Ceritafiksimalam - Yumi Hana merupakan salah seseorang manager pada bagian Treasury di suatu bank asing. Yumi Hana berusia 28 tahun, ia merupakan seseorang gadis jepang yang berasal dari wilayah Fukuoka. Yumi Hana sudah bersuami serta memiliki seseorang anak yang baru berusia 7 tahun. Badan Yumi Hana bisa dikatakan kurus dengan besar tubuh kurang lebih 163 centimeter, dengan berat tubuhnya kurang lebih 49 kilogram.
Buah dadanya berdimensi kecil namun padat, pinggangnya sangat ramping dengan bagian perut yang datar. Kulitnya kuning langsat dengan raut muka yang manis. Ia memperoleh tugas buat melaksanakan ekspedisi dinas ke semarang dengan team. Setibanya di Semarang, sehabis check in di hotel mereka langsung mengadakan kunjungan pada sebagian nasabah, yang dicoba hingga dengan sehabis makan malam. Sehabis berakhir berurusan dengan nasabah, mereka kembali ke hotel, dimana Don serta Nita melanjutkan kegiatan mereka dengan duduk- duduk di bar hotel sembari mengobrol serta minum- minum.
Yumi Hana pada awal mulanya diajak pula, tetapi sebab merasa sangat letih, serta di samping itu dia pula merasa tidak lezat mengusik mereka, hingga dia lebih dahulu kembali ke kamar hotel buat tidur.
Menjelang tengah malam, Yumi Hana seketika terbangun dari tidurnya, perihal ini diakibatkan sebab dia merasa tempat tidurnya bergerak- gerak serta terdengar suara- suara aneh. Dengan lambat- laun Yumi Hana membuka matanya buat mengintip apa yang terjalin. Hatinya terkesiap memandang Don serta Nita lagi bergumul. Keduanya terletak dalam kondisi polos sama sekali.
Nita yang bertubuh kecil itu, lagi terletak di atas Don semacam seperti seorang yang lagi menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turun dengan kilat. Dari mulutnya terdengar suara mendesis yang tertahan,“ Ssshhh…, sshhh…”, sebab bisa jadi khawatir membangunkan Yumi Hana. Kedua tangan Don lagi meremas- remas kedua buah dada Nita yang kecil namun padat berisi itu.
Yumi Hana sangat panik serta terletak dalam posisi yang serba salah. Jadi ia cuma dapat terus berlagak semacam lagi tidur. Yumi Hana mengharapkan mereka kilat berakhir serta Don lekas kembali ke kamarnya. Esok ia hendak menegur Nita supaya tidak melaksanakan perihal semacam itu lagi di kamar mereka. Sepatutnya mereka bisa melaksanakan perihal itu di kamar Don sehingga mereka bisa melaksanakannya dengan leluasa tanpa tersendat oleh siapa juga.
Dari bau whisky yang tercium, warnanya keduanya masih terletak dalam kondisi mabuk. Yumi Hana berupaya keras buat bisa tidur kembali, meski sesungguhnya dia merasa sangat tersendat dengan gerakan serta suara- suara yang ditimbulkan oleh mereka. Pada dikala Yumi Hana mulai terlelap, seketika dia merasakan suatu lagi merayap pada bagian pahanya. Yumi Hana sangat kaget serta badannya mengejang, sebab pada dikala ia perhatikan, nyatanya tangan kanan Don lagi berupaya buat mengusap- ngusap kedua pahanya yang masih tertutup selimut.
Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Pengalaman Tak Terlupakan Di Bioskop Bersama Gadis Jepang
Yumi Hana berpura- pura masih terlelap serta berupaya mengintip apa yang sesungguhnya lagi terjalin. Warnanya game Don serta Nita telah berakhir serta Nita dalam kondisi keletihan dan hadapi kepuasan yang baru dinikmatinya, telah tergolek tidur.
Don yang masih terletak dalam kondisi polos dengan posisi tubuh separuh tidur disamping Yumi Hana, sembari bertumpu pada siku- siku tangan kiri, tangan kanannya lagi berupaya menyingkap selimut yang dipakai Yumi Hana. Yumi Hana jadi sangat panik, pada awal mulanya ia hendak bangun serta menegur Don buat menghentikan perbuatannya, hendak namun di pihak lain ia merasa tidak lezat sebab tentu hendak membuat Don malu, sebab dipikirnya Don melaksanakan perihal itu lebih diakibatkan sebab Don masih terletak dalam kondisi mabuk.
Kesimpulannya Yumi Hana memutuskan buat senantiasa berpura- pura tidur dengan harapan Don hendak menghentikan kegiatannya itu. Hendak namun harapannya itu nyatanya percuma belaka, apalagi secara lambat- laun Don bangkit serta duduk di samping Yumi Hana. Tangannya menyingkap selimut yang menutupi badan Yumi Hana dengan lambat- laun serta dari mulutnya menggumam lama- lama,“ Psssttt sayang, ayo kubantu menikmati suatu yang baru…, nih.., kubantu membebaskan celana dalammu…, tidak baik jika tidur gunakan celana dalam”, sembari tangannya yang sebelumnya mengelus- elus bagian atas paha Yumi Hana bergerak naik serta memegang tepi celana dalam Yumi Hana, setelah itu menariknya dengan lambat- laun ke dasar meluncur di antara kedua kaki Yumi Hana. Tubuh Yumi Hana jadi kaku serta ia tidak ketahui wajib berbuat gimana.
Yumi Hana seakan- akan berganti jadi arca, pikirannya jadi hitam serta matanya dirasakannya berkunang- kunang. Don memandang kedua gundukan bukit kecil dengan belahan kecil di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut gelap kecoklatan halus yang tidak sangat rimbun di antara paha atas Yumi Hana. Jari- jari Don membuka satu persatu kancing daster Yumi Hana, sembari tangannya bergerak terus ke atas serta saat ini dia menyingkapkan segala selimut yang menutupi badan Yumi Hana, sehingga terlihatlah buah dada Yumi Hana yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil bercorak coklat tua.
Moment Bercinta Dengan Gadis Jepang Yumi Hana
Saat ini Yumi Hana fantasi malam jepang tergolek dengan badannya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang serta pantat yang penuh berisi, dan buah dada yang kecil padat serta belahan di antara paha atas yang membukit kecil, betul- betul sangat memicu nafsu birahi Don. Don telah tidak mampu menahan nafsunya, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Nita, saat ini bangkit lagi, tegang serta siap tempur. Semenjak dikala itu Don berniat buat tidak hendak melepaskan Yumi Hana. Dia sangat berharga buat di perkenankan, Don hendak menikmati badan Yumi Hana berulang- ulang pada malam ini. Kemolekan badan Yumi Hana sangat sayang buat ditaruh oleh Yumi Hana sendiri pikir Don.
Don mendonrong badan Yumi Hana serta mulai meremas- remas buah dada Yumi Hana yang sudah terbuka itu,“ Dengerin sayang, you hendak aku ajarin menikmati suatu yang nikmat, asal you baik- baik nurutin apa yang hendak aku tunjukkan”. Pemahaman Yumi Hana mulai kembali secara lambat- laun serta dengan badan gemetar Yumi Hana lambat- laun membuka matanya serta mencermati Don yang lagi merangkak di atasnya. Yumi Hana berupaya mendoDong tubuh Don sembari mengatakan,“ Don, apa yang lagi kau jalani ini?”,“ Sadarlah Don, saya khan telah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini!”.
Sebab menyangka Don terletak dalam kondisi mabuk, Yumi Hana berupaya membujuk serta menggugah pemahaman Don. Hendak namun Don yang sudah sangat terangsang memandang badan Yumi Hana yang molek halus lembut serta bugil di depan matanya mana ingin paham, terlebih penisnya sudah dalam kondisi sangat tegang.“ Edan! Cakep banget! Amati buah dadamu, padat banget.
Sesuai sama seleraku! You emang pinter melindungi badanmu, sayang!”, kata Don sembari memencet badannya ke badan Yumi Hana. Yumi Hana berupaya bangun berdiri, hendak namun tidak dapat serta ia tidak berani sangat berperan agresif, sebab khawatir Don hendak membalas berlaku agresif padanya.
Sebaliknya dalam letaknya itu saja dia telah tidak terdapat lagi mungkin buat lari. Sembari menjilat bibirnya Don tiduran di sisi Yumi Hana.“ Lin, lebih baik you menjajaki kemauanku dengan manis, jika tidak aku hendak maksa you serta aku perkosa you habis- habisan. Jika you nurutin, you hendak merasakan kenikmatan serta tidak hendak sakit”. Kemudian tangannya ditangkupkan di buah dada Yumi Hana, sembari meremas- remasnya dengan sangat bernafsu, sembari merasakan kehalusan serta kepadatan buah dada Yumi Hana.“ Bodi you oke banget!”, kata Don.“ Coba you berbalik Yumi Hana!”.
Lambat- laun dengan perasaan yang putus asa Yumi Hana berbalik membelakangi Don. Serta dirasakanya tangan Don saat ini terdapat di pantatnya meremas serta meraba- raba. Setelah itu Don menyibakkan rambut Yumi Hana, serta dihirupnya leher Yumi Hana dengan hidungnya sedangkan lidahnya menelusuri leher Yumi Hana.
Sembari melaksanakan perihal itu tangan Don berpindah mengarah kemaluan Yumi Hana. Pada bagian yang membukit itu, tangannya bermain- main, mengelus- elus serta menekan- nekan, sembari mengatakan,“ Kasihan you, Yumi Hana, tentu suami you tidak ketahui metode membahagiakan you?”,“ Tetapi tenang aja sayang, dengan aku, you tidak bakalan dapat kurang ingat seumur hidup, you bakalan merasakan gimana jadi wNita sejati!”.
Sembari memutar kembali badan Yumi Hana. Sehabis itu Don mengambil tangan Yumi Hana serta meletakkannya di kemaluannya yang sudah sangat tegang itu. Kala merasakan tangannya memegang barang hangat yang besar lagi keras itu, badan Yumi Hana tersentak, belum pernah Yumi Hana bisa berpikir dengan jelas, terasa tubuhnya sudah ditelentangkan oleh Don serta dengan kilat Don sudah berjongkok di antara kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang akibat tekanan lutut Don.
Dengan sebelah tangannya menuntun penisnya yang besar, Don kemudian melekatkan ujung penisnya ke bibir Miss V Yumi Hana, Perselingkuhan Dikala Ekspedisi Dinas Yang Tidak Terlupakan 2“ Apa you ingin aku masukin itu?”,“ Aaahhh…, jangaaann…, jaaangaaann…, Roon…”, Yumi Hana dengan suara mengiba- iba masih berupaya berupaya membatasi hasrat Don. Yumi Hana berupaya mengeser pinggulnya ke samping, berupaya menjauhi penis Don supaya tidak bisa menerobos masuk ke dalam liang kewNitaannya. Sembari tersenyum Don mengatakan lagi,“ You tidak bisa kemana- mana lagi, lebih baik you diam- diam saja serta menikmati game aku ini..!”.
Don kemudian memajukan pinggulnya dengan kilat serta memencet ke dasar, sehingga penis besarnya yang sudah melekat pada bibir kemaluan Yumi Hana dengan kilat menerobos masuk ke dalam liang Miss V Yumi Hana dengan tanpa bisa dihalangi lagi. Testis Don mengayun- ayun menampar bagian dasar Miss V Yumi Hana, sedangkan Yumi Hana megap- megap sebab doDongan keras Don. Yumi Hana belum sempat merasakan dikala semacam ini, tiap bagian badannya serasa sangat sensitif terhadap rangsangan. Buah dadanya terangsang dikala ditindih oleh dada Don. Dirinya telah kurang ingat jika lagi diperkosa, dia tidak hirau pada badan besar Don yang lagi bergerak naik turun menindih badannya yang ramping.
Yumi Hana mulai merasakan sesuatu sensasi kenikmatan yang menggelitik di bagian dasar badannya, vaginanya yang sudah terisi oleh penis besar serta panjang kepunyaan Don, terasa menggelitik serta menyebar ke segala badannya, sehingga Yumi Hana cuma dapat menggeliat- geliat serta mendesis mirip orang kepedasan. Yumi Hana cuma berupaya menikmati segala rasa nikmat yang dialami badannya. Saat ini Yumi Hana berupaya buat berupaya aktif dengan turut menggerakkan pinggulnya menjajaki irama gerakan Don di atasnya. Don memandang Yumi Hana mengerang, merintih serta mengejang tiap kali dia bergerak.
Serta Yumi Hana telah mulai terbiasa menjajaki gerakannya. Don merasakan tangan Yumi Hana merangkul erat pada punggung bawahnya mengelus- elus ke dasar serta meremas- remas pantatnya dan menariknya ke depan supaya terus menjadi merapat pada badan Yumi Hana. Don terus menggosok- gosokkan penisnya pada klitoris Yumi Hana. Don saat ini mau membuat Yumi Hana orgasme terlebih dulu. Yumi Hana terus menjadi terangsang serta tidak terkontrol lagi tiap kali bagian badannya bergerak menjajaki tekanan serta sodokan Don, saat ini mukanya terbenam di dada bidang Don, mulutnya megap- megap semacam ikan terdampar di pasir, dengan lambat- laun mulutnya beralih pada dada Bossnya serta sembari terus menjilat kesimpulannya datang pada puting susu Don.
Saat ini Yumi Hana secara refleks mulai menyedot serta menghirup puting susu Don, sehingga tubuh Don mulai bergetar pula saking merasa nikmatnya. Penis Don terasa terus menjadi keras, sehingga Don terus menjadi ganas saja menggerakkan pantatnya memencet pinggul Yumi Hana dalam- dalam. Yumi Hana merasakan vaginanya berkontraksi, sembari berupaya menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik segala bilik liang kemaluannya serta menjalar ke segala badannya. Perasaan itu kian lama kian kokoh menguasainya sehingga seakan- akan menutupi kesadarannya serta membawanya melayang- layang dalam kenikmatan yang tidak sempat dialaminya sepanjang ini serta tidak bisa dilukiskan maupun dijabarkan dengan perkata.
Kenikmatan yang dirasakan Yumi Hana tercermin pada gerakan badannya yang meDonta- Donta liar tanpa terkontrol bagaikan ikan yang menggelepar- gelepar terdampar di pasir. Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,“ Ooohhhh…., aagghh…, adduhhh..!”. Kedua pahanya melingkari pantat Don serta dengan kokoh menjepit dan memencet ke dasar, diiringi badannya yang mengejang serta kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kokoh, betul- betul sesuatu orgasme yang dahsyat sudah menyerang Yumi Hana.
Don merasakan penisnya terjepit dengan kokoh oleh bilik kemaluan Yumi Hana yang berdenyut- denyut diiringi isapan kokoh seakan- akan hendak menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan bilik Miss V Yumi Hana serta di ujung situ terasa terdapat“ tembok” yang mengelus kepala penisnya. Sehabis istirahat sejenak serta memandang Yumi Hana telah agak tenang, Don mulai memompa lagi. Pompaan Don kali ini lekas dibalas oleh Yumi Hana, pinggulnya bergerak- gerak“ aneh” tetapi efeknya luar biasa. Penis Don serasa dilumat dari pangkal hingga kepalanya.
Kemudian masih ditambah dengan alterasi, kala pinggul Yumi Hana menyudahi dari gerakan aneh itu, seketika Don merasakan penisnya terjepit dengan kokoh serta dinding- dinding kemaluan Yumi Hana berdenyut- denyut secara tertib, dekat 4- 5 kali denyut menjepit, baru setelah itu bergoyang aneh lagi. Wah, sesuatu sensasi menyerang perasaan Don, sesuatu ikatan kelamin yang belum sempat dinikmatinya dengan perempuan manapun pula sepanjang ini. Menyesal Don sebab tidak dari dulu- dulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam liang kemaluan Yumi Hana kian bermacam- macam. Terkadang Don malah memohon Yumi Hana menyudahi bergoyang buat hanya menarik napas panjang. Lumatan bilik kemaluan Yumi Hana pada penis Don buatnya geli- geli serta serasa hendak‘ meledak’.
Don tidak mau cepat- cepat hingga, sebab masih mau menikmati“ elusan” Miss V Yumi Hana. Namun gerakan- gerakan di dalam liang kewNitaan Yumi Hana terus menjadi merajalela serta terus menjadi liar. Sampai kesimpulannya Don wajib menyerah, tidak sanggup menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, terus menjadi kilat Don bergerak mengimbangi goyangan pinggul Yumi Hana, terus menjadi terasa pula rangsangan yang hendak meletupkan lahar panas yang lagi mengarah klimaks, mendaki puncak, saat- saat yang sangat nikmat.
Serta kesimpulannya, pada tusukan yang terdalam, Don menyemprotkan maninya kuat- kuat di dalam liang kewanitaan Yumi Hana, sembari mengejang, melayang, bergetar. Pada detik- detik dikala Don melayang tadi, seketika kaki Yumi Hana yang pada awal mulanya mengangkang, diangkatnya serta menjepit pinggul Don kuat- kuat. Amat sangat kokoh. Kemudian badannya turut mengejang sebagian detik, mengendor serta terus mengejang lagi, lagi serta lagi…, Yumi Hana juga tidak mampu menahan doDongan orgasme yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliak- beliak, dan totalitas badannya bergetar dengan hebat tanpa terkontrol, bersamaan dengan meledaknya kenikmatan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Yumi Hana.“ Rooonn, aduuuh, Roon, aahhhhh…, aaduuhh…, nikmaaatt.., Roon….!”.
Don tersenyum puas memandang badan Yumi Hana terguncang- guncang sebab orgasme sepanjang 15 detik tanpa henti- hentinya. Setelah itu tangan Yumi Hana dengan eratnya memencet pantat Don ke arah selangkangannya sembari kakinya menggelepar- gelepar ke kiri kanan. Don juga terus menggerakkan penisnya buat menyikat klitoris Yumi Hana. Sehabis orgasmenya berakhir, badan Yumi Hana langsung terkulai lemas tidak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan serta kakinya terbentang melebar ke kiri kanan.
Yumi Hana merasa bagian- bagian badannya seakan terlepas serta tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Sehabis gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Yumi Hana kembali ke alam nyata serta menyadari kalau ia lagi terkapar di dasar tindihan tubuh perkasa lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja membagikan kepuasan yang tiada tara padanya. Sesuatu perasaan malu serta menyesal melandanya, gimana ia dapat begitu mudah ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar serta Yumi Hana mulai menangis tersedu- sedu.
Dengan badannya yang masih menghimpit tubuh Yumi Hana, Don berupaya membujuknya dengan membagikan bermacam alibi antara lain sebab dia sangat banyak minum sehingga tidak bisa mengendalikan dirinya. Sembari membujuk serta mengelus- elus rambut Yumi Hana dengan lambat- laun penisnya mulai tegang lagi serta dengan halus penisnya yang memanglah sudah terletak pas di depan kemaluan Elis ditekan lambat- laun supaya masuk ke dalam kewanitaan Yumi Hana.
Pada dikala merasakan penis Don mulai menerobos masuk ke dalam kewantaannya, Yumi Hana bereaksi sedikit dengan berupaya membeDontak lemah tetapi kesimpulannya diam pasrah serta membiarkan penis besar tersebut masuk seluruhnya ke dalam liang kewantaannya. Dengan lambat- laun Don menggerakkan tubuhnya naik- turun, sehingga lama- kelamaan badan Yumi Hana mulai terangsang kembali serta bereaksi, serta pergumulan kedua insan tersebut terus menjadi lama terus menjadi seru mendaki puncak kepuasan serta kenikmatan, terlupa hendak seluruh penyesalan.
Pertarungan mereka terus bersinambung selama malam serta baru menyudahi menjelang fajar menyingsing keesokan harinya. Jam 10 pagi keduanya baru terbangun serta nampak Nita sudah berpakaian apik, lagi menikmati makan pagi paginya sembari mengerling ke arah mereka dengan senyum- senyum rahasia. Pada mulanya Yumi Hana merasa sangat malu terhadap Nita, tetapi memandang respon Nita yang semacam itu, seakan- akan mengajak bersekutu, kesimpulannya Yumi Hana jadi terbiasa.









0 comments:
Posting Komentar