan Berikan Hadiah Kepada Hildy Agar Dapat Bercinta

Cerita Sex Terbaru Eropa - Sehabis kondisi tenang kesimpulannya saya sampaikan kalau saya mempunyai suatu hadiah untuknya serta ia boleh mengambilnya kapan saja di rumahku. Kala malam datang, Hildy menghampiriku serta bilang jika ia mau mengambil hadiahnya malam itu. Setelah itu kami kembali bersama ke rumahku.

Hildy sangat bahagia sekali dengan hadiah yang saya bagikan serta ia membagikan kecupan serta ciuman. Pasti saja saya langsung menyongsong ciumannya serta kamipun bergumul sembari berciuman di atas ranjangku. Nafasku serta nafasnya terus menjadi memburu, dengan erangan- erangannya yang membuatku terus menjadi bernafsu. Kumainkan lidahku di dalam mulutnya serta diapun memainkan lidahnya. Kami silih berpagut, tanganku tidak tinggal diam, tanganku merayap ke balik BHnya serta payudaranya yang putih lembut dan besar kuremas- remas sembari putingnya kupelintir- pelintir erangan Hildy terus menjadi keras.

Saya buka bajuku serta Hildypun membuka bajunya sampai kami telanjang bundar. Saya cium lagi bibirnya, kemudian ke bagian leher serta terus ke 2 gundukan susunya yang aduhai. kuhisap pentilnya yang bercorak coklat muda aga kemerah- merahan, terus menjadi kupercepat hisapan serta game lidahku di pentilnya erangan Hildy terus menjadi keras. Sembari masih mengisap pentilnya tanganku bergerilya di sela- sela selangkangannya. Kurasakan rambut- rambut halus yang rimbun di dekat lubang kewanitaanya membuatku terus menjadi bernafsu.

Kuelus- elus rambut di vaginanya kemudian jari- jariku memainkan klitorisnya yang telah basah semenjak dari tadi. Mulutku masih terus bermain di kedua susunya silih bergantian serta jari tengah tangan kanan terus memainkan klitorisnya sembari sekali- kali masuk ke dalam liang kenikmatan tersebut. Saya terus menjadi dalam memasukkan jari tengahku ke dalam lubang kenikmatan tersebut. Kulihat Hildy terus menjadi liar serta kepalanya ke kanan serta ke kiri menahan nikmatnya sensasi yang saya bagikan.

“ Oohh Har.. yes.. oh God.. yes.. yes good.. keep going.. Har” erangannya terus menjadi menggila di sela- sela kenikmatan yang saya bagikan.

Kulihat cairan di dalam vaginanya terus menjadi banyak, kemudian saya hentikan game jari serta mulutku di kedua susunya. Setelah itu saya berpindah ke dasar kakinya serta berjongkok, tanpa saya perintah kakinya sudah dibuka lebar- lebar sehingga belahan vaginanya bisa dengan jelas kulihat dengan bulu- bulunya yang agak pirang. Di bagian selangkangan sebelah kiri persis di atas vaginanya saya memandang suatu tato bergambar burung dara yang bercorak.

Kuperhatikan tato tersebut serta saya akui dengan tato tersebut gairahku nafsuku meningkat serta tato itu menaikkan keseksian badannya paling utama bagian wilayah kewanitaannya. Kukecup tato itu kemudian saya turun serta kecium tiap jengkal di wilayah sensitif tersebut, bulu- bulunya kugesek- gesekkan di mukaku. Kemudian ciumanku turun ke dasar lagi serta kusingkapkan bulu- bulunya serta lidahku mulai menelusuri wilayah kewanitaanya dari atas sampai lidahku menyudahi di klitorisnya. Sembari kuperhatikan mukanya yang menawan itu kujilati serta kusedot klitorisnya yang bercorak kemerah- merahan sebab kulitnya yang bule.

Napas Hildy terus menjadi memburu serta sesekali menjerit sebab tidak menahan nikmatnya kala klitorisnya kusedot. Mata Hildy masih tertutup dengan mulut yang terbuka sembari menghasilkan erangan. Saat ini lidahku turun lagi ke lubang vaginanya, kemudian kubuka lubang surga tersebut dengan kedua tanganku, hingga saya terus menjadi bisa memandang dengan jelas isi dalam gua tersebut. Sehabis kuperhatikan kumasukkan lidahku ke lubang tersebut serta jari tanganku yang lain memainkan klitorisnya. Kedua kaki Hildy mengencang seakan- akan mau merapatkan kakinya. Sembari kutahan dengan kedua tanganku supaya kedua kakinya tidak merapat kuhisap serta kutusuk terus lubang vaginanya dengan lidahku.

“ Oohh.. Har.. keep going.. oohh harder.. faster baby.. oohh.. keep going.. ohh yess.. i am cumming.. am cumming.. oohh yess..!”

Buat awal kalinya Hildy hadapi orgasme dengan kakinya yang mengencang serta lidahku masih terus menjilati lubang surganya. Kurasakan cairan terus keluar dari vaginanya, saya menikmati harumnya cairan tersebut serta tidak henti- hentinya kujilat terus cairan tersebut.

Senjata rudalku telah sangat tegang serta kurasakan lubang Miss V Hildy telah basah sekali oleh cairan serta ludahku. Seketika Hildy menarik badanku buat terletak di atas badannya, kemudian akupun menuruti apa maunya Hildy. Saya beranjak ke posisi di atas badannya setelah itu saya cium lagi bibirnya serta dengan bernafsunya Hildy membalas ciumanku apalagi lidahnya yang mengambil alih kendali di dalam mulutku. Sembari masih berciuman kuarahkan rudalku yang telah mengenakan sarung kondom dengan tanganku buat merambah lubang surganya. Tanpa hadapi kesusahan rudalku dengan mudahnya merambah lubang vaginanya perihal ini sebab memanglah Miss V Hildy telah basah sekali.

Kurasakan tulang panggul di dalam vaginanya menjepit penisku serta serasa lubang vaginanya agak kecil. Kemudian kugenjot pantatku dengan irama naik turun serta tiap kali kumasukkan rudalku ke dalam vaginanya kurasakan gesekan tulang panggul di bilik vaginanya yang membuat batang penisku terus menjadi mengencang serta membeku serta sensasi yang kurasakanpun terus menjadi dasyat. Napas Hildy terus menjadi memburu dengan erangan yang halus kuperhatikan mukanya membagikan ekspresi yang lagi kenikmatan. Matanya terkadang ditutup serta dibuka dengan kepalanya yang bergoyang ke kiri serta ke kanan merasakan nikmatnya rudalku yang keluar masuk vaginanya.

Mata Hildy terbuka serta menatapku tajam sembari mulutnya menghasilkan erangan kecil,“ Ohh yess.. ohh you bastard.. you make me crazy, Har.. ohh yes keep going.. harder.. ohh..” Mata kami masih silih berpandangan serta badan Hildy mengencang, ia merasakan orgasme yang kedua.

Saya masih terus menusuk vaginanya yang telah basah sekali oleh cairannya. Rudalku masih terus melaksanakan irama keluar masuk lubang vaginanya. Lama kami bermain seks dikala itu sampai Hildy merasakan orgasme 4 kali serta 1 kali sewaktu pemanasan. Sampai kesimpulannya jebol pula pertahananku di ronde ke 4. Kamipun berpelukan serta berciuman lagi sembari merasakan nikmatnya bersetubuh yang lumayan lama serta memuaskan. Saya masih memeluk Hildy dengan kondisi kami masih telanjang ia mengatakan:

“ You know Har, I’ ve never met a guy as strong as you before.. you are so strong and I really satisfied. It is crazy because I’ ve never get 5 times orgams, it’ s really really great”.

Saya merasa bangga serta tersanjung dengan pujiannya itu. Nyatanya meski badanku tidak besar besar serta dengan penisku yang standar orang Indonesia dapat memuaskan wanita bule yang tubuhnya jauh lebih besar.

“ Really..? I am glad to hear that Hildy.. I like to have a sex with as well.. it is so fucking great”.

“ Western man never give me cumm as many as you did Har.. mostly, they are selfish and they don’ t care about us whether we satisfy or not. They just think their satisfaction, but with you I feel new sensation cause you are not selfish and you can make me satisfy with many cums.. he he.”

“ Thanks Hildy.., I satisfied as well and you have a great pussy and I like your boobs as well.. but the most I like you is you are so pretty and you know your tatoo it is great it makes me passion everytime I look it he he..”

Dengan bangga akupun memberinya pujian. Kami bersama kecapaian serta masih silih berpelukan serta terkadang berciuman kamipun tidur dengan badan masih telanjang bundar. Sampai kesimpulannya pada tengah malam serta pagi harinya kami melaksanakannya lagi berulang- ulang. Malam itu saya bermain sex 4 kali dengannya serta ronde yang kita lewatkan hingga 5- 6 ronde.

Sehabis saya menghabiskan 4 kali game seks yang menyenangkan malam itu. Pagi harinya saya mempersiapkan makan pagi pagi serta menghabiskan waktu pagi hari itu dengan mengobrol serta bercengkerama. Kami bersama tau kalau meski kami telah sempat berhubungan seks dengan orang lain tetapi saya senantiasa melindungi kesehatan begitu pula dengan Hildy. Apalagi pernah ia menanyakan apakah saya sempat berhubungan seks dengan PSK(Pekerja Seks Komersil) saya bilang belum sempat. Bisa jadi ia khawatir kalau- kalau saya memiliki penyakit kelamin. Demikian juga dengan ia, saya tanyakan pula pengalaman seksnya, sebab saya khawatir terserang penyakit. Hildy bilang kalau ia pula berupaya melindungi kesehatan.

Kami masih terus menceritakan tentang masa kecilku serta masa kecilnya, pembicaraan terus bersinambung kepada permasalahan keluarga. Dengan cerita kami tersebut kami jadi ketahui tiap- tiap Kerutinan serta semacam apa keluarga kami. Kami menceritakan masih di atas ranjang apalagi Hildy cuma memakai celana dalam serta BHnya saja sebaliknya saya celana pendek serta kaos oblong.

Cerita Sex Bareng Wanita Bule Hildy

Kembali Bercinta Dengan Hildy Sampai Orgasme Berulang Kali

Menjelang siang hari, percakapan kami telah ngelantur kesana kemari serta masih dengan celana dalam serta BHnya Hildy berbaring di ranjang, memandang itu akupun tidak tahan memandang kemulusan badannya yang bule. Kudekati ia serta kucium bibirnya. Hildy membalas ciumanku, kami silih memainkan lidah di mulut kami sembari tidak kurang ingat saya meremas- remas payudaranya yang montok.

Setelah itu ciumanku berpindah dari mulut ke telinga serta kusedot- sedot telinga Hildy sampai buatnya menggelinjang menahan birahi serta gairah di dekat telinganya yang memanglah membagikan rangsangan sangat hebat. Setelah itu ciumanku turun ke leher serta kesimpulannya di 2 gundukan bukitnya. Dengan menyungkil kaitan BH di belakangnya terbukalah 2 bukit yang aduhai. Saat ini kedua bukit itu kian jelas sebab cahaya di siang hari membagikan sinar yang lebih cerah.

Kuperhatikan 2 bukit itu dengan seksama serta nampak jelas sekali terdapat perbandingan warna antara tubuh serta di dekat 2 bukit itu. Sebab HIldy kerap sangai ria di tepi laut hingga nampak sisa BH di kedua payudaranya membagikan warna yang sangat putih pucat dengan puting yang bercorak coklat muda. Tetapi saya malah menggemari kulit payudaranya yang putih itu. Tanpa pikir panjang kusedot putingnya sembari tanganku yang satunya memainkan puting yang yang lain.

Lama saya memainkan putingnya sampai kesimpulannya tanganku yang satu turun ke dasar serta menyelusup ke balik celana dalam bercorak gelap. Kurasakan gundukan rambut halus di Miss V Hildy, serta saya elus- elus rambut- rambut halus tersebut. Setelah itu jari tengahku memegang klitorisnya serta kala ku tarik elusan jari tanganku dari dasar ke atas( dari lubang vaginanya sampai ke klitoris) kurasakan vaginanya telah basah serta kala jari tanganku hingga di klitorisnya, Hildy menarik napas panjang sembari menghasilkan suara lenguhan.

Jari- jemariku terus menjadi basah oleh cairan dari Miss V Hildy serta mulutku masih memainkan putingnya. Saya mendengar suara lenguhan Hildy yang terus menjadi keras serta akupun memesatkan memainkan klitorisnya sehabis itu jari tengahku turun serta kumasukkan jari tengahku ke dalam lubang surganya. Napas Hildy terus menjadi memburu serta lenguhannya terus menjadi keras, terlebih dikala jariku memegang bilik atas vaginanya di mana G- spot terletak kata para ahli. Hildy terus menjadi tidak bisa menahan rangsangan yang saya bagikan meski cuma dengan jariku rangsangan yang ia terima begitu dasyat terlebih kala kumasuk serta keluarkan jariku dari lubang vaginanya.

Hildy tidak bisa menahan dirinya lagi, dengan lenguhan yang terus menjadi keras serta napas yang memburu dan tidak beraturan Hildy menjerit merasakan orgasmenya yang awal.

“.. Oohh Har.. yess.. i am cumming” nyatanya Hildy telah menggapai orgasme yang pertamanya. Dalam hatiku saya bergumana mau sekali ketahui berapa kali Hildy mendapatkan orgasmenya, hendak kuhitung kali ini.

Saya tidak puas dengan jari- jari tanganku di vaginanya kemudian saya beranjak serta membebaskan hisapanku dari payudaranya setelah itu saya membuka celana dalam Hildy. Kala celana dalamnya telah merosot sekali lagi saya memandang tato indahnya yang persis di atas Miss V di selangkangan. Kemudian kucium lagi tato itu serta turun ke wilayah lubang kewanitaannya. Sebab siang hari sinarnya lebih cerah saat ini saya bisa memandang dengan jelas wujud serta warna vaginanya yang merah serta menantang. Saya membayangkan warna vaginanya mirip sekali dengan yang terdapat di film- film blue. Dikala itu saya bahagia sekali sebab bisa merasakan Miss V bule yang sepanjang ini saya impikan.

Kubuka belahan bibir vaginanya serta saat sebelum lidahku menjulur menggapai klitorisnya masih pernah saya memandang ke bagian dalam vaginanya yang begitu indah serta menggairahkan. Kucium aroma vaginanya serta kurasakan aroma itu begitu wangi dengan aroma yang lain daripada yang lain. Kubayangkan nyatanya perempuan yang suka menjaga vaginanya mempunyai aroma yang sangat wangi serta sangat menggairahkan sehingga tidak bosan- bosannya kucium aroma itu. Kemudian saya cium serta kuhisap klitorisnya sembari kutarik- tarik dengan mulutku.

Hildy terus menjadi mengerang bukan lagi melenguh sebab tarikan klitorisnya oleh mulutku buatnya geli tidak tertahankan. Lidahkupun turun ke dasar serta kumasukkan lidahku ke dalam lubang surganya. Lidahku bermain di dalam lubang itu dengan sekali- kali ujung lidahku kuarahkan ke bagian atas vaginanya dimana wilayah sensitif itu terletak.

Lama saya melaksanakan ciuman- ciuman serta jilatan di wilayah kewanitaannya, sampai pada kesimpulannya saya merasakan kaki Hildy mulai mengencang. Saya melirik ke arah wajah Hildy yang terus menjadi memerah serta mengencang raut wajahnya. Saya ketahui kalau sebentar lagi orgasme keduanya hendak tiba, hingga saya percepat jilatanku di dalam lubang serta klitorisnya. Datang saatnya ia mengerang keras sembari pantat serta tubuhnya terangkat dengan ditopang kedua tangannya.

“ Oohh God.. I’ meter cumming Harr.. oohh yess.. bastard..” 

Tercapailah orgasme keduanya saya bahagia sekali dapat buatnya orgasme 2 kali cuma diwaktu pemanasan. Saat ini saya membuka celana serta bajuku setelah itu saya berbaring serta menyuruhnya buat mengambil posisi di atas badannya yang kecil ini. Sembari duduk di atas tubuhku Hildy memasukkan penisku ke dalam vaginanya serta ia mulai menggoyang- goyangkan pantatnya maju mundur.

Sembari matanya yang merem melek Hildy terus menjajaki irama pantatnya maju mundur, kudengar erangannya yang lembut. Buat membuat sensasi baru tanganku memainkan klitorisnya sedangkan Hildy senantiasa melaksanakan irama goyangan maju mundur sembari duduk. Jari- jariku terus memainkan klitorisnya sampai kulihat Hildy memesatkan tempo gerakannya. Terus menjadi kilat gerakan Hildy hingga kupercepat pula jariku memainkan klitorisnya.

“ Oohh.. yess..” pertahanan Hildy jebol buat yang ketiga kalinya. Tiap kali ia orgasme saya menghitungnya di depan ia sehingga buatnya tertawa serta sedikit malu- malu.

Keringat mengucur di tubuhku serta badan Hildy, saya memandang Hildy telah begitu lemas serta kayaknya tidak bisa melaksanakan gerakan lagi di atas tubuhku. Sebaliknya saya masih belum apa- apa, hingga akupun mengambil alih posisi dengan menyuruhnya melaksanakan posisi nungging saya mau melaksanakan doggy gaya. Dari balik saya dapatmelihat belahan vaginanya setelah itu kubuka kakinya lebar- lebar.

Kucoba memasukkan penisku sendiri tetapi nyatanya susah serta tanpa diperintah tangan Hildy membimbing penisku buat merambah vaginanya serta amblaslah penisku di dalam. Gerakkan maju mundur pantatku kulakukan dengan tempo yang tidak sangat kilat. Saya merubah posisiku semacam nungging pula serta tanganku yang yang lain memainkan klitorinya sembari kugerakkan pantatku maju mundur serta sembari kusodok- sodok vaginanya. Hildy telah tidak bisa menahan lagi buat menerima orgasme yang keempat serta dengan kilat sekali Hildy telah mendapatkan orgasmenya yang keempat.

Saya telah puas dengan posisi doggy gaya setelah itu kusuruh Hildy buat berbaring serta ia langsung membuka kakinya lebar- lebar. Sebab penisku telah mengencang sekali hingga tanpa kuarahkan dengan tanganku dengan mudahnya penisku bisa amblas di lubang Miss V Hildy. Saya terus menjadi beringas membuat gerakan maju mundur serta terkadang kuputar- putar pantatku sehingga penisku yang terletak di dalam vaginanya memegang sekitar bilik vaginanya. Terus menjadi kuputar pantatku erangan Hildy terus menjadi keras serta orgasmepun tiba lagi. Saya merasa bangga dengan diriku sebab dapat memuaskan seseorang wanita bule yang besar. Saya masih menghitung tiap kali ia orgasme.

“ You know, You’ ve got 5 times orgasme and I want to give you 8 times orgasm..”

“ Oohh.. Har you are too strong for me and I think I cannot stand it anymore”.

“ I won’ t stop it before you get more than 6 or 8 times”. Sembari irama gerakkannya tidak berganti saya pernah mengobrol dengannya.

Lama telah kami bersetubuh dengan keringat yang terus mengucur sampai Hildy telah menggapai orgasmenya yang ketujuh. Saat ini akupun tidak bisa menahan pertahananku, kurasakan hendak jebol pula orgasmeku. Kupercepat gerakkanku dengan memutar- mutar pantatku.

“ Hildy.. are you cumming?.. please cumm with me.. ooh.. i am cumming”.

“ Yes.. let’ s cum together.. oohh i am cumming.. oohh I crazy for you Har”

Kami bersama telah tidak bisa menahan lagi orgasme kami yang kutunggu- tunggu itu. Saya telah bisa menahan lagi orgasmeku, begitu pula dengan Hildy, ia terus menjadi menjerit, saya tidak menyia- nyiakan peluang itu, hingga akupun menghasilkan perkata jorok buat buatnya lebih terangsang sehingga proses orgasmenya hendak lebih kilat lagi.

Kala puncakku hendak tiba kutarik penisku dari dalam vaginanya serta kutumpahkan spermaku di atas perutnya sembari tanganku masih pernah memainkan klitorinya serta mulutku menciumnya dengan buas supaya proses orgasme kami berbarengan. Kami bersama menghasilkan erangan yang keras. Setelah itu kamipun bersama lemas serta saya terkulai lemas di sampingnya.

“ Har, I’ ve never got cumm 8 times, this is the first time I got it.. ohh you are so strong..”

“ Thanks Hildy.., but you see this is proof that even Indonesian is small but strong.. he he.. do you agree with that?”.

“ Yes I agree with you he he..”

“ So don’ t look that I am small man but I can make you satisfy many times.., and you know the next door my friend when she fucked with a tall guy and big one and western guy but she never satisfy.. so I am better then him.. he he.. sorry am just teasing you”.

“ I know you just teasing me but anyway that is true Har.. cause most of them do not care about our satifaction”.

Kami mengobrol tentang sex serta saya senantiasa membagikan pendapat tentang diriku serta keperkasaan orang Indonesia, saya berbuat semacam itu sebab tidak hanya badanku kecil serta mayoritas orang Indonesia seukuran denganku( kebanyakan) tetapi keperkasaannya terkadang lebih jantan daripada orang bule yang berbadan besar. Saat ini Hildy bisa menyadari kalau meski orang Indonesia kecil tetapi mereka perkasa serta ia saat ini berpikiran kalau tidak seluruh orang besar dengan penis besar bisa memuaskan wanita.

Sampai siang hari melalui kami kurang ingat buat makan siang sebab keasyikan ngobrol, setelah itu akupun mengantarnya kembali ke rumahnya. Di rumahnya kami ngobrol lagi serta sahabatnya memandang kami akrab setelah itu mereka membagikan senyuman yang menurutku penuh dengan makna. Hildy melirik kepada mereka serta setelah itu ia mendatangi mereka serta tertawa. Saya sangat mau sekali apa yang mereka bicarakan serta saya bisa jawabannya kala kawannya yang bernama Natalie tiba menghampiriku.

“ Hildy said that you are so strong.. he he.. how big is your cock Har”

Saya tidak menjawabnya cuma dengan senyuman sebab malunya yang gak ketulungan. Sehabis mengobrol dengan topik yang lain setelah itu Natalie pamitan.

“ Ok strongman, see you in a bit”

“ See you, bye”

Tidak lama Natalie berangkat Hildy menghampiriku lagi serta ia telah bersiap- siap buat mandi. Hildy mengajakku mandi bareng, pasti saja saya bahagia sekali dengan ajakannya. Kamipun berangkat ke kamar mandi bersama serta mandi bareng dengan silih mengguyur tubuh kami serta Hildy menyabuniku serta memandikanku begitu pula saya menyirami tubuhnya.

Kamipun bersama berangkat ke tempat pertemuan kami buat makan malam bersama. Seperti itu pengalamanku yang sangat menyenangkan serta sehabis peristiwa itu saya tidak sempat hadapi pengalaman yang seragam lagi di tahun- tahun selanjutnya. Cuma sebatas ciuman serta remasan saja saya hadapi dengan bule tidak hingga berhubungan seks. Apalagi kala saya memiliki pacar lagi orang bule kami cuma sebatas ciuman serta remasan di wilayah sensitifnya, kami tidak melaksanakan seks sebab pacarku itu bilang kalau ia masih perawan serta saya yakin sebab usianya masih sangat muda meski telah tamat dari Universitas. 

0 comments:

Posting Komentar