Jumat, 19 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Pengalaman Ngewe Dengan Pramugari Bule

 

Cerita Sex Terbaru Pengalaman Ngewe Dengan Pramugari Bule

Ceritafiksimalam - Malam telah larut dimana jarum jam menunjukkan pukul 23.15. Suasana sepi menyelimuti sebuah kost-kostan yang terletak beberapa kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng..

Kost-kostan tersebut lokasinya agak jauh dari keramaian sehingga menjadi tempat favorit bagi siapa saja yang menginginkan suasana tenang dan sepi. Kost-kostan yang memiliki jumlah kamar mencapai 30 kamar itu terasa sepi karena memang baru saja dibuka untuk disewakan, hanya beberapa kamar saja yang sudah ditempati, sehingga suasananya dikala siang atau malam cukup lengang. 

Saat itu hujan turun lumayan deras, akan tetapi nampak sesuatu telah terjadi disalah satu kamar dikost-kostan itu. Seiring dengan turunnya air hujan, air mata Abigail juga mulai turun berlinang disaat lelaki itu mulai menyentuh tubuhnya yang sudah tidak berdaya itu. 

Saat ini tubuhnya sudah dalam kekuasaan para lelaki itu, rasa keputus asaan dan takut datang menyelimuti dirinya. Beberapa menit yang lalu secara tiba- tiba dirinya diseregap oleh seseorang lelaki disaat dia masuk kedalam kamar kostnya setibanya dari sebuah tugas penerbangan. Kedua tangannya langsung diikat kebelakang dengan seutas tali, mulutnya disumpal dengan kain dan setelah itu tubuhnya dicampakkan oleh lelaki itu keatas tempat tidurnya.

Ingin rasanya dia berteriak meminta pertolongan kepada teman-temannya akan tetapi kendaraan antar jemput yang tadi mengantarkannya sepertinya sudah jauh pergi meninggalkan kost-kostan ini, padahal didalam kendaraan tersebut banyak teman-temannya sesama karyawan. 

Asal Usul Abigail Wanita Yang Menjadi Korban

Abigail  adalah seorang Pramugari pada sebuah penerbangan swasta, usianya baru menginjak 19 tahun, wajahnya cantik imut-imut, postur tubuhnya tinggi dan langsing proporsional. Dengan dianugerahi penampilan yang cantik ini sangat memudahkan baginya untuk diterima bekerja sebagai seorang pramugari. Demikian pula dengan karirnya dalam waktu yang singkat karena kecantikannya itulah dia telah menjadi sosok primadona di perusahaan penerbangan itu. 

Banyak lelaki yang berusaha merebut hatinya, baik itu sesama karyawan ditempatnya bekerja atau kawan-kawan lainya. Namun karena alasan masih ingin berkarir maka dengan secara halus maksud-maksud dari para lelaki itu ditolaknya. Akan tetapi tidak semua lelaki memahami atas sikap dari Abigail itu.

Andi adalah salah satu dari orang yang tidak bisa menerima sikap Abigail terhadap dirinya.Kini dirinya bersama dengan seorang temannya telah melakukan seuatu perhitungan terhadap Abigail. Rencana busuk dilakukannya terhadap Abigail. Malam ini mereka telah menyergap Abigail dikamar kostnya. Andi adalah satu dari sekian banyaknya lelaki yang menaruh hati kepada dirinya, akan tetapi Andi bukanlah seseorang yang dikenalnya dengan baik karena kedudukannya bukanlah seorang karyawan penerbangan ditempatnya bekerja atau kawan-kawannya yang lain, melainkan dia adalah seorang tukang batu yang bekerja dibelakang kost-kostan ini. 

Ironisnya, Andi yang berusia setengah abad lebih dan melebihi usia ayah Abigail itu lebih sering menghalalkan segala cara dalam mendapatkan sesuatu, maklumlah dia bukan seseorang yang terdidik. Segala tingkah laku dan perbuatannyapun cenderung kasar, karena memang dia hidup dilingkungan orang-orang yang bertabiat kasar. “Huh rasakan kau gadis sombong !”, bentaknya kepada Abigail yang tengah tergolek dikasurnya. “Aku dapatkan kau sekarang….!”, lanjutnya.

Sejak perjumpaannya pertama dengan Abigail beberapa bulan yang lalu, Andi langsung jatuh hati kepada Abigail. Dimata Andi, Abigail bagaikan bidadari yang turun dari khayangan sehingga selalu hadir didalam lamunnanya.

Diapun berniat untuk menjadikannya sebagai istri yang ke-4. Bak bukit merindukan bulan, Andi tidak berdaya untuk mewujudkan impiannya itu. Predikatnya sebagai tukang batu, duda dari 3 kali perkawinan, berusia 51 tahun, lusuh dan miskin menghanyutkan impiannya untuk dapat mendekati sang bidadari itu. Terlebih-lebih ada beberapa kali kejadian yang sangat menyakitkan hatinya terkait dengan Abigail sang bidadari bayangannya itu. 

Sering tegur sapanya diacuhkan oleh Abigail, tatapan mata Abigail pun selalu sinis terhadap dirinya. Lama kelamaan didalam diri Andi tumbuh subur rasa benci terhadap Abigail, penilaian terhadapnya pun berubah, rasa kagumnya telah berubah menjadi benci namun gairah nafsu sex terhadap Abigail tetap bersemi didalam dirinya tumbuh subur menghantui dirinya selama ini.

Dendam Andi Membuat Dia Tega Mengewe Abigail

Akhirnya dipilihlah sebuah jalan pintas untuk melampiaskan nafsunya itu, kalaupun cintanya tidak dapat setidaknya dia dapat menikmati tubuh Abigail pikirnya. Jadilah malam ini Andi melakukan aksi nekat, diapun membulatkan hatinya untuk memberi pelajaran kepada Abigail sekaligus melampiaskan nafsunya yang selama ini mulai tumbuh secara subur didalam dirinya. 

Kini sang bidadari itu telah tergeletak dihadapannya, air matanya pun telah membasahi wajahnya yang putih bersih itu. “Lihat aku, cewek *******…..!”, hardiknya seraya memegang kepala Abigail dan menghadapkan kewajahnya. “Hmmmphh….!!”, jeritnya yang tertahan oleh kain yang menyumpal dimulutnya, mata Abigail pun melotot ketika menyadari bahwa saat ini dia telah berhadapan dengan Andi seseorang yang dibencinya.

Hatinya pun langsung ciut dan tergetar tatkala Andi yang berada dihadapannya tertawa penuh dengan kemenangan, “Hahaha….malam ini kamu jadi pemuasku, gadis cantik”. Keringat pun langsung mengucur deras membasahi tubuh Abigail, wajahnya nampak tersirat rasa takut yang dalam, dia menyadari betul akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya. 

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Bercinta Dengan Sepupuku Yang Bile Dan Sangean

Disaat seperti inilah dia menyadari betul akan ketidak berdayaan dirinya, rasa sesal mulai hadir didalam hatinya, akan sikap- sikapnya yang tidak berhati-hati terhadap Andi. Kini dihadapan Abigail, Andi mulai melepaskan baju kumalnya satu persatu hingga akhirnya telanjang bulat. Walaupun telah berusia setengah abad lebih, namun karena pekerjaannya sebagai buruh kasar maka Andi memiliki tubuh yang atletis, badannya hitam legam dan kekar, beberapa buah tatto menghiasi dadanya yang bidang itu. 

Isak tangis mulai keluar dari mulut Abigail, disaat Andi mulai mendekat ketubuhnya. Tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang telah tegak berdiri itu dan diarahkannya kewajah Abigail.

Melihat ini Abigail berusaha memalingkan wajahnya, namun tangan kiri Andi secepat kilat mencengkram erat kepala Abigail dan mengalihkannya lagi persis menghadap ke batang kemaluannya.. Dan setelah itu dioles-oleskannya batang kemaluannya itu diwajah Abigail, dengan tubuh yang bergetar Abigail hanya bisa memejamkan matanya dengan erat karena merasa ngeri dan jijik diperlakukan seperti itu. 

Sementara kepala tidak bisa bergerak-gerak karena dicengkraman erat oleh tangan Andi. “Ahhh….perkenalkan rudal gue ini sayang…..akhhh….” ujarnya sambil terus mengoles-oleskan batang kemaluannya diwajah Abigail, memutar-mutar dibagian pipi, dibagian mata, dahi dan hidungnya. Melalui batang kemaluannya itu Andi tengah menikmati kehalusan wajah Abigail. 

Andi Mengewe Abigail Sampai Tak Berdaya

Cerita Sex Terbaru - “Hai cantik !….sekarang sudah kenal kan dengan kontol gue ini, seberapa mahal sih wajah cantik elo itu hah ? sekarang kena deh ama ****** gue ini….”, sambungnya.Setelah puas dengan itu, kini Andi mendorong tubuh Abigail hingga kembali terjatuh kekasurnya. Sejenak dikaguminya tubuh Abigail yang tergolek tak berdaya ditempat tidurnya itu.

Baju seragam pramugarinya masih melekat rapi dibadannya. Baju dalaman putih dengan dasi kupu-kupu berwarna biru ditutup oleh blazer yang berwarna kuning tua serta rok pendeknya yang berwarna biru seolah semakin membangkitkan birahi Andi. 

Apalagi roknya agak tersingkap hingga pahanya yang putih mulus itu terlihat. Rambutnya yang panjang sebahu masih digelung sementara itu topi pramugarinya telah tergeletak jatuh disaat penyergapan lagi. “Hmmpphhh…mmhhh…”, sepertinya Abigail ingin mengucapkan sesuatu kepadanya, tapi apa perdulinya paling-paling cuma permintaan ampun dan belas kasihan. 

Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Abigail menjadi tengkurap, kedua tangannya yang terikat kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Andi itu kini mengusap-usap bagian pantat Abigail, dirasakan olehnya pantat Abigail yang sekal. Sesekali tangannya menyabet bagian itu bagai seorang ibu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak…Plak…”. “Wah sekal sekali pantatmu…”, ujar Andi sambil terus mengusap-usap dan memijit- mijit pantat Abigail. 

Abigail hanya diam pasrah, sementara tangisannya terus terdengar. Tangisnya terdengar semakin keras ketika tangan kanan Andi secara perlahan-lahan mengusap kaki Abigail mulai dari betis naik terus kebagian paha dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya. Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Andi, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Abigail agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Andi tadi langsung menusuk lobang kemaluan Abigail.

“Egghhmmmmm…….”, Abigail menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Andi masuk kedalam liang kewanitaannya itu. Badan Abigail pun langsung menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan, ketika Andi memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Abigail. 

Dengan tersenyum terus dikorek- koreknyalah lobang kemaluan Abigail, sementara itu badan Abigail menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan- rintihan yang teredam oleh kain yang menyumpal mulutnya itu “Ehhmmmppphhh….mmpphhhh…..”.Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Abigail pun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Andi kemudian mencabut jarinya. 

Tubuh Abigailpun dibalik sehingga posisinya terlentang. Setelah itu roknya disingkapkan keatas hingga rok itu melingkar dipinggulnya dan celana dalamnya yang berwarna putih itu ditariknya hingga bagian bawah Abigail kini telanjang. Terlihat oleh Andi, kemaluan Abigail yang indah, sedikit bulu-bulu tipis yang tumbuh mengitari lobang kemaluannya yang telah membengkak itu. 

Dengan bernafsunya direntangkan kedua kaki Abigail hingga mengangkang setelah itu ditekuknya hingga kedua pahanya menyentuh ke bagian dada. Wajah Abigail semakin tegang, tubuhnya gentar, seragam pramugarinyapun telah basah oleh keringat yang deras membanjiri tubuhnya, Andi bersiap-siap melakukan penetrasi ketubuh Abigail. “Hmmmmpphhh……….hhhhhmmmmppp…. ..”, Abigail menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Andi mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Abigail.

Hilangnya Keperawanan Abigail Di Tangan Andi

Hilangnya Perawan Pramugari-Dada Abigail Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Andi terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain Abigail masih perawan, usianyapun masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit. 

Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Andi berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya didalam vagina Abigail. Tubuh Abigail berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun menyadari bahwa malam itu keperawanannya akhirnya terenggut oleh Andi. “Ahh….kena kau sekarang !!! akhirnya Gue berhasil mendapatkan perawan elo !”, bisiknya ketelinga Abigail. 

Hujanpun semakin deras, suara guntur membahana memiawakkan telinga. Karena ingin mendengar suara rintihan gadis yang telah ditaklukkannya itu, dibukannya kain yang sejak tadi menyumpal mulut Abigail. “Oouuhhh…..baang….saakiitt…banngg….amp uunn …”, rintih Abigail dengan suara yang megap- megap. Jelas Andi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memopakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Abigail.

 “Aakkhh….ooohhhh….oouuhhhh….ooohhhggh… .”, Abigail merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot oleh Andi, badannya pun semakin menggeliat-geliat.

Tidak disadarinya justru badannya yang menggeliat-geliat itu malah memancing nafsu Andi, karena dengan begitu otot-otot dinding vaginanya malah semakin ikut mengurut-urut batang kemaluan Andi yang tertanam didalamnya, karenanya Andi merasa semakin nikmat. Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Andi terus menggenjot tubuh Abigail, Abigail pun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Andi menggenjot tubuhnya.

Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihan pun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan lemah, “Ahhh…..ahhhh…oouuhhhh. 

Dan akhirnya Andi pun berejakulasi di lobang kemaluan Abigail, kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Abigail. “A..aakkhhh…..”, sambil mengejan Andi melolong panjang bak srigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas. 

Puas sudah dia menyetubuhi Abigail, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menaklukan Abigail, puas dalam merobek keperawanan Abigail dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis cantik itu.Abigail menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa pasangannya telah berejakulasi karena disakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Abigail sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur.

Abigail yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali. Dengan mendesah puas Andi merebahkan tubuhnya diatas tubuh Abigail, kini kedua tubuh itu jatuh lunglai bagai tak bertulang. 

Tubuh Andi nampak terguncang-guncang sebagai akibat dari isak tangis dari Abigail yang tubuhnya tertindih tubuh Andi. Setelah beberapa menit membiarkan batang kemaluannya tertanam dilobang kemaluan Abigail, kini Andi mencabutnya seraya bangkit dari tubuh Abigail. Badannya berlutut mengangkangi tubuh lunglai Abigail yang terlentang, kemaluannya yang nampak sudah melemas itu kembali sedikit- demi sedikit menegang disaat merapat kewajah Abigail. 

Dikala sudah benar-benar menegang, tangan kanan Andi sekonyong-konyong meraih kepala Abigail. Abigail yang masih meringis-ringis dan menangis tersedu-sedu itu, terkejut dengan tindakan Andi. Terlebih-lebih melihat batang kemaluan Andi yang telah menegang itu berkedudukan persis dihadapan wajahnya. Belum lagi sempat menjerit, Andi sudah mencekoki mulutnya dengan batang kemaluannya. Walau Abigail berusaha berontak namun akhirnya Andi berhasil menanamkan penisnya itu kemulut Abigail.Nampak Abigail seperti akan muntah, karena mulutnya merasakan batang kemaluan Andi yang masih basah oleh cairan sperma itu.

Setelah itu Andi kembali memopakan batang kemaluannya didalam rongga mulut Abigail, wajah Abigail memerah jadinya, matanya melotot, sesekali dia terbatuk-batuk dan akan muntah. Namun Andi dengan santainya terus memompakan keluar masuk didalam mulut Abigail, sesekali juga dengan gerakan memutar-mutar. “Aahhhh….”, sambil memejamkan mata Andi merasakan kembali kenikmatan di batang kemaluannya itu mengalir kesekujur tubuhnya. Rasa dingin, basah dan geli dirasakannya dibatang kemaluannya. Dan akhirnya, “Oouuuuhhhh…Abiiii…sayanggg… ..”, Andi mendesah panjang ketika kembali batang kemaluannya berejakulasi yang kini dimulut Abigail. 

Dengan terbatuk-batuk Abigail menerimanya, walau sperma yang dimuntahkan oleh Andi jumlahnya tidak banyak namun cukup memenuhi rongga mulut Abigail hingga meluber membasahi pipinya. Setelah memuntahkan spermanya Andi mencabut batang kemaluannya dari mulut Abigail, dan Abigail pun langsung muntah-muntah dan batuk-batuk dia nampak berusaha untuk mengeluarkan cairan-cairan itu namun sebagian besar sperma Andi tadi telah mengalir masuk ketenggorokannya. 

Saat ini wajah Abigail sudah acak- acakan akan tetapi kecantikannya masih terlihat, karena memang kecantikan dirinya adalah kecantikan yang alami sehingga dalam kondisi apapun selalu cantik adanya. Dengan wajah puas sambil menyadarkan tubuhnya didinding kasur, Andipun menyeringai melihat Abigail yang masih terbatuk-batuk. 

Setelah Istirahat, Andi Kembali Mengenjot Abigail

Andi memutuskan untuk beristirahat sejenak, mengumpulkan kembali tenaganya Fantasi Malam Eropa. Sementara itu tubuh Abigail meringkuk dikasur sambil terisak-isak. Waktupun berlalu, jam didinding kamar Abigail telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Sambil santai Andi pun menyempatkan diri mengorek-ngorek isi laci lemari Abigail yang terletak disamping tempat tidur. 

Dilihatnya album foto- foto pribadi milik Abigail, nampak wajah-wajah cantik Abigail menghiasi isi album itu, Abigail yang anggun dalam pakaian seragam pramugarinya, nampak cantik juga dengan baju muslimnya lengkap dengan ****** ketika foto bersama keluarganya saat lebaran kemarin dikota asalnya yaitu Bandung. Kini gadis cantik itu tergolek lemah dihadapannya, setengah badannya telanjang, kemaluannya nampak membengkak.

Selain itu, ditemukan pula beberapa lembar uang yang berjumlah 2 jutaan lebih serta perhiasan emas didalam laci itu, dengan tersenyum Andi memasukkan itu semua kedalam kantung celana lusuhnya, “Sambil menyelam minum air”, batinnya. 

Setelah setengah jam lamanya Andi bersitirahat, kini dia bangkit mendekati tubuh Abigail. Diambilnya sebuah gunting besar yang dia temukan tadi didalam laci. Dan setelah itu dengan gunting itu, dia melucuti baju seragam pramugari Abigail satu persatu. 

Singkatnya kini tubuh Abigail telah telanjang bulat, rambutnya pun yang hitam lurus dan panjang sebahu yang tadi digelung rapi kini digerai oleh Andi sehingga menambah keindahan menghiasi punggung Abigail. Sejenak Andi mengagumi keindahan tubuh Abigail, kulitnya putih bersih, pinggangnya ramping, payudaranya yang tidak terlalu besar, kemaluannya yang walau nampak bengkak namun masih terlihat indah menghias selangkangan Abigail.

Hilangnya Perawan Pramugari-AbigailTubuh Abigail nampak penuh dengan kepasrahan, badannya kembali tergetar menantikan akan apa-apa yang akan terjadi terhadap dirinya. Sementara itu hujan diluar masih turun dengan derasnya, udara dingin mulai masuk kedalam kamar yang tidak terlalu besar itu. Udara dingin itulah yang kembali membangkitkan nafsu birahi Andi. Setelah hampir sejam lamanya memberi istirahat kepada batang kemaluannya kini batang kemaluannya kembali menegang. Dihampirinya tubuh telanjang Abigail, “Yaa…ampuunnn bangg…udah dong….Abigail minta ampunn bangg…oohhh….”, Abigail nampak memelas memohon-mohon kepada Andi.

Andi hanya tersenyum saja mendengar itu semua, dia mulai meraih badan Abigail. Kini dibaliknya tubuh telanjang Abigail itu hingga dalam posisi tengkurap. Setelah itu ditariknya tubuh itu hingga ditepi tempat tidur, sehingga kedua lutut Abigail menyentuh lantai sementara dadanya masih menempel kasur dipinggiran tempat tidur, Andi pun berada dibelakang Abigail dengan posisi menghadap punggung Abigail. 

Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Abigail selebar bahu, dan…. “Aaaaaaaaakkkkhh………”, Abigail melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Andi menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Abigail. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Andi berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Abigail. 

Setelah itu tubuh Abigail pun kembali disodok-sodok, kedua tangan Andi meraih payudara Abigail serta meremas-remasnya. Setengah jam lamnya Andi menyodomi Abigail, waktu yang lama bagi Abigail yang semakin tersiksa itu. “Eegghhh….aakkhhh….oohhh…”, dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok- sodok Abigail merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Andi. Andi kembali merasakan akan mendapatkan klimaks, dengan gerakan secepat kilat dicabutnya batang kemaluan itu dari lobang anus Abigail dan dibaliklah tubuh Abigail itu hingga kini posisinya terlentang. 

Secepat kilat pula dia yang kini berada diatas tubuh Abigail menghujamkan batang kemaluannya kembali didalam vagina Abigail. “Oouuffffhhh……”, Abigail merintih dikala Andi menanamkan batang kemaluannya itu. Tidak lama setelah Andi memompakan kemaluannya didalam liang vagina Abigail “CCREETT….CCRROOOT…CROOTT…”, kembali penis Andi memuntahkan sperma membasahi rongga vagina Abigail, dan Abigail pun terjatuh tak sadarkan diri. 

Fajar telah menjelang, Andi nampak meninggalkan kamar kost Abigail dengan tersenyum penuh dengan kemenangan, sebatang rokok menemaninya dalam perjalanannya kesebuah stasiun bus antar kota, sementara itu sakunya penuh dengan lembaran uang dan perhiasan emas. Entah apa yang akan terjadi dengan Abigail sang pramugari cantik imut-imut itu, apakah dia masih menjual mahal dirinya. Entahlah, yang jelas setelah dia berhasil menikmati gadis cantik itu, hal itu bukan urusannya lagi.

Kamis, 18 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Asisten Rumah Tangga Yang Bikin Sange Terus

 

Cerita Sex Terbaru Asisten Rumah Tangga Yang Bikin Sange Terus

Ceritafiksimalam - Cerita ini berawal ketika ane di mutasi perusahaan ke daerah Bogor karena kinerja ane di tempat asal kurang bagus..ane sempet putus asa dan yg lebih sedih ane harus pisah ma bokap yg ane sayangi.

Tapi karena kebutuhan akhirnya ane ambil juga itu keputusan untuk mutasi..Sesampai di Bogor ane dapet fasilitas kontrak rumah dari perusahaan,dan ane dapet di daerah pinggiran kota,lumayan lah type 36,ada 2 kamar plus perabotan udah ada di sana. 

Setelah 1 bulan berlalu ane kewalahan ngurusi itu rumah,maklum ane berangkat pagi,pulang malam,minggu pulang ke Bdg ketemu bokin ya jadinya itu rumah acak2an dan kotor banget..Ane ngerasa ga nyaman,dan ane mutusin untuk nyari orang buat ngurusi rumah.

Ane sempatkan datangi salah satu yayasan penyalur di kota Bogor,ane pilih 1 orang yg ane pikir bisa kerja,orangnya biasa aja,masih muda,umur 20 tahun,aslinya dari daerah di jw tngh,dan 1 yg bikin ane pilih dia,dia keliahatan cekatan saat ane melihat cara praktek di beberapa orang yg di tawarkan. 

Sebenarnya kalau ane emang niat macem2,ane bisa aja pilih yg genit, karena ada beberapa orang yg matanya tuh menunjukan kalo pilih gw aja dan sedikit centil..lanjut. Ane minta Susi (sebut aja bgitu) di antar ke rumah hari sabtu,karena ane pikir hari minggu ane akan pergi dan ane minta susi untuk bersihin rumah. 

Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar susi,dan ane lunasi biaya administrasi,lalu jadilah susi bekerja di rumah ane..Hari minggu ane tinggal dia di rumah,untuk bersih2 dan cuci baju ane yg udah menggunung..Hari senin pagi ane datang ke rumah,ane seneng banget rumah udah bersih,rumput2 di bersihin depan rumah..baju ane pun udah pada wangi di setrika ma doi..Karna ane puas,ane kasih doi uang jajan 50 ribu.

Dia seneng banget,ane bilang itu di luar gaji dan uang makan..ane kasih dia uang makan karena ane ga pernah makan di rumah,jd di rumah gak pernah masak..hari2 berlalu,ane emang tidak pernah memandang status orang dari pekerjaannya,walaupun susi adalah pembantu,tp dia sering cerita tentang pribadi,tentang orang tua di kampung dll. 

Awal Mula Kedekatan Saya Dengan Asisten Rumah Tangga Susi

Dari situ ane tau bahwa ortu susi cerai,dan susi di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga,ane juga tahu bahwa susi di kampung punya pacar,dan pacarnya itu sering telp tiap hari,susi kadang mengeluh juga karena pacarnya ini sering minjem duit tp ga di bayar. 

Ane sering nasihati dia supaya lebih hati2 dalam pacaran,lebih2 cowok kayak gitu..dan dia pun mengangguk..Kami tiap malam nonton tv bareng,kadang becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dsb..kadang kalau ane lagi ada duit ane beliin dia baju karen aane tahu bajunya itu2 aja..skip..tak terasa sudah 3 bulan susi kerja di rumah,dan kelihatan dia sangat betah,terlihat dari badan dia yg sekarang jd lebih gemuk di banding saat pertama datang..tp hal itulah yg mengganggu pikiran ane..body nya justru bikin ane gusar..toketnya yg dulu kelihatan kecil tp sekarang malah kelihatan nyembul…bokongnya yg dulu biasa aja sekarang jd menarik…haduh…ane pikir bahaya ni..tp ane buang jauh2 perasaan itu.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Aku Harus Mengorbankan Tubuhku Karena Hutang

Diam2 ane suka ngintip dia kalo habis mandi…kadang ane juga curi2 pandangan ke arah pahanya kalau dia lg pake baju daster dan duduk sembarangan…

Suatu hari ane dapet tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan,ane pun harus pergi selama 2 minggu..ane pergi dan sebelumnya ane pamit ke susi berpesan supaya hati2 jaga rumah selama ane pergi..Di kalimantan ane sms menanyakan kabar,dan ane beranikan untuk sms yg bernada memancing..seperti km udah mandi belum susi manis?…dan dia pun membalas dengan udah aa sayang…Dan ane pancing2 dia denga sms bahwa sebenarnya ane suka ma dia…tp takut di tolak karena susi udah punya cowok..Tak di sangka susi membalas dengan sms yg sangat mengagetkan aa kenapa ga bilang,susi juga suka banget ma aa,tp susi takut,susi kan cuma pembantu..wah..ini yg ane tunggu…ane tlp dia..dan kita pun ngobrol panjang lebar tentang seringnya ane curi2 pandang.

Ane pun pulang ke Bogor,ane langsung menuju rumah..susi menyambut dengan senyuman malu…ane pun mencubit lengannya..tanda kangen..Ane beranikan mengajak susi ngobrol malam itu…kami pun ngobrol..tp terlihat sekali susi sangat kaku dan tidak seperti biasanya…ane bertanya kenpa sus…ga apa2 a susi menjawab.

Ane duduk mendekati susi..dia sangat terlihat gelisah..ane dekatkan bibir ane ke bibir susi..susi sedikit menghindar..tp ane udah pengen banget mencium susi..ane sedikit memaksa dan kami pun berciuman…ane mainkan lidah ane di di bibir susi…kami pun bergumul mesra dengan hangatnya…di temani hujan bibir kami saling bermain.

Hari Dimana Saya Dan Susi Bertempur Hebat

Ceritasexterbaru - Malam itu tak terjadi apa2..ane ga ingin buru2 melakukan sesuatu..ane takut susi akan minta pertanggungan jawab bila ane exe dia malam itu..esok hari nya sepulang kerja ane langsung mandi…kami pun ngobrol..sudah mulai cool…suasananya udah mulai seperti biasa lg..susi nonton tv,ane di sebelahnya,yg berbeda adalah sekarang susi udah berani duduk dekat2 nempel ke ane..Ane membuka pembicaraan..ane bertanya tentang hubungan susi dengan pacarnya di kampung sejauh apa hubungan yg mereka lakukan..Susi bercerita bahwa mereka memang sering berciuman..dan susi juga pernah pegang punya cowoknya..begitu pula sebaliknya…sambil berpura2 cemburu aku pun pergi ke kamar..Susi mengejar ane ke kamar..dia minta maaf..dan bilang bahwa susi masih perawan…

Ane bilang gak percaya…karena blm membuktikannya..kami pun sedikit ngadu argument..dan ane minta pembuktian kalo susi memang masih benar perawan.

Tak di sangkan susi langsung membuka daster yg di pakainya…susi akan buktikan kalau susi memang masih perawan..kata susijangan sus,aku ga berani tanggung jawab kalo sampai terjadi sesuatuane bilang begituaa ga usah mikirin tanggung jawab,yg penting susi kan buktikan kalau memang susi masih perawn,susi mendekati ane hanya mengenakan BH dan CelDam…

Ane konak gan…ga tahan..melihat secara langsung apa yg selama ini ane inginkan…oh shit…ane bingung..di tengah kebingungan ane,bibir susi sudah melumat bibir ane…kita berciuman di pinggir tempat tidur…tangan ane secara replex mulai bergerilya menuju gunung kembar susi…ane ga kuaaaaaat (dalam hati ane menahan nafsu ini)..Ane terus belai toket susi…ane buka bra yg membungkusnya..ane rebahkan susi di ranjang..susi tersenyumm..oh..ane mulai melumat pentil susunya…tangan ane mulai bergerilya di paha susi…susi pun melenguh ohhh…tangan ane menuju selangkangan susi…bermain si pinggiran celana dalam yg masih membungkus meki susi..ane terus benjilati puting susu susi yg mulai keras…tangan ane pun membuka celana dalam yg di pkai susi…susi melenguh kembali..oooohhhh….

Ane secara cepat membuka celana pendek dan kaos ane…ane pun membuka CD yg ane pakai…kembali ane lumat bibir susi…tangan ane mulai mengelus pinggiran meki susi…susi pun men desah aaaaahhhh…Tangan ane mulai menyibak meki susi yg di tumbuhi bulu yg tidak terlalu tebal…jari ane menari2 mengelus klitoris susi…susi pun tambah mendesah AAAAAAHHHH

Jari ane bermain2 di bibir lobang meki susi…bibir ane bermain di toketnya…dan tangan susi pun mulai mengeleus2 konto ane yg udah keras n panas…aa..punya aa gedee… susi berbisik..

Fantasi Malam Indonesia Ane tersenyum sambil kembali melumat bibir susi dan memainkan jari di mekinya…Bibir ane pindah ke toketnya….lalu turun menjilati perutnya…dan sampailah di pertigaan selangkangan susi…Ane buka perlahan belahan paha susi…ane pun mulai merunduk…ane sibak kedua belahan meki susi…dan lidah ane mulai bermain di bibir meki susi…oooh…mantapnya meki perawan…AA..AAAAAhhh..susi mendesah ketika bibir mekinya ane jilati…lidah ane mulai menusuk2 lobang mekinya…dan sekali2 lidah ane bermain di klitoris susi…aaooooooughhhh…....susi mendesah semakin keras…ane menjilati mekinya -+ 15 menit..ane pun kembali melumat toket susi….pentilanya ane jilati melingkar..jari ane terus bermain di bibir meki susi yg mulai basah di bajiri cairan kenikmatan…

Susi terus mendesah..ouwgh..aa…ouwgh..aa…dia memanggil ane dalam desahannya..Tak menunggu lama,ane siapkan rudal konti ane yg udah keras banget…ane arahkan ke meki susi yg udah basah…ane lebarkan pahanya…ane taptkan di lobangnya..dan ane tekan pelan2….aa…ouwgh…susi mendesah….aa…sakit….ouwgh…susi sedikit meringis ketika konti ane mulai masuk ke mekinya…konti ane semakin dalam…aa…sakit……oughwwhhh..susi mndesah sambil menutup matanya….Ane cabut pelan2…ane tekan lagi…ane cabut lagi…ane tekan lagi…dan seterusnya….owgh..aa…oegh…owgh…ooooooh…desahan susi semakin terdengar…

Ane pun mengenjot konti ane di mekinya…dan tiba2 keluarlah darah keperawanan dari lobang meki susi….…ane genjot lagi lebih cepat…darah semakin banyak….ane genjot terus…aa…sakiiiiiit….owwwuuuuuuuggggghhh…susi mendesah sambil terpejam matanya..Ane genjot terus…sabar sayang…bentar lagi sakitnya hilang…ane menimpali sambil terus menggenjot..konti ane keluar nasuk di meki susi….sampai darah perawannya tak lagi keluar…

Ane goyang2 di dalam mekinya…ane hujam lebih dalam…oooooooooooowwwwwwwghhhhhh…susi menjerit…mekinya semakin licin…menandakan susi udah mendapatkan O…dan ane pun memepercepat genjotan ane….OOOOOOOOOOOOOOOOOOWWWWWWGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH….susi menjerit kenikamatan…susi mencengkeram pundak ane…..tangannya mencakar bokong ane…dan croooooooot….ane pun orgasme…..sperma ane memenuhi lobang meki susi….

Ane memeluknya…dan susi pun tersenyum…percaya kan kalo susi masih perawan? tanya susi pada aneiya aku percaya…ane pun tersenyum…dan kami pun berpelukan…Ane minta susi supaya kencing dulu…dan membersihkan mekinya…ane pengen malam ini 5 ronde..hehehe…kami pun bermain hingga pagi hari…esoknya ane ajak susi ke bidan yg jauh dari rumah ane…ane minta susi untuk KB…susi pun KB suntik…dan kami pun hingga sat ini masih berhubungan..1 yg membuat ane ga bisa lepas dari susi…mekinya wangi…dan nikmat banget saat di oral…beda dengan bokin ane yg kadang ada bau tak sedapnya…

Ane jd jarang pulang ke bdg,ane malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex seharian bareng susi…semua gaya udah kami mainkan…bahkan anal sudah kami praktekan…Susi tak pernah minta ane menikahi dia..karena dia pun tak mungkin memutuskan hubungan dengan pacarnya di kampung yg sudah di jodohkan oleh ortunya…entah sampaia kapan kami begini…tp jujur..nikmat sex bukan karena status..tp karena barang…heheheBuat agan2 yg suka maen ma pembokatnya,saran dari ane,pembokat juga manusia,yg butuh kasih sayang dan materi,selain gaji 750rb ane kasih tambahan 1 jt perbulan buat susi plus uang jajan 50 rb tiap hari agar meki yg mantap itu di jaga dan di rawat demi kepentingan bersama..dan satu lagi,buatlah komitment agar sang pembokat tidak menuntut anda menikahinya..dan ini adalah hal yg paling penting!!!.

Sabtu, 13 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Punya Pacar Jepang Yang Hyperseks

Cerita Sex Terbaru Punya Pacar Jepang Yang Hyperseks

Ceritafiksimalam - Rheena gembira mendengar aku akan kembali ke Jakarta. Tapi untuk ganti suasana, aku usulkan untuk bercinta di tempat lain yang kami berdua belum pernah kunjungi. Seteh pilih-pilih tempat dan disesuaikan dengan ukuran kantong kami, kami lalu memilih Kuala Lumpur, sekalian meninjau Petronas Twin-Towers.Jadilah aku terbang ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, Rheena langsung kukabari namun karena Rheena masih masuk kantor dan akupun sibuk urusan imigrasiku, kami baru bisa janjian ketemu pada hari sabtu, padahal esoknya hari minggu sudah musti berangkat ke Kuala Lumpur.Singkat Cerita, kami berdua bertemu di Cengkareng, tanpa ciuman dan gandeng tangan, kami menuju counter check-in, tak lama kemudian kami berdua sudah duduk di kursi pesawat yang siap berangkat ke Kuala Lumpur. Setelah pesawat mengudara dan seat-belt sudah boleh dilepas, tangan Rheena mampir di pahaku, otomatis batangku jadi tegang. Karena aku pakai Jeans, batang kemaluanku jadi agak sakit. Ia rupanya sudah paham.

Adikmu sakit ya Mas? tanyanya bercanda sambil mengelus-elus pahaku. Batang kemaluanku menjadi semakin tegang. Aku lalu meminta selimut kepada awak cabin, bukan kedinginan karena AC, tapi supaya tidak ada yang lihat aku melonggarkan ikat pinggang dan menurunkan resletingku. 

Karena pakai selimut tangan Rheena menjadi lebih berani masuk ke celah resletingku, akhirnya mencapai batang kemaluanku yang masih ditutup celana dalamku yang sudah basah setempat.Meskipun Rheena sungguh pandai dalam merencanakan rangsangan, posisi kursi pesawat tidak memungkinkan berbuat macam-macam tanpa ‘bikin heboh’. Dengan terpaksa kutahan nafsu birahiku, tapi aku tetap mau balas biar iapun jadi ‘susah’. Dari dalam selimut, tanganku mengelus-elus dadanya. Sengaja aku tidak memasukkan jari-jariku ke dalam bajunya, cukup kuelus dari luarnya saja. Setelah kulihat Rheena menjadi agak tidak tenang. Ia mendengus pelan, Enghh.. hh..

Tanganku kuturunkan ke pahanya dan terus ke antara kedua pahanya. Aku berhasil membuatnya merasakan rangsangan birahi yang aku tahu tak bisa disalurkan.

Kami Bercinta Di Hotel Yang Ada Di Kuala Lumpur

Ia cuma bisa mendesah, Hhh.. hh.. hh..Setengah perjalanan sudah berlalu, kami berdua masih terus saling meraba dengan tujuan merangsang pasangan masing-masing supaya pada ‘nggak tahan’ lagi. Tapi tiba tiba harus kami stop karena ada seorang wanita meminta bantuan, rupanya TKW yang tidak tahu cara mengisi kartu registrasi kedatangan untuk bandara Kuala Lumpur. Karena terganggu nafsu kami jadi hilang dan kami berdua jadi senyum-senyum sendiri.Tiba di Kuala Lumpur, kami langsung menuju hotel MLA di sekitar jantung kota Kuala Lumpur. Seperti biasanya check-in, diantar oleh pelayan hotel ke kamar, pasang tanda DO NOT DISTURB di gagang pintu, kunci pintu.

Sayang.. akhirnya sampai juga ya, membuka keheningan.

Aku merasa badanku agak hangat dan sendi-sendiku agak linu seperti mau sakit flu. Soalnya baru perjalanan jauh dari Brisbane ditambah kemarin (Sabtu, baca kisah Membuat Score Bersama) baru saja ML ‘keluar bareng’ di Jakarta.

Aku tahu kalu ia sudah malas ngomong berarti aku harus tahu diri jangan kaya NATO (No Action Talk Only) yang dulu. Kupeluk ia dengan lembut dan mesra dari belakang, kedua telapak tanganku menelungkupi kedua buah dadanya, kucium belakang telinganya lalu turun ke leher kanan, kukecup dan kusedot lehernya.

Enghh.. sshh.., ia mulai mendesis, ia tak kuatir lagi akan tanda merah di lehernya.Ciumanku perlahan pindah ke leher kiri sambil kedua tanganku mengangkat bajunya ke atas. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas memudahkan bajunya dilepas keatas. Bajunya kulemparkan ke kursi, aku lalu membuka bajuku sendiri.

Aku tetap berdiri dibelakang Rheena, kini aku telah bertelanjang dada sedang tubuh bagian atas Rheena hanya mengenakan BH. Kembali kupeluk ia dari belakang, bibirku mencium telinganya, kedua tanganku bergerak naik dari perutnya kebawah buah dadanya. Perlahan jari-jari tanganku menyelip keatas kedalam BHnya, langsung menangkup kedua buah dadanya.Aduh.. Ari.. enak.. auuhh

Tangan kiriku tetap terus menyelip di dalam BHnya sedang tangan kananku bergerak keluar lalu ke punggungnya, melepaskan Klip BHnya. Lepaslah BHnya, kini kedua tanganku bebas memutar-mutar kedua putingnya secara bersamaan.


Auh.. enghh.., desisnya makin jelas terdengar. Sejenak kemudian ia mendadak berbalik sehingga tanganku terlepas dari buah dadanya. Ia lalu mencium dan melumat bibirku. Tanganku yang tadi terlepas sekarang telah menemukan kembali kedua buah dadanya yang kini berada didepanku.

Fantasi Malam Jepang, Kuelus-elus kedua buah dadanya lalu kupencet lembut putingnya dengan ibu jari dan jari telunjukku.Tanpa melepas ciumannya, tangan-tangan Rheena membuka ikat pinggangku dan membuangnya ke kursi. Resletingku diturunkan, otomatis Jeansku jadi longgar, lalu Rheena turun berjongkok di depanku menurunkan Jeansku yang sudah longgar itu. Batang kemaluanku sudah mengeras, ujung kepalanya nongol sedikit dari atas celana dalamku yang berwarna merah. Ia lalu menempelkan hidungnya ke batang kemaluanku dari luar celana dalamku sambil jari telunjuk kanannya disentuh-sentuhkan keujung kepala kemaluanku yang nongol dari celana dalamku.

Dengan telunjuknya itu, ia oles-oleskan cairan beningku hingga merata ke topi bajaku, lalu dipelorotkan celana dalamku akibatnya batang kemaluanku mental kedepan seperti pegas dan mengenai hidungnya. Ia mendongak dan memundurkan sedikit hidungnya sambil membuka mulutnya, otomatis kepala kemaluanku jatuh kedalam mulutnya. Ia lalu menutup mulutnya dan menghisap kepala kemaluanku sambil melirik keatas menatap mataku.Oh.. nikmat sekali hisapan mulutnya itu. Tanpa memegang batang kemaluanku, ia terus menghisap, mengulum dan pelan-pelan memasuk-keluarkan kemaluanku. Sulit kunyatakan enaknya kuluman dan hisapannya. Setidaknya 15 menit aku terlena dalam keadaan berdiri. Selang beberapa saat aku ingin gantian kerjain dia, kuangkat, kugendong lalu kurebahkan tubuhnya terlentang diatas ranjang. Aku sudah dalam keadaan telanjang sedangkan ia masih memakai celana panjang meskipun bagian atasnya sudah tanpa busana lagi.

Aku lalu berjongkok disisi bawah tempat tidur, membuka ikat pinggangnya, menurunkan resletingnya lalu menarik lepas Jeansnya. Celana dalamnya kelihatan agak lembab, segera aku tarik turun lewat kakinya. kini lengkaplah sudah ia telanjang bulat dihadapanku. Kutarik kakinya supaya pantatnya rata dengan tepi tempat tidur dimana aku berjongkok.Ia sudah dapat menebak apa yang akan kulakukan makanya iapun membuka kedua pahanya. Aku tahu kemaluannya sudah ingin dijilati dan digelitiki oleh lidahku, tapi aku memulainya dengan menjilati pangkal pahanya dulu, yang kanan lalu yang kiri, kemudian malah naik keperut. Pantatnya bergerak-gerak, iapun menggeliat dan mengerang, Emmhh.. uusshh

Aku masih belum mau menjilati vaginanya. Sambil menciumi perutnya, kusibak bulu-bulu kemaluannya sehingga tampak belahan bibirnya. Jari telunjuk kananku kumasukkan pelan-pelan kedalam lubangnya lalu pelan-pelan kuputar-putar sedangkan ciumanku terus bergerak naik kedadanya.Auh.. aduh.. Ari.. kamu gila..

Akupun jadi makin bernafsu, kusedot puting kanannya sedangkan puting yang kiri kujepit dengan jari-jari tangan kiriku sementara jari telunjuk tangan kananku masih tenggelam di dalam lubang kemaluannya. Sesekali kurasakan cincin vaginanya menjepit jariku. Meski dalam keadaan terangsang, aku masih bisa terkagum-kagum, bagaimana mungkin jari telunjukku sekecil ini bisa dijepit sekeras ini. Kalau tidak merasakan sendiri rasanya aku sulit percaya. Puting susunya terus kelumat, sedot dan di dalam mulutku kujilati ujungnya. Rheena hanya bisa memegang rambut dan kepalaku sambil menahan kenikmatan yang menderanya.

Kini kurasakan sudah saatnya mulutku kuturunkan dari buah dadanya, sasarannya adalah celah diantara kedua pahanya. Kubuka kedua pahanya lebih lebar lagi sehingga belahan vaginanya ikut sedikit membuka. Segera kubenamkan lidahku membelah celahnya. Kali ini ia langsung menjerit Awh.. uh.. mengejang, tak sadar badannya agak bangun membungkuk keatas. Lidahku lalu menyapu belahannya itu keatas dan kebawah sambil kedua tanganku mengelus-elus pangkal pahanya dan sekitar lubang kemaluanya, sesekali kutekan-tekan gundukan bibir kemaluannya.

Ouh.. Ari.. terus sayang.. uuhh.. sayang.. aduhh

Seranganku kutingkatkan lagi, dengan jari-jari tanganku kubuka lebih lebar lagi belahan vaginanya sampai kulihat bagian dalam kemaluannya yang kemerahan. Segera kusapu lagi dengan lidahku.

Aawww.. Ri.. aduh.. terus sayang..terus..aduh.. gila kamu Ri..Rasanya hampir 20 menit mulut dan lidahku menempel dan menyapu lubang kemaluannya, sudah waktunya bagiku untuk memasukkan penisku kedalam lubang kemaluannya ini. Kemaluanku pun sudah mengeluarkan cairan bening dari tadi. Aku lalu bangun berdiri tetapi agak berkunang-kunang karena terlalu lama jongkok. Tanpa buang waktu lagi, kuarahkan penisku ke lubangnya yang sudah basah akibat liurku dan cairan vaginanya. Bless.. masuklah batang kemaluanku ke dalam vaginanya. Rupanya ia memang sengaja tidak ‘mengunci’ cincinnya itu dengan begitu tidak terlalu sulit untuk menembusnya.

Dengan tetap berdiri di tepi ranjang, aku bergerak memompa maju mundur. Lagi-lagi ia masih belum mau menggunakan cincinnya itu sehingga aku masih dapat memompa maju mundur dengan cepat, tetapi erangannya makin keras terdengar setiap batangku melesak masuk. Aku terus memompa dengan cepat tanpa istirahat, aku berharap benar dengan gaya baru kali ini aku dapat membuatnya ‘keluar’ lebih dahulu. Harapanku rupanya cuma tetap jadi harapan, sudah lewat 25 menit sejak kumasukkan kemaluanku dan bergerak non-stop mengocoknya begini, masih belum ada tanda-tanda ia akan ‘keluar’.Karena ‘olah raga memompa maju mundur’ ini kulakukan terus-menerus sembil berdiri, keringatku mulai keluar membasahi tubuhku, pinggangku mulai capek, tapi kumantapkan niatku untuk bertahan mengocoknya.

Aku lalu bilang padanya, Masih bandel juga ya? Aku pengen liat, kamu atau aku yang keluar duluan.Baru selesai omong, tiba-tiba kurasakan sulit untuk maju mundur karena batangku seperti dicengkram oleh cincin vaginanya. Auhh.. kini giliran aku yang keenakan. Rupanya aku omong terlalu sesumbar sehingga ia ingin ‘memberi pelajaran’ padaku. Batang kemaluanku benar-benar seperti dicengkram dan diremas, seret sekali masuk keluarnya. 15 menit kembali lewat, kini penisku sudah mulai berdenyut-denyut rasanya kali ini kok aku bakal nggak kuat menahan jepitannya.

Kamu capek Say? sekarang gantian ya, lepas dulu dong, lalu kamu naik kesini sambil sandaran kedinding ya. Akupun mencabut batang kemaluanku dari vaginanya. Tanganku ditariknya agar aku naik ke ranjang. Ia lalu bantu mendorong agar aku bergerak menyandar ketembok dibelakang tempat tidur.Setelah aku duduk disisi atas tempat tidur sambil bersandar ketembok Rheena naik ke pahaku, berjongkok lalu memasukkan batangku ke vaginanya, lalu pelan-pelan menurunkan tubuhnya hingga duduk di selangkanganku. Ujung kemaluanku rasanya seperti mentok ke dinding rahimnya.Ia melingkarkan kedua tangannya ke belakang leherku lalu bibirnya mencium dan melumat bibirku, kedua buah dadanya terasa menekan dadaku. Kurasakan batang kemaluanku yang sedang terbenam menjadi tambah mengeras dan berdenyut didalam kemaluannya.

Cengkraman cincinnya kembali mendera batang kemaluanku, kini iapun menambah serangannya dengan menaikturunkan tubuhnya sambil ‘cincin’ vaginanya menjepit kemaluanku sedang mulutnya mengunci mulutku. Kedua buah dadanya menekan dan menggesek dadaku.Dalam kurang dari 15 menit aku sudah dibuat megap-megap menahan serangannya. Iapun berhenti naik turun untuk meberi aku napas, namun cincin vaginanya tetap ia rapatkan. Aku sungguh heran, bagaimana ia bisa mempertahankan kontraksi cincinnya non-stop selama itu. Ia tersenyum penuh kemenangan, katanya Kalau aku mau sekarang ini kamu sudah kalahDalam hati aku mengakui bahwa ia benar. Akupun menjawab, Ok, akhirnya kamu menang.

Aku masih heran kok aku bisa dikalahkan dalam total waktu hanya sekitar 1 jam 30 menit, padahal biasanya ‘pertarungan’ku dengan Rheena umumnya mencapai total 4 atau 5 jam, itupun selalu berakhir seri 1 – 1 karena sama sama sepakat mengalah untuk ‘keluar’. Aku masih belum sadar bahwa aku sudah mulai kena flu sejak tiba di Airport tadi dan sampai sekarang belum istirahat.

Rheena mencium keningku, pipiku dan bibirku, sambil terus mempermainkan cincin vaginanya. Jepit, longgar, jepit, longgar, mungkin istilahnya empot ayam. Ia tidak menaikturunkan pantatnya karena ia sadar akan kondisiku yang hampir di puncak, namun ia mau agar aku merasakan nimatnya ‘proses ke puncak’ tanpa sampai ‘kelewatan’.Udahan dulu ya, kita mandi yuk, kan dari Jakarta sampai sekarang belum mandi, tawarnya.

Boleh.. biar istirahat dikit.. kamu nyalain dulu airnya ya biar bath-tub nya terisi, kataku.

Kami Kembali Bertempur Saat Sedang Mandi

Cerita Sex Terbaru - Ia menaikkan pantatnya melepas batang kemaluanku dari vaginanya lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi dan menghidupkan kran air di bath-tub. Aku kemudian bangkit juga menuju ke kamar mandi. Kulihat ia sedang duduk di closet membersihkan vaginanya yang basah dengan campuran cairan beningku dan lendir vaginanya.Meski air dalam bath-tub belum terlalu dalam, aku langsung masuk dan duduk berendam sambil bersandar pada dinding bath-tub. Batang kemaluanku yang masih keras itu pelan-pelan melemas setelah terendam dalam air. Rheenapun masuk ke bath-tub dan ikutan duduk berendam. Iseng-iseng tangannya mengelus-elus batang kemaluanku untuk membersihkan lendir yang melekat di batang kemaluanku. Elusan jari-jari tangannya membuat kemaluanku kembali menegang. Ia tertawa kecil saat merasakan ‘anuku’ berdenyut mengeras di tangannya. Setelah dilihatnya kemaluanku sudah bersih, ia bilang, Coba mundur dikit dong. Akupun bergerak mundur dan bersandar pada ujung bath-tub untuk memberi ruang yang lebih panjang baginya.Ia lalu mencabut sumbat bath-tub sehingga airnya pelan-pelan berkurang. Setelah airnya hampir habis, turun hingga setinggi biji kemaluanku, sumbatnya dipasang lagi. Kini batang kemaluanku berada di atas permukaan air sedangkan biji kemaluanku setengah tenggelam.

Tangannya kembali mengelus-elus batangku, lalu ia mengambil posisi nungging di depanku. Pelan-pelan kepalanya diturunkan dan mulutnya diarahkan ke kepala kemaluanku. Mulutnya membuka lalu mencaplok kepala kemaluanku, tangan dan siku kirinya dipakai menunjang tubuhnya agar tetap menungging sedang jari-jari tangan kanannya mengocok batang kemaluanku maju mundur. Mulutnya sampai kempot menyedot kepala kemaluanku. Aduhh.. rasanya sungguh luar biasa.Sesaat kemudian, jari-jari tangan kanannya bergerak maju memegang pangkal batang kemaluanku sambil mulutnya bergerak maju-mundur. Nikmat yang kualami sungguh tak terbilang.. ini adalah oral seks yang ternikmat dalam hidupku. Sampai saat ini masih yang ternikmat bagiku. Mulutnya terus maju mundur sampai batangku kelihatan memerah, kemudian fokusnya dialihkan ke sekitar leher kemaluanku. Dihisap-hisapnya kepala kemaluanku sampai dilehernya, digigit-gigit kecil belakang topi bajaku, lidahnya disapu-sapukan kelilingnya, lalu kepala kemaluanku dicaplok dan disedot dengan kuat lalu dikulum-kulum. Lidahnya menari-nari didalam mulutnya menyentuh-nyentuh lubang pipisku. Setelah itu kembali ia maju mundurkan mulutnya namun hanya sampai dilehernya saja, tidak sampai kepala kemaluanku keluar.Rupanya Rheena ingin menunjukkan bahwa tidak hanya vaginanya saja yang bisa ‘mengalahkanku’, ia ingin ‘mengalahkanku’ dengan mulutnya.

Ia terus-menerus menjilat, mengulum dan menghisap batang kemaluanku hingga aku benar-benar merem melek dibuatnya. Tetapi pada dasarnya aku memang tidak pernah bisa ‘keluar’ dimulut wanita jika tidak kupaksakan sendiri untuk ‘keluar’ (Istriku pernah menyedotku selama 45 menit hingga lehernya pegal dan aku tetap tidak keluar), namun Rheena tak tahu akan kebiasaanku ini sehingga ia berpikir aku pasti ‘keluar’ oleh serangannya.Setelah hampir 20 menit non-stop menyerangku, ia melirikku lalu melepaskan mulutnya dari kepala kemaluanku.

Enak nggak? tanyanya sambil tangan kanannya tetap memegang batangku.

Ini yang paling enak dari semuanya, kataku.

Naik lagi ke tempat tidur yuk.. tapi gendong ya.. capek sih, katanya.

Aku keluar dari bath-tub lalu menariknya agar bangun kemudian menggendongnya ke ranjang. Kami sudah tidak perduli lagi bahwa tubuh kami masih setengah basah.Aku kembali berada diatasnya dengan posisi push-up, ia membimbing batang kemaluanku masuk ke lubangnya, bless.. masuklah batangku. Ia memekik, Awk.. agak sakit karena masih seret. Aku terus memacu pantatku menyodok lubang kemaluanku. Disetiap hentakan pantatku ia selalu heboh Awww..awww..Rasanya 15 menit berlalu, kemaluanku rasanya sudah berdenyut-denyut lagi, artinya aku sudah hampir di puncak. Agar tidak kalah, aku kurangi ke cepatanku lalu aku minta ganti posisi.Sambil menjaga agar kemaluanku tidak lepas, kami berbalik, kini ia berada diatasku. 

Sejenak ia hanya duduk saja diatasku tidak bergerak. Ia rupanya menikmati denyutan batang kemaluanku. Kurasakan jepitan vaginanya meningkat seakan-akan memeras batangku. Setelah hampir 10 menit kemudian. Ia melihat aku sudah ‘hampir sekarat’ karena permainan jepitan vaginanya, ia lalu meletakkan kedua lenganku ke atas kepalaku dan dipegangnya dengan kedua tangan kanannya yang juga untuk menopang tubuhnya. Mulutnya diturunkan mencium bibirku sambil pantatnya mulai dinaik-turunkan. 

Puting buah dadanya yang bergantung-gantung menggesek-gesek dadaku menambah sensasi nikmat serangannya. Saat kemaluannya ditarik sampai ke leher kemaluanku jepitannya dilonggarkan, saat mau diturunkan dikeraskan lagi dan seterusnya.Kini aku benar-benar ‘sudah sekarat’. Ia justru mempercepat gerak naik turun pantatnya.

Aku mencoba mati-matian bertahan, setiap kali pantatnya diturunkan, aku mengejang dan mendengus Enghh.. enghh.. enghh.. enghh, tetapi aku tidak mampu bertahan lagi. Rasanya kurang dari 5 menit setelah ia mempercepat naik-turun sambil menjepit, kemaluanku berdenyut-denyut dan akhirnya, Uhh.. pertahananku jebol, aku muncrat di dalam lubang kemaluannya. Disaat kemaluanku berdenyut menyemprot air maniku, ia terus naik turun dan mengeraskan cincin vaginanya. Lemaslah tubuhku, seluruh otot-ototku rasanya terlepas dari tulangku, kenikmatannya betul-betul enak.Rheena tidak langsung bangkit, ia hanya berbaring di dadaku dengan batang kemaluanku masih menancap di vaginanya. Pelan-pelan batang kemaluanku melemas. 

Campuran sperma dan lendirnya mengalir keluar dari lubangnya, meleleh ke selangkanganku dan ke sprei ranjang. Ia menggeliat ke telingaku dan berbisik Satu nol ya.., sambil tersenyum.Pembaca, itulah hari pertama kami di Kuala Lumpur. Tubuhku rasanya agak lemah, tapi aku masih saja berpikir Ah tidak apa-apa, mungkin sebentar lagi juga pulih. Hari kedua dan seterusnya kami tetap hangat bercinta. Sesekali aku masih bisa menang namun lebih banyak kalah.Tubuhku sudah tambah lemah, aku akhirnya sadar sudah jatuh sakit.

Di hari ke delapan terakhir sesaat sebelum meninggalkan hotel menuju bandara, aku masih nekat ‘menantangnya’ lagi dengan kekuatan terakhir, hasilnya aku ‘kalah’ lagi. Aku sudah tak ingat berapa skor akhir kami, yang jelas aku ‘kalah’.Dibandara kami berpisah, pesawatku berangkat dahulu kembali ke Australia sedangkan Rheena sejam kemudian kembali ke Jakarta. 

Dipesawat suhu tubuhku kian naik, otot-otot tubuhku rasanya linu dan tidak bertenaga. 7 jam perjalanan cuma bisa di kursi saja tambah menyusahkan. Setibanya di rumah, aku benar-benar jatuh sakit, sempat muntah-muntah pula. Untung waktu cuti kerjaku belum habis sehingga tidak perlu ditambah dengan cuti sakit lagi. Tetapi yang paling sebal, aku penasaran dikalahkan oleh Rheena, telak lagi. Seharusnya aku istirahat terlebih dahulu setelah tiba di Kuala Lumpur hingga flunya hilang dulu dan tidak langsung ngajak ‘perang’, toh masih ada hari-hari esoknya.Sayangnya aku tidak dapat membalas kekalahanku karena itulah terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Pada kedatanganku ke Jakarta yang berikutnya, aku tidak dapat menemuinya. Kini Ia sudah pindah ke Kalimantan. Rheena if you read this story then you should know that I could be better. But any way, no excuses, I admit that you have won!.

Rabu, 10 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Bercinta Dengan Sepupuku Yang Bule Dan Sangean

 

Cerita Sex Terbaru Bercinta Dengan Sepupuku Yang Bule Dan Sangean

Ceritafiksimalam - Cerita ini terjadi pada awal tahun 2016. Ini merupakan cerita dewasa asli. Pada saat aku masih kuliah di semester 2, ibuku sakit dan dirawat di kota Surabaya. Oh, iya aku tinggal di kota Lampung. Cukup jauh sih dari kota Surabaya. Karena ibuku sakit, sehingga tidak ada yang masak dan menunggu dagangan. Soalnya adik-adikku semua masih sekolah. 

Akhirnya aku usul kepada ibuku kalau sepupuku yang ada di kota lain menginap di sini (di rumahku). Dan ide itu pun disetujui. Maka datanglah sepupuku tadi. Sepupuku (selanjutnya aku panggil Elva) orangnya cantik dan putih karena dia keturunan bule, tingginya sekitar 165 cm, dadanya masih kecil (tidak nampak montok seperti sekarang). Tetapi dia itu akrab sekali dengan aku. Aku dianggapnya seperti kakak sendiri. Nah kejadiannya itu waktu aku lagi liburan semester. Waktu liburan itu aku banyak menghabiskan waktu untuk menunggu dagangan ibuku. Otomatis dong aku banyak menghabiskan waktu dengan Elva. Mula-mulanya sih biasa-biasa saja, layaknya hubungan kami sebagai sepupu. Suatu malam, kami (aku, Elva, dan adik-adikku) sudah ingin tidur. Adikku masing-masing tidur di kamarnya masing-masing. Sedang aku yang suka menonton TV, memilih tidur di depan TV. Nah, ketika sedang menonton TV, datang Elva dan nonton bersamaku, rupanya Elva belum tidur juga.

Sambil nonton, kami berdua bercerita mengenai segala hal yang bisa kami ceritakan, tentang diri kami masing-masing dan teman-teman kami. Nah, ketika kami sedang nonton TV, dimana film di TV ada adegan ciuman antara laki-laki dan perempuan (sorry udah lupa tuh judul filmnya). Eh, Elva itu merespon dan bicara padaku, Wah temenku sih biasa begituan (ciuman).

Terus aku jawab, Eh.. kok tau..? Rupanya teman Elva yang pacaran itu suka cerita ke Elva kalau dia waktu pacaran pernah ciuman bahkan sampai vagina teman Elva itu sering dimasuki jari pacarnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jarinya masuk.Setelah kukomentari lebih lanjut, aku menebak bahwa Elva nih ingin juga kali. 

Terus aku bertanya padanya, Eh, kamu mau juga nggak..? Tanpa kuduga, ternyata dia mau. Wah kebetulan nih. Dia bahkan bertanya, Sakit nggak sih..? Ya kujawab saja, Ya nggak tau lah, wong belum pernah. Gimana.., mau nggak..? Elva berkata, Iya deh, tapi pelan-pelan ya..? Kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar, ‘vaginanya’ jadi sakit.Iya deh..! jawabku. 

Nonton Film Adegan Ciuman Sampai Terbawa Suasana

Kami berdua masih terus menonton film di TV. Waktu itu kami tiduran di lantai. Kudekati dia dan langsung tanganku menuju selangkangannya. Kuselusupkan tangan kananku ke dalam CD-nya dan kuelus-elus dengan lembutnya. Elva tidak menolak, bahkan dengan sengaja merebahkan tubuhnya, dan kakinya agak diselonjorkan. Saat merabanya, aku seperti memegang pembalut, dan setelah kutanyakan ternyata memang sejak 5 hari lalu dia sedang menstruasi.Aku tidak mencoba membuka pakaian maupun CD-nya, maklumlah takut kalau ketahuan sama adik-adikku.

Dengan CD masih melekat di tubuhnya, kuraba daerah di atas kemaluannya. Kurasakan bulu kemaluannya masih lembut, tapi sudah agak banyak seperti bulu-bulu yang ada di tanganku. Kuraba terus dengan lembut, tapi belum sampai menyentuh vagina, dan terdengar suara desahan walau tidak keras. Kemudian kurasakan sekarang dia berusaha mengangkat pantatnya agar jari-jariku segera menyentuh kemaluannya. 

Segera kupenuhi keinginannya itu.Waktu pertama kusentuh kemaluannya, dia terjengat dan mendesah. Kugosok-gosok bibir kemaluannya sekitar 5 menit, dan akhirnya kumasukkan jari tengahku ke liang senggamanya. Auw.., begitu reaksinya setelah jariku masuk setengahnya dan tangannya memegangi tanganku.Setelah itu dengan pelan kukeluarkan jariku, Eeesshh desahnyaLalu kutanya, Gimana..? Sakit..?Dia menggeleng dan tanpa kusadari tangannya kini memegang telapak tangan kananku (yang berada di dalam CD-nya), seakan memberi komando kepadaku untuk meneruskan kerjaku.Sambil terus kukeluar-masukkan jariku, Elva juga tampak meram serta mendesah keenakan. Sementara terasa di dalam CD-ku, batang kemaluanku juga bangun, tapi aku belum berani untuk meminta Elva memegang rudalku. 

Sekitar 10 menit peristiwa itu terjadi. Kulihat dia tambah keras desahannya dan kedua kakinya dirapatkan ke kaki kiriku. Sepertinya dia telah mengalami klimaks, dan kami akhirnya tidur di kamar masing-masing.Hari berikutnya, aku dan Elva siap-siap membuka warung, adikku pada berangkat sekolah, sehingga hanya ada aku dan Elva di warung.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Pengalaman Bercinta Dengan Orang Bule

Hari itu Elva jadi lebih berani padaku. Di dalam warungku sambil duduk dia berani memegang tanganku dan menuntunnya untuk memegang kemaluannya. Waktu itu dia memakai rok di atas lutut, hingga aku langsung bisa memegang selangkangannya yang terhalang CD dan pembalut. Kaget juga aku, soalnya ini kan lagi ada di warung.Nggak pa-pa Mas.., khan lagi sepi. katanya dengan enteng seakan mengerti yang kupikirkan.Lha kalo ada pembeli gimana nanti..? tanyaku.Ya udahan dulu, baru setelah pembelinya balik, kita lanjutin lagi, ok..? jawabnya. 

Dengan terpaksa kuraba-raba selangkangannya. Hal tersebut kulakukan sambil mengawasi di luar warung kalau-kalau nanti ada pembeli datang. Sementara aku mengelus selangkangannya, Elva mencengkeram pahaku sambil bibirnya digigit pelan tanda menikmati balaianku. 

Peristiwa itu kuakui sangat membuatku terangsang sekali, sehingga celana pendekku langsung terlihat menonjol yang bertanda batang kejantananku ingin berontak.Lho Mas, anunya Mas kok ngaceng..? katanya. Ternyata dia melihatku, kujawab, Iya ini sih tandanya aku masih normal…Aku terus melanjutkan pekerjaanku. Tanpa kusadari dia pun mengelus-elus celanaku, tepat di bagian batang kemaluanku. Kadang dia juga menggenggam kemaluanku sehingga aku juga merasa keenakan. 

Baru mau kumasukkan tanganku ke CD-nya, tiba-tiba aku melihat di kejauhan ada anak yang sepertinya mau membeli sesuatu di warungku.Kubisiki dia, Heh ada orang tuh..! Stop dulu ya..? Aku menghentikan elusanku, dia berdiri dan berjalan ke depan warung. Benar saja, untung kami segera menghentikan kegiatan kami, kalo tidak, wah bisa berabe nanti. 

Sehabis melayani anak itu, dia balik lagi duduk di sebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhenti. Seharian kami melakukannya, tapi aku tidak membuka CD-nya, karena terlalu beresiko. Jadi kami seharian hanya saling mengelus di bagian luar saja.Malam harinya kami melakukan lagi. Aku sendirian nonton TV, sementara adikku semua sudah tidur.

Tiba-tiba dia mendatangiku dan ikut tiduran di lantai, di dekatku sambil nonton TV. Kemudian tiba-tiba dia memegang tanganku dan dituntun ke selangkangannya. Aku yang langsung diperlakukan demikian merasa mengerti dan langsung aku masuk ke dalam CD-nya, dan langsung memasukkan jariku ke kemaluannya. 

Sedangkan dia juga langsung memegang batang kejantananku. Fantasi Malam Eropa Aku copot ya CD kamu, biar lebih enakan. kataku.Dia mengangguk dan aku langsung mencopot CD-nya. Saat itu dia memakai rok mininya yang tadi, sehingga dengan mudah aku mencopotnya dan langsung tanganku mengorek-ngorek lembah kemaluannya dengan jari telunjukku. 

Aku juga menyuruh mengeluarkan batang kejantananku dari CD-ku, sehingga dia kini bisa melihat rudalku dengan jelas, dan dia kusuruh untuk menggenggamnya. Kukorek-korek kemaluannya, kukeluar-masukkan jariku, tampaknya dia sangat menikmatinya. Kulihat batang kemaluanku hanya digenggamnya saja, maka kusuruh dia untuk mengocoknya pelan-pelan, namun karena dia tidak melumasi dulu batangku, maka kemaluanku jadi agak sakit, tapi enak juga sih.Eehhsstt… eehhsstt… Ouw.., eehhsstt… eehhsstt… eehhsstt… begitu erangannya saat kukeluar-masukkan jariku. 

Kumasukkan jariku lebih dalam lagi ke liang kemaluannya dan dia mendesah lebih keras, aku suruh dia agar jangan keras-keras, takut nanti adikku terbangun.Kocokkannya lebih pelan dong..! kataku yang merasa kocokkannya terhenti.Kupercepat gerakan jariku di dalam liangnya, kurasakan dia mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya ke depan dan ke belakang, seakan dia lagi menggauli jariku.Dan akhirnya, Oh.., oohh.. oohh.. ohh… rupanya dia mencapai klimaksnya yang pertama, sambil kakinya mengapit dengan keras kaki kananku.Kucabut jariku dari kemaluannya, kulihat masih ada noda merah di jariku.

Karena aku belum puas, aku langsung pergi ke kamar mandi dan kutuntun Elva. Di kamar mandi aku minta dia untuk mengocok batang kejantananku dengan tangannya. Dia mau. Aku lepaskan celanaku, setelah itu CD-ku dan batang kejantananku langsung berdiri tegap. Kusuruh dia mengambil sabun dan melumuri tangannya dengan sabun itu, lalu kusuruh untuk segera mengocoknya. Karena belum terbiasa, sering tangannya keluar dari batangku, terus kusuruh agar tangannya waktu mengocok itu jangan sampai lepas dari batangku. 

Setelah 5 menit, akhirnya aku klimaks juga, dan kusuruh menghentikan kocokannya.Seperti pagi hari sebelumnya, kami mengulangi perbuatan itu lagi. Tidak ada yang dapat kuceritakan kejadian pagi itu karena hampir sama dengan yang terjadi di pagi hari sebelumnya. Tapi pada malam harinya, seperti biasa, aku sendirian nonton TV. Elva datang, sambil tiduran dia nonton TV. Tapi aku yakin tujuannya bukan untuk nonton, dia sepertia ketagihan dengan perlakuanku padanya. Dia langsung menuntun tanganku ke selangkangannya. 

Aku bisa menyentuh kemaluannya, tapi ada yang lain. Kini dia tidak memakai pembalut lagi. cerita sex nyata.Eh, kamu udah selesai mens-nya..? tanyaku.Iya, tadi sore khan aku udah kramas, masa nggak tau..? katanya.Aku memang tidak tahu. Karena memang aku kurang peduli dengan hal-hal seperti itu. Aku jadi membayangkan yang jorok, wah batang kejantananku bisa masuk nich. Kuraba-raba CD-nya. Tepat di lubang kemaluannya, aku agak menusukkan jariku, dan dia tampak mendesah perlahan. Tangannya kini sudah membuka restleting celana pendekku, selanjutnya membukanya, dan CD-ku juga dilepaskankan ke bawah sebatas lutut.Digenggamnya batang kejantananku tanpa sungkan lagi (karena sudah sering kali ya..?).

Aku juga membuka CD-nya, tapi karena dia masih memakai rok mini lagi, jadi tidak ketahuan kalau dia sekarang bugil di bagian bawahnya. Dia kini dalam keadaan mengangkang dengan kaki agak ditekuk. Kuraba bibir kemaluannya dan dengan agak keras, kumasukkan seluruh jari telunjukku ke lubang senggamanya.Uhh.. esshh.. eesshh.. esshh… begitu desahnya waktu kukeluar-masukkan jariku ke lubang senggamanya.Sementara dia kini juga berusaha mengocok batang keperkasaanku, tapi terasa masih sakit. 

Kukorek-korek lubang kemaluannya. Lalu timbul keinginanku untuk melihat kemaluannya dari dekat. Maklumlah, aku khan belum melihat langsung bentuk kemaluan wElva dari dekat. Paling-paling dari film xx yang pernah kutonton. Kuubah posisiku, kakiku kini kuletakkan di samping kepala Elva, sedangkan kepalaku berada di depan kemaluannya, sehingga aku dengan leluasa dapat melihat liang kemaluannya. Dengan kedua tanganku, aku berusaha membuka bibir kemaluannya. cerita sex nyata.Tapi, Auw.. diapaain Mas..? Eshh.. uuhh.. desahannya tambah mengeras. 

Sorry.., sakit ya..? Aku mo lihat bentuk anumu nih, wah bagus juga yach..! sambil terus kukocokkan jariku. Kulihat daging di lubangnya itu berwarna merah muda dan terlihat bergerak-gerak.Wah, jariku aja susah kalo masuk kesini, apalagi anuku yang kamu genggam itu ya..? pancingku. 

Dia diam saja tidak merespon, mungkin lagi menikmati kocokan jariku karena kulihat dia memaju-mundurkan pantatnya. cerita sex nyata.Eh, sebenarnya yang enak ini mananya sich..? tanyaku.Tangan kirinya menunjuk sepotong daging kecil di atas lubang kemaluannya.Ini nich.., kalo Mas kocokkan jarinya pas menyentuh ini rasanya kok gatel-gatel tapi enak gitu. 

Dari Pemanasan Berujung Kubobol Dinding Pertahanan Elva Pakai Pentunganku

Cerita Sex Terbaru - Mana.., mana.., oh ini ya..? kugosok daging itu (yang kemudian kuketahui bernama klitoris) dan dia makin kuat menggenggam batang kemaluanku.Ahh. auu.. enakk Maass… eehh… aahh.. truuss Mass, terusiinn.. ohh..!Tangannya setengah tenaga ingin menahan tanganku, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu. cerita sex nyata.Dan akhirnya, Uhh.. uhh.. uuhh.. ahh.. aahh.. dia mencapai klimaks. Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan. Lalu kubertanya, Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh nggak..? Pasti lebih enakan..! Dia hanya mengangguk pelan dan aku segera merubah posisiku menjadi tidur miring sejajar dengan dia. Kugerakkan batang kejantananku menuju ke lubang kemaluannya.

Kucoba memasukkan, tapi rasanya tidak bisa masuk. Kurubah posisiku sehingga dia kini berada di bawahku. Kucoba masukkan lagi batangku ke lubangnya. Terasa kepala anuku saja yang masuk, dia sudah mendesah-desah. cerita sex nyata.Kudorong lebih dalam lagi, tangannya berusaha menghentikan gerakanku dengan memegang batangku. 

Namun rasanya nafsu lebih mendominasi daripada nalarku, sehingga aku tidak mempedulikan erangannya lagi. Kutekan lagi dan, Auuwww.. ehh ssaakkiitt..!Aku berhasil memasukkan batang anuku walau tidak seluruhnya. Aku diam sejenak dan bernapas. 

Terasa anunya memeras batangku dengan keras.Gimana, sakit ya.., mo diterusin nggak..? tanyaku padanya sambil tanganku memegang pantatnya.Dia tidak menjawab, hanya terdengar desah nafasnya. Kugerakkan lagi untuk masuk lebih dalam. Mulutnya membuka lebar seperti orang menjerit, tapi tanpa suara.Karena dia tetap diam, maka kulanjutkan dengan mengeluarkan batangku. Dan lagi-lagi dia seperti menjerit tapi tanpa suara. Saat kukeluarkan, kulihat ada noda darah di batangku. 

Aku jadi kaget, Wah aku memperawaninya nih.Gimana.., sakit nggak.., kalo nggak lanjut ya..? tanyaku.Uhh.. tadi sakiitt sich… uhh. geelii.. begitu katanya waktu anuku kugesek-gesekkan.Setelah itu kumajukan lagi batang kejantananku, Elva tampak menutup matanya sambil berusaha menikmatinya. Baru kali ini batangku masuk ke liangnya Elva, wah rasanya sungguh nikmat. Aku belum mengerti, kenapa kok di film-film yang kulihat, batang kejantanan si pria begitu mudahnya keluar masuk ke liang senggama Elva, tapi aku disini kok sulit sekali untuk menggerakkan batang kejantananku di liang keperawanannya.Namun setelah beberapa menit hal itu berlangsung, sepertinya anuku sudah lancar keluar masuk di anunya, maka agak kupercepat gerakan maju-mundurku di liangnya. Kurubah posisiku hingga kini dia berada di bawahku. Sambil masih kugerakkan batangku, tanganku berusaha mencapai buah dadanya.

Kuremas-remas buah dadanya yang masih kecil itu bergantian, lalu kukecup puting buah dadanya dengan mulutku.Cerita Sex Terpanas – Dia semakin bergelinjang sambil mendesah agak keras. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 10 menitan, kaki Elva berada di pantatku dan menekan dengan keras pantatku. Kurasa dia sudah orgasme, karena cengkeraman bibir kemaluannya terhadap anuku bertambah kuat juga. Dan karena aku tidak tahan dengan cengkeraman bibir kemaluannya, akhirnya, Crot.. crot.. crot.. air maniku tumpah di vaginanya. 

Serasa aku puas dan juga letih. Kami berdua bersimbah keringat. Lalu segera kutuntun dia menuju kamar mandi dan kusuruh dia untuk membersihkan liang kemaluannya, sedangkan aku mencuci senjataku. Setelah itu kami kembali ke tempat semula.Kulihat tidak ada noda darah di karpet tempat kami melakukan kejadian itu. Dan untung adik-adikku tidak bangun, sebab menurutku desahan dan suara dia agak keras. Lalu kumatikan TV-nya, dan kami berdua tidur di kamar masing-masing. 

Sebelum tidur aku sempat berfikir, Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nich..!Sewaktu aku sudah kuliah lagi (dua hari setelah kejadian itu), dia masih suka menelponku dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingatnya dan dia ingin mengulanginya lagi. Aku jadi berpikir, wah gawat kalo gini. Aku jadi ingat bahwa waktu itu aku keluarkan maniku di dalam liang keperawanannya.Wah, bisa hamil nich anak..! pikirku.Hari-hariku jadi tidak tenang, karena kalau ketahuan dia hamil dan yang menghamili itu aku, bisa mampus aku. Setelah sebulan lewat, kutelpon dia di rumahnya. Setelah kutanya, ternyata dia dapat mens-nya lagi dua hari yang lalu. Lega aku dan sekarang hari-hariku jadi balik ke semula.Begitulah ceritaku saat menggauli sepupu sendiri, tapi dasar memang sepupuku yang agak horny. Tapi sampai saat ini kami tidak pernah melakukan perbuatan itu lagi.

Selasa, 09 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Aku Harus Mengorbankan Tubuhku Karena Hutang

 

Cerita Sex Terbaru Aku Harus Mengorbankan Tubuhku Karena Hutang

Ceritafiksimalam Perkenalkan namaku Angelica. Aku adalah seorang wanita berusia 26 tahun yang berstatus janda beranak 1. Dalam keseharianku. Aku selalu mengenakan baju kurung longgar dengan bawahan rok semata kaki. Kedua kakiku senantiasa terbalut oleh kaus kaki.Aku telah menjanda sejak 4 tahun yang lalu, akibat konflik yang tidak terselesaikan dengan mantan suamiku. Setelah usia pernikahan kami menginjak 1 tahun, mantan suamiku mulai menunjukkan watak aslinya. 

Ia mulai suka bermain tangan ketika marah. Begitu pula, ia tidak pernah memberiku nafkah, karena dia seorang pengangguran. Secara umum, ia bukan laki-laki yang bertanggung jawab.Pada akhirnya, ia pun menceraikanku, setelah berselingkuh dengan wanita lain. Pada saat itu aku sedang mengandung anak hasil perkawinanku dengannya. Kekalutan yang kualami akibat perceraian itu membuatku mengalami depresi selama beberapa bulan, hingga akhirnya aku menyadari bahwa aku harus bangkit. Perlahan-lahan akupun mulai bangkit, dan melupakan perceraian tragis yang menimpa diriku. Aku ingat, bahwa aku harus menghidupi anakku.

Akupun pun bekerja pada sebuah biro konsultasi psikologi, mengingat aku adalah sarjana psikologi. Bisa dikatakan, penghasilanku hanya pas-pasan untuk menghidupi diriku dan anakku. Pada saat ini, anakku yang berusia 5 tahun kutitipkan pada neneknya di kota Yogyakarta. Sedangkan aku sendiri bekerja di kota Semarang, sebuah kota di Jawa. Di kota tersebut aku tinggal di kamar kost sederhana. Setiap akhir pekan aku mengunjungi anakku di rumah neneknya.Banyak pria yang mengatakan bahwa aku memiliki wajah yang cantik dan keibuan.

Aku menjadi nampak anggun di mata para pria. Di samping itu, tak ada tanda-tanda bahwa aku adalah seorang ibu beranak satu. Banyak yang menganggap aku masih gadis. Tinggi badanku adalah 166 cm.Ukuran payudaraku tidaklah besar, hanya 32B, akan tetapi, pantatku bulat, padat dan membusung. Walaupun sudah beranak 1, aku memiliki perut yang datar. Hal ini tercapai karena aku memang rajin berolah raga. Tak heran, meskipun statusku janda beranak 1, masih banyak pria yang mengharap cinta dariku. Akan tetapi, pada saat itu, aku belum berfikir untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria manapun.Hal ini disebabkan karena masih ada sisa-sisa trauma akibat perceraian yang menyakitkan tersebut. 

Pemikiranku Tentang Sifat Pria

Aku memiliki pandangan bahwa semua pria adalah pendusta. Untuk apa aku menikah lagi kalau hanya untuk bercerai lagi. Sudahlah aku sudah merasa hidup bahagia sebagai single parent.Tak dapat kupungkiri bahwa aku merindukan pelukan pria. Tentu saja, karena aku pernah merasakan manisnya seks, maka akupun seringkali merindukannya. Hingga saat ini, aku masih kuat untuk menahan hasrat itu, sehingga aku tidak terjerumus dalam seks bebas.Sejujurnya, aku seringkali bermasturbasi untuk mengurangi hasrat seksku tersebut. Herannya, semakin sering ku bermasturbasi, keinginanku untuk disetubuhi oleh pria justru semakin menggebu-gebu. Masturbasi hanya mengurangi hasratku untuk sementara, hanya pemuasan kebutuhan biologis semata, namun kepuasan psikologis tidaklah aku dapatkan.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Kasus Perampokan Serta Pemerkosaan Yang Aku Alami

Adapun alat yang sering ku pakai untuk bermasturbasi adalah buah mentimun.Uhhh sungguh beruntungnya buah mentimun itu. Sementara para pria yang mengharap cinta padaku saja belum ada yang berhasil menikmati jepitan lubang di pangkal pahaku, tapi buah mentimun silih berganti telah menyodok berkali-kali. Terkadang diam-diam aku melakukan masturbasi sambil menonton film porno di komputerku ketika di kost sendirian. 

Dengan status jandaku, tentu saja ada beberapa pria yang menganggap diriku adalah perempuan gampangan, yang butuh dibelai. Dengan demikian, ada beberapa pria yang sering melakukan perilaku yang menjurus pada pelecehan seks, dari verbal hingga pada sentuhan fisik. Salah satunya adalah bosku, seorang keturuan Cina, yang sekaligus pemilik dari biro konsultasi tempatku bekerja. 

Dengan pura-pura tidak sengaja, ia terkadang meremas pantatku atau tetekku.Aku sebenarnya risih dengan hal itu, dan tidak nyaman untuk bekerja di situ. Ia seakan tidak peduli bahwa aku adalah seorang wanita yang selalu sopan dalam berpakaian dan berperilaku. Ia bahkan pernah menempelkan penisnya di belahan pantatku ketika aku sedang membungkuk, karena membetulkan mesin printer di kantor. Aku terkejut, karena di sela-sela pantatku terasa ada batang keras yang menekan.Aku pun lalu segera menghindar. Aku tidak bisa marah padanya, karena aku masih berharap untuk bisa bekerja di biro miliknya tersebut. Aku hanya menampilkan ekspresi muka tidak suka, sambil pipiku memerah karena malu. Ia hanya tersenyum mesum sambil pergi berlalu.

Ia nampak paham sekali bahwa aku memang sedang butuh untuk terus bekerja di bironya. Sungguh aku sangat benci dan jijik dengan perilaku bosku tersebut. Bosku tersebut seorang pria keturunan Cina berusia 40 tahunan. Ia telah berkeluarga, dan keluarganya tinggal di luar Jawa. Namanya Pak Tono. Ia memiliki tinggi 160 cm, dengan badan yang agak gemuk perut yang buncit. Ia nampak gempal.Pada suatu hari, aku menerima kabar dari ibuku yang tinggal di kota Yogyakarta, bahwa anakku sakit keras, hingga harus opname. Bahkan dokter menyatakan bahwa anakku harus dioperasi secapatnya, kalau tidak, bisa fatal. Untuk biaya operasi tersebut butuh uang sebanyak lima juta rupah. Orang tuaku menyatakan bahwa mereka telah kehabisan dana untuk biaya pengobatan anakku.

Sementara, aku sendiri sudah kehabisan uang karena kini sudah tanggal tua. Uang hanya cukup untuk menyambung hidup beberapa hari. Aku pun bingung, harus mendapatkan uang darimana lagi. Masih banyak hutangku pada kawan-kawanku, sehingga aku segan untuk berhutang lagi pada mereka. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah mengeluh pada Pak Tono. 

Awal Mula Saya Terjerat Hutang Ke Pak Tono

Tapi aku merasa ngeri, karena itu berarti memberinya kesempatan untuk melecehkanku secara seksual.Aku pun menjadi ragu. Akan tetapi, karena aku sudah sangat panik, akhirnya aku beranikan diri untuk mengungkapkan hal itu pada Pak Tono. Dengan perasaan tidak karuan, aku memberanikan diri untuk menuju ruang Pak Tono. Saat itu, aku mengenakan baju warna pink sepanjang lengan, dengan baju kurung yang sewarna, serta rok panjang hitam dari bahan kain yang lemas. Dengan demikian, celana dalamku agak tercetak di permukaan luar rokku.Tok… tok.. tok.. tok… suara ketukanku di kamar kerja Pak Tono.

“Masuk” aku dengar suara Pak Tono berseru dari dalam ruangan.Aku pun membuka pintu. Pak Tono yang sedang duduk di belakang meja kerjanya menatapku dengan tatapan mesumnya, yang seolah menelanjangi tubuhku.“Silahkan duduk”, katanya mempersilahkanku untuk duduk.

“Ada apa Angelica?” dia bertanya padaku dengan nada menggoda.

Sambil menunduk, akupun mengatakan keperluanku pada Pak Tono sambil terbata-bata.

“Mmmaaaff Pak, anak saya sedang sakitt kerass…”

Keringat dinginku mulai mengucur….

“Terus???” Pak Tono bertanya dengan nada sedikit ketus.“Mmaksud saya, saya mau pinjam uang sama bapak. Untuk pengobatan anak saya. Saya sudah tidak ada uang.”

Ketika aku berkata seperti itu, Pak Tono hanya mengangguk-amgguk dengan tatapan melecehkan.

“Angelica, dengan berat hati saya katakan ke kamu, kalo saya tidak ada uang yang bisa saya pinjamkan ke kamu…?”“Tolonglah saya pak, anak saya sakit.. berikan saya lima juta rupiah saja… nanti bisa dipotong gaji saya” kataku menghiba.

Air mataku mulai mengalir dari sudut-sudut mataku.

“Kamu tau kan, biro ini sedang kekurangan modal”, kata Pak Tono dengan datar dan tenang.

“Jumlah klien kita semakin sedikit, makanya pemasukan ke biro juga sedikit..”

“Ya sudahlah, aku bisa usahakan uang itu” kata Pak Tono.Kemudian ia membuka laci mejanya dan mengeluarkan beberapa gepok uang 50ribu rupiahan. Ia pun memberikanya padaku. Setelah dihitung, ia telah memberikan uang padaku sebanyak 6juta rupiah, lebih banyak dari harapanku.Pak Tono berkata, Uang itu boleh kamu pinjam dulu. Kamu nggak usah mikirin ntar gimana mengembalikannya.

“Udah, cepet, kamu bawa pulang… kamu tunggu anak kamu sampe operasinya selesai… kamu boleh libur…”

Dengan perasaan senang dan rasa terima kasih yang tidak terkira, aku pun berpamitan dengan Pak Tono dengan menyalami tangannya..Aku pun bersyukur, operasi anakku berjalan dengan lancar. Setelah itu, aku kembali bekerja di kantor Pak Tono. 

Dari Pinjaman Tersebut Pak Tono Memanfaatkan Diriku

Semenjak itu, Pak Tono semakin menjadi-jadi dalam melecehkanku secara seksual. Karena hutang budiku padanya, aku pun tak bisa berbuat apapun selain pasrah dengan perlakuan Pak TonoSetiap kali berpapasan denganku, ia tak akan membiarkan pantatku lolos dari jamahannya. Seringkali, ia mengejutkanku dari belakang dengan cara meremas pantatku.

Aku hanya bisa menjerit kecil. Semakin lama iapun semakin berani untuk menjamah tubuhku yang lain. Payudaraku dan pangkal pahaku pernah diremasnya.Yang aku heran, dia tetap paling suka meremas pantatku, walaupun ia sesungguhnya dapat dengan bebas untuk menjamahi payudara dan pangkal pahaku. Ketika aku sedang berdiri di dekatnya, ia mengajakku ngobrol sambil jarinya menelusuri belahan pantatnya.

Dengan perasaan malu aku ingin menghindari setiap perlakuannya, namun ku tak berdaya. Sungguh, aku merasa menjadi seorang perempuan murahan yang bisa dinikmati oleh pria Cina itu demi sejumlah uang.Suatu ketika, seorang pesuruh kantor bernama Pak Muklis memberitahuku bahwa Pak Tono memanggilku untuk datang ke ruangannya.“Mbak, Pak Tono manggil mbak ke ruangnya

“Huh… ada apa lagi nih??” tanyaku dalam hati. Pelecehan apa lagi yang kan aku terima? gumamku.

“Mhhh…. iya pak… Nanti saya ke sana…

“Cepet ya mbak, Pak Tono minta mbak datang cepet….” kata pak Muklis sambil berlalu.

“Iya… iya Pak Muklis” kataku sambil tersenyum pada Pak Muklis..Hari itu aku mengenakan Pakaian warna krem yan menutupi dua bukit mungilku, dengan baju kurung dan rok panjang. Dengan gontai dan perasaan yang tidak tenang akupun datang ke ruang Pak Tono.Tok… tok… tok ku ketuk pintu ruang Pak Tono.

“Masuk” terdengar teriakan Pak Tono dari dalam ruangan.

Aku pun masuk, dan Pak Tono mempersilahkanku duduk. Dengan senyum jahat tersungging di bibirnya, ia menatapku dengan pandangan nafsu. Aku hanya menunduk dengan muka yang malu bercampur cemas.“Mhhhhh, begini Angelica…., saya cuma mau informasikan ke kamu, kalau hutang kamu ke kantor sudah jatuh tempo. Kantor butuh uang itu segera. 

Kamu bilang mau angsur hutang kamu, tapi sampai sekarang, sudah tiga bulan, kamu sama sekali belum angsur. Saya udah kasih kamu keringanan looo….” Pak Tono berkata dengan nada serius.Jantungku berdetak keras, memompa darahku cepat sekali. Wah, celaka… pikirku.. Aku jelas tidak mampu untuk membayar hutangku. Bahkan untuk mengangsur pun aku tidak mampu. Kini hutang itu telah ditagih. Ohhhh… betapa malang nasibku, jeritku di hati.“Mhhhh…. mmaaf pak, saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata.

“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tidak cukup”

Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau… tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya. Kan sudah aku bilang, kalau biro ini lagi seret. Klien kita semakin sedikit?” suara Pak Tono mulai meninggi.

Air mataku pun semakin deras mengalir. Tak sadar aku mulai sesenggukan.Pak Tono masih nampak cuek, sambil sesekali melirikku. Sorot matanya menunjukkan kelicikan.

“Hmmmmm… apapun kamu harus membayar hutang kamu…. Atau kita selesaikan saja secara hukum??” ancam Pak Tono.

Aku semakin panik dengan ancaman itu…“Ssaya mohon jangan pak. Saya pasti akan bayar. Saya masih punya anak pak….” kataku tersedu-sedu.

“Trus, kamu mau bayar pake apa? Kamu bilang nggak punya uang?”

“Beri saya waktu barang satu minggu, saya bisa usahakan” jawabku putus asa.

Satu minggu pun aku tidak yakin akan mendapatkan uang sejumlah itu.

“Wah… wah… aku meragukan kamu bakalan sanggup membayar. Paling hanya menunda waktu. Gak ada gunanya. Saya nggak akan kasi keringanan lagi”“Sssayaaa mohon pakkk” aku berusaha menahan tangisku agar tak semakin keras.

“Mhhhhh… baik… baik…. Aku bisa kasih kamu solusi. Supaya kamu bisa lunasin utang kamu”

Aku agak lega mendengar ucapan Pak Tono. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.

Aku Harus Rela Tubuhku Sebagai Pelunasan Dari Hutangku

Cerita Sex Terbaru - “Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.

“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tono sambil melirik padaku dengan sorot mata birahi.Bagai disambar petir, aku terkejut mendengar ucapan Pak Tono. Aku kehabisan kata-kata.

“Nggak, nggak mau” jawabku sambil menangis.

“Kamu bisa apa….? Kalo kamu nggak bayar sekarang, ya diselesaikan lewat hukum. Aku akan laporkan kamu ke polisi” ancam Pak Tono.Dia sungguh lihai mempermainkan perasaanku. Aku merasa semakin putus asa. Aku hanya bisa menangis. Tangisku yang tertahan pun mulai keluar juga. 

Namun Pak Tono tetap tak peduli. Aku hanya tertunduk sambil menangis.“Hehehe… lagian, kamu kan sudah lama jadi janda. Masa sih, ga kangen sama kontol? Kamu puas, hutangmu lunas… Tawaran menarik kan? goda Pak Tono.“Kamu tinggal ngangkang aja, biar memekmu disodok pake kontol-kontol lelaki birahi. Dengan tubuh kaya kamu, gak sulit kok kamu dapet duit banyak. heheheh…. Apalagi yang wanita janda kaya kamu, pasti banyak peminatnya.”Tanpa ku sadar, Pak Tono telah berdiri di sampingku, dan tanpa basa-basi, ia pun menarik tanganku hingga aku berdiri. Aku ingin menolak dan lari, namun aku sadar bahwa aku tidak lagi punya kuasa. 

Bahkan pada diriku sendiri. Kini aku telah dikuasai oleh Pak Tono. Aku hanya pasrah ketika ia menarik tubuhku hingga berdiri.Dengan penuh birahi, Pak Tono menariku ke dalam pelukannya. Dengan rakus Pak Tono melumat mulutku dengan mulutnya. Tangannya menjamahi dua payudaraku yang masih. Kurasakan perut buncit Pak Tono menekan tubuhku.

“Mhhhh….. mphhhhhh….” aku berusaha meronta, menghindari ciuman Pak Tono.Namun mulutnya terus mengejar mulutku. Dengan kasar dibaliknya tubuhku hingga aku membelakanginya. Lalu ditekannya tubuhku hingga perutku menempel di tepi mejanya. Tanganku berpegangan pada meja agar menopang badanku. Kini aku dalam posisi agak membungkuk, dengan pantat yang membusung kearah Pak Tono. Kini pantatku begitu bebas untuk dijamahinya. Dengan kasar ia meremas pantatku. Aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pantatku.Ohhh, ternyata itu adalah penis Pak Tono yang sudah menegang dan mengeras.

Sambil menggesek-gesekkan penisnya di pantatku, salah satu tangan Pak Tono juga meremasi bongkahan pantatku yang montok dan padat itu, sedang tangan yang lain kini telah mencengkram salah satu payudaraku yang masih tertutup pakaianku. Aku merasakan bahwa tangan Pak Tono telah mulai menyusup masuk ke balik pakaianku yang menutup dadaku. Ia meremasi payudaraku dari balik baju kurungku.“Mhhhh…. ahhhh…. ohhhhh….” jeritan-jeritan kecil terlontar dari mulutku ketika Pak Tono menyentil ujung payudaraku dengan keras, sementara penisnya yang masih berada di dalam celana itu menekan pantatku ke depan.Tangan yang satunya kini telah meremas-remas pangkal pahaku. Mulut Pak Tono dengan rakus menggigit leherku yang masih tertutup pakaian warna krem itu, hingga nampak basah bekas gigitan. 

Terkadang menengadah ke atas, setiap kali Pak Tono menyodokkan penisnya ke pantatku.Kini tangan Pak Tono mulai menarik ritsleting baju kurungku yang ada di punggungku. Dengan trampil tangannya menurunkan baju bagian atas baju kurung itu. Kini pundak dan punggung putihku pun terbuka. Tak lama kemudian, aku merasa bahwa pengait braku di bagian belakang telah terbuka.Secara umum, bagian atas tubuhku telah setengah terbuka, dan dua payudaraku yang tak seberapa besar itu menggelantung di atas meja.

Dengan rakus Fantasi Malam Indonesia Pak Tono menciumi dan menjilati punggungku, hingga basah oleh liurnya. Kedua tangan Pak Tono pun tak henti-hentinya meremas dan memilin dua putting mungilku yang berwarna coklat muda itu.“Ahhhhhhh….. udahhh… lama aku menunggu saat ini…” bisik Pak Tono di telingaku

“Mhhhh… ohhhhh…. mhhhhhh…..” desahku.Walaupun aku telah lama tidak menikmati sentuhan pria. Sungguh, aku tetap tidak bisa menikmati perlakuan Pak Tono itu. Aku justru merasa terhina, karena penis seorang pria yang bukan suamiku kini sedang menggesek-gesek pantatku yang masih tertutup rok itu. Selama ini hanyalah mantan suamiku yang pernah menikmati bibirku, menghisap dua putingku yang sedang mengeras, dan menyodokkan penisnya di lubang surgaku yang basah.Saat ini, seorang pria yang bukan suamiku dengan bebas dapat menikmati pantatku, dan tangannya dengan bebas memilin dan meremas puting payudaraku. 

Ohhh, betapa malang nasibku..Aku dengar suara ritsleting celana Pak Tono. Tak lama kemudian Pak Tono pun membalikkan tubuhku hingga posisiku berhadapan dengannya. Terlihatlah pemandangan yang membuatku takjub. Penis Pak Tono yang menjulang sepanjang 15 cm.Jauh lebih besar daripada milik mantan suamiku. Dengan rakus Pak Tono pun menghisap putting payudara kiriku, sementara tangan satunya memilin dan meremas payudaraku yang kanan. Terasa gigitannya pada payudaraku, yang kemudian disentakannya hingga aku menjerit.“Aahhhhhhhhh”.

Pantatku kini bersandar pada tepi meja, dengan posisi tangan menekan meja di belakang tubuhku.

“Mhhh… ahhhhh….” jeritan dan rintihan yang keluar dari mulutku semakin membakar birahi Pak Tono.

Pak Tono pun kemudian mengangkat rokku keatas. Nampaklah dua kaki dan paha mulusku telanjang, dan secarik kain celana dalam di pangkalnya. Salah satu tangan Pak Tono memegangi ujung rok ku agar tak turun, sementara tangan lain melebarkan dua pahaku, hingga pangkalnya yang masih terutup celana dalam itu semakin menganga.Kurasakan benda keras mulai menyusuri belahan kemaluanku. Salah satu tangan Pak Tono menuntun benda keras itu agar menggesek-gesek dengan belahan vaginaku yang tertutup celana dalam itu.“Ohhhhh….” walau aku berusaha mengingkarinya, tak dapat kupungkiri bahwa sensasi gatal di vaginaku mulai kurasakan.

Aku pun mulai merasa lemas dan birahi. Aku berada dalam dilema. Aku dipaksa untuk menikmati perlakuan Pak Tono, walaupun sesungguhnya aku enggan. Tangan Pak Tono pun mulai mencari-cari ritsleting rokku, dan segera melepasnya. Kini bagian bawahku telah benar-benar telanjang, hanya celana dalam putihku yang masih melindungi lubang kehormatanku. Payudaraku telah menggelantung indah dengan bekas gigitan dan basah air liur Pak Tono.Dengan kasar Pak Tono menarik hingga aku terjatuh dalam keadaan bersimpuh. Dihadapanku kini sebatang penis Pak Tono yang tegang dan mengeras itu. Sambil mengarahkan kepalaku dengan tangannya keaarah penisnya, Pak Tono mengatakan

“Ayo… kulum kontol bapak…!!!”Dengan perasaan jijik, akupun memenuhi permintaannya.

Sementara payudaraku tengah bebas menggelantung, dan bagian bawahku telah telanjang, hanya celana dalam yang tersisa.“Mmphhhhh… mhhhhh…” lenguhku saat penis Pak Tono menerobos mulutku.Pak Tono menyuruhku menjilati ujung penisnya hingga lubang kontolnya. Uhhhh…. aku merasa ingin muntah. Mulutku pun penuh oleh penisnya. Tak satu jengkalpun bagian penisnya yang tidak berkesempatan menikmati pelayanan bibir dan lidahku. Bahkan testisnya pun turut aku jilati. Dengan perasaan muak, aku terpaksa melakukan hal itu.Setelah puas, Pak Tono memintaku berdiri. Dengan kasar ia mencengkram pantatku yang masih tertutup celana dalam itu, dan menariknya hingga posisiku membelakanginya. Ia menarik turun celana dalamku, hingga kini tak ada lagi yang melindungi lubang kehormatanku. 

Pak Tono pun berlutut di belakangku. Kini ia menguakkan bongkahan pantatku lebar-lebar. Kini, lubang anus dan kemaluanku telah mengarah tepat di depan wajahnya.Tiba-tiba aku merasakan sensasi hangat di permukaan anusku. Ternyata Pak Tono telah menjilati anusku. Sensasi geli kurasakan menjalar dari anus ke seluruh badan. Tubuhku terasa lemas setiap kali lidah Pak Tono menyentuh permukaan anusku. Aku heran, dia tidak merasa jijik. Setelah ia puas, lidahnya pun berpindah ke belahan lubang vaginaku.Ia menguakkan bibir bagian luar vaginaku. Tak lama kemudian, ia pun menjilati seluruh permukaannya. Klitorisku tak luput dari jilatan dan gigitan lembutnya. Aku semakin pasrah dengan perlakuan Pak Tono. Kurasakan vaginaku semakin basah, baik oleh air liur Pak Tono maupun cairan cinta yang keluar dari dalam vaginaku.“Ohhhhhh…. mphhhhhh…. ampuuunnnn…. jangan diteruskannnnn….” racauku.

Slurp… slurppp… terdengar sedotan Pak Tono di permukaan vaginaku semakin bernafsu.Tak lama kemudian Pak Tono pun berdiri. Ia menarik pinggulku ke belakang, hingga pantatku dan vaginaku semakin terkuak lebar. Tiba-tiba, aku rasakan sebatang penis yag keras telah melesak masuk ke dalam liang kenikmatanku dari bagian belakang. Aku merasakan pedih pada dinding vaginaku saat batang penis Pak Tono bergesekan dengan dinding liang kenikmatanku, yang selama ini terjaga dari penis pria selain suamiku.“Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…..” lengkinganku saat penis Pak Tono disodokkan dengan keras.

Rasanya lubang vaginaku hampir terbelah.“Ouhhhh….Angelica….. memekmu enak banget… udah lama bapak nggak ngrasain memek kaya punyamu… mhhhh… ouhhhhh…. akhhhhhh…..” racau Pak Tono sambil menggenjot lubang memeku.

“Cepok, cepok, cepok…” suara pinggul Pak Tono saat bertumbukan dengan bongkahan pantatku yang sedang membusung ke arahnya.Aku sedang dinikmati dengan posisi doggy. Aku heran, ia nampaknya memang begitu terobsesi dengan pantatku, hingga selama memakaiku pun ia lebih banyak meremas pantatku daripada dua payudaraku.“Ohhhh… mhhhh…. oughhhhh….” badanku bergoncang-goncang

Aku hanya mampu menggeleng dan mendongak ke atas. Payudaraku bergoyang seiring hentakan penis Pak Tono di dalam liang kenikmatanku.

Akhirnya Pertahanan Ku Jebol Di Hantam Pak Tono

“Mmhhhhhh… ahhhhhh… mhhhhh….” rintih dan jeritku setiap kali penis Pak Tono melesak dalam vaginaku.“Angelicallll…. memekmu masih serettttt…..” racau Pak Tono.

“Bapak ketagihan diservis sama tempikmu….. enak bangetttt….. walaupun janda tapi tempikmu masih nggigit”

“Mhhhh.. ouhhhhh…. akhhhhhhh….” jawabku dengan desah dan rintih.Masih dalam posisi dogi, Pak Tono tiba-tiba menarik penisnya keluar dari vaginaku. Kini tubuhku yang lemas hanya bisa terbaring tengkurap diatas meja. Aku sandarkan di meja, sedang dua tanganku terentang berpegang pada tepian meja. Sementara itu, aku merasakan cairan dingin di anusku. Aku hanya bisa pasrah.

“Mmhhhh…. silitmu kayanya masih prawan nihh… sini, biar bapak prawanin”

Aku ketakutan, dan berusaha menolak.“Udahhh, jangan nolak… kok beraninya kamu nolak permintaan bapak…”

Akupun pasrah. Cairan itu adalah cairan pelumas. Aku merasakan kepala penis Pak Tono mulai menempel di lubang matahariku. Perlahan-lahan, kepala penis itu mulai menguakkan lubang matahariku. Kurasakan kepala penis itu semakin dalam masuk ke dalam anusku. Rasanya sungguh perih, walaupun telah dibantu oleh cairan pelumas itu. Pak Tono pun mulai mempercepat genjotannya dalam anusku.“Akhhhhh….. ouhhhhh….” terasa panas di dinding anusku akibat gesekan penis Pak Tono itu.

“Oouhhhhh…. sakkkkiiiiittt….. ahhhh.. akhhhhhh….” jeritku.Sambil menggenjot anusku, kedua tangan Pak Tono meremasi kedua payudaraku. Bahkan satu tangan Pak Tono menarik ujung rambutku ke belakang, hingga kepalaku terdongak keatas.

“Mhhh ohhh… akhhhhh….” jeritku kesakitan.Pak Tono nampaknya telah hampir klimaks. Iapun segera menarik penisnya dari anusku. Seperti kesetanan ia melompat ke atas meja lalu membalikkan tubuhku hingga terlentang di atas meja. Kini posisinya duduk berlutut dengan penis yang mengarah ke wajahku. Dua pahanya mengangkangi wajahku.

“Akhhhhhhhhhhhhhhh………..” teriakan Pak Tono yang telah klimak itu.Crott……… crorttt…. crottttt….. cairan putih kental yang berbau tak sedap itu pun menyembur ke wajah dan mulutku. Aku hanya memejam, agar cairan itu tak masuk ke dalam mataku. Sebagian telah tertelan. Mulutku basah berjimbuhan oleh cairan kental berbau amis itu, begitu pula baju kurungku. 

Kulihat Pak Tono terengah-engah setelah mencapai klimaks. Aku hanya terlentang lemas setelah satu jam ia menikmati semua lubang kepuasan di tubuhku.“Tempik sama silitmu memang hebat Gell… Bapak ketagihan buat make kamu. Selama setahun bapak cuma bias ngremesin pantatmu, sambil bermimpi suatu saat bisa njebol lubang silitmu….” kata Pak Tono.Aku sebetulnya merasa tersinggung dengan ucapannya. Harga diriku telah hilang sekarang. Kini aku harus siap untuk dinikmatin kapan saja oleh Pak Tono. Aku tak bisa berbuat apa-apa kini.Setelah beristirahat selama 30 menit, sambil aku menangis sesenggukan, aku pun minta ijin kepada Pak Tono untuk membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangnya.

“Oohhhh, tidak usah… kamu kan capek sekarang saatnya kamu yang dilayani” kata Pak Tono.

“Maksud bapak?” jawabku.

Pak Muklis Juga Ikut Menikmati Tubuh Indahku

“Biar pak Muklis saja yang bersihkan tubuh Angelica… heheheh”Ouhhhh…. laki-laki gila… belum puas ia menghancurkan kehormatan dan harga diriku.. kini aku harus rela dijamah oleh satu pria lagi. Nampak Pak Tono menelpon dengan HPnya, menyuruh pak Muklis masuk sambil membawa ember air hangat dan lap basah. Tak lama pak Muklis pun masuk. Namun dengan baju kurung yang terbuka setengah, hingga payudaraku menggelantung indah, dan bagian bawah yang telah telanjang bulat.“Lhoooo, mbak Angelica?” tanya pak Muklis keheranan.

Aku hanya tertunduk malu, sementara aku tahu bahwa mata pak Muklis tidak lepas memandang tubuh telanjangku.“Tenang pak Muklis”, kata Pak Tono pada pak Muklis.

“Mbak Angelica barusan kerja keras, jadi dia sekarang gerah dan capek…. hehehehe… makanya dia kepengen bersihin badannya. Kan kasian, daripada dia bersihin badannya sendiri, kan lebih baik diladenin sama pak Muklis… hehehh…”“Maksud bapak?” tanya pak Muklis masih kebingungan.

“Maksudnya ya tolong pak Muklis ngelapin tubuhnya mbak Angelica, terutama bagian lubang tempik sama silitnya itu. Gimana pak Muklis?”“Haaaaa, bapak beneran?” tanya pak Muklis tidak percaya.

“Beneran… sudah, nggak usah banyak omong… bapak mau ga?” tanya Pak Tono.

“Mauuu… mau… iya pak… mau….” sorak pak Muklis.

“Ya udah sana…” Pak Tono menyahut.

“Ayoooo, sini mbak Angelica… cah ayuuu…. biar bapak ngelapin tempikmu” seru pak Muklis kegirangan.Aku hanya menunduk. Tapi badanku sudah terlalu lemah, sehingga aku hanya bisa pasrah saat pak Muklis menggandengku menuju kamar mandi. Ia pun melucuti seluruh sisa pakaianku, sehingga aku telanjang bulat. Dengan lap basah, ia ia mulai membasuh tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Saat menggosok liang vaginaku, ia pun berkomentar..”Wahhhh, tempiknya mbak Angelica ini masih sempit yah” sambil jarinya meyentil-nyentil klitorisku.

“Beda sama tempiknya lonte lokalisasi.. udah pada lower”Aku hanya terdiam sambil menahan tangisanku. Pak Muklis memelukku dari belakang. Satu tangannya meremasi payudaraku, sedang tangan lainya sibuk menggosok vaginaku.“Mbak, yang bagian dalem tempik mbak belum dibersihkan, biar kontol bapak nanti yang gosokin bagian dalem tempiknya mbak… hahahaha”, kata pak Muklis.Pak Tono berdiri di pintu kamar mandi senyum-senyum melihat ulah pak Muklis kepadaku.

“Kontol bapak udah ngaceng niyy. Wahhh… mimpi apa bapak semalem.. selama ini bapak cuma mbayangin ngentu mbak Angelica… impian bapak jadi kenyataan”“Pak Muklis, ini uang buat pak Muklis” Pak Tono mengeluarkan uang seratus ribuan dan diberikan pada pak Muklis.“Syaratnya, pak Muklis harus tutup mulut tentang rahasia di kantor ini… ya, sekarang, pak Muklis boleh nikmatin mbak Angelica sepuasnya.

“Siap bossss” kata pak Muklis.Pak Muklis mendorongku ke sofa di ruang Pak Tono. Tanpa basa-basi ia pun mengeluarkan penisnya yang berukuran 17 cm. Dengan kasar ia menarik kepalaku mengarah ke penisnya.“Ayo,dimut mbak… kontolnya bapak sudah lama nggak dibasahin nih…” kata pak Muklis disambut dengan tawa Pak Tono.

Tanpa aku sadar, Pak Tono telah datang dengan membawa sebuah handicam untuk merekam persetubuhanku dengan pak Muklis.“Hehehe, kamu memang cocok jadi bintang bokep, hehehehe…”

“Mhhhh… oukhhhhh……” kepalaku itu maju mundur mengulum penis pak Muklis yang keras.Laki-laki duda berusia 50 tahun itu nampak merem melek menikmati kulumanku. Ia duduk di sofa, sedangkan aku kini tersimpuh di lantai ruang itu.

“Ohhh… mbak Angelica… ohhhh… kuluman mbak lebih enak dari lonte pelabuhan hhhhhh… mhhhh..”Setelah puas dengan mulutku, pak Muklis menyuruhku untuk terlentang di sofa. Dengan rakus, ia pun mengulumi payudaraku, dan menggigit-ggit putingnya yang mungil kecoklatan itu…

“Owhhhh… mhhhh… pak Muklis…. sakkkittttt….”Pak Muklis semakin liar, mengulum putingku. Satu tangannya memilin-milin payudaraku yang lain, sedang tangan satunya lagi memainkan klitorisnya. Kini aku merasakan kegelian, kurasakan jari-jari pak Muklis menusuk-nusuk liang vaginaku.Pak Muklis kemudian melebarkan kedua pahaku dan blessssssssssssssssss…. penis pak Muklis pun terjepit dalam liang nikmatku. Tubuhku terguncang-guncang, sementara tangan pak Muklis sibuk memilin-milin putingku.”Oohhhh, mbak Angelica…. tempikmu enak banget….. bapak belum pernah ngrasain tempik kaya punya mbak Angelica…”Tiba-tiba pak Muklis menghentikan genjotannya, dan menarik penisnya. Ia membalik tubuhku hingga tengkurap, lalu menyuruhku menungging. 

Aku hanya pasrah mengikuti arahan pak Muklis.Dalam posisi menungging, sekali lagi pak Muklis menyodokkan penisnya dalam liang nikmatku. Dengan sodokan-sodokanya yang keras, tubuhku pun terguncang-guncang. Tangannya meremasi payudaraku dan sesekali menampar paha dan pantatku hingga terasa pedih. Aku diperlakukannya seperti seekor kuda tunggangan atau sebuah boneka seks. Aku hanya bisa pasrah menerima perlakuan itu.“Mhhhh,… tempik lonte ternyata enak… mhhhh…ouhhhh” racau pak Muklis saat penisnya terjepit dalam liang kenikmatan.Pak Muklis yang telah lama menduda, dan selama ini memuaskan hasrat seksnya dengan pelacur pelabuhan, yang tentu saja tua-tua dan tidak higienis. 

Kini penis pak Muklis berkesempatan untuk menikmati liang vagina seorang wanita muda, yang liang vaginanya selalu terjaga dan terawat. Bahkan pria kaya dan tampan pun belum tentu kuijinkan untuk bisa menjepitkan penisnya dalam lubang vaginaku, kecuali menikahiku, namun kini, seorang pesuruh kantor yang tua malah berkesempatan menikmati liang vagina miliku dengan gratis… ohhhhh… nasibku….Bukan hanya liang vaginaku, penis pak Muklis pun kini telah merasakan pula jepitan lubang anusku. Kali ini tidak terlalu sakit… justru anehnya, akupun mulai menikmati permainan pak Muklis.Pak Muklis menarik penisnya, lalu menarik kepalaku mendekat kearah penisnya. Tangan satunya sedikit mencekik leherku, sehingga mulutku terbuka, dan

“Akhhhhhh….” teriakan pak Muklis saat orgasme.Crotttt… croootttttt… croottttt…. cairan putih hangat masuk seluruhnya ke mulutku. Bukan hanya itu, pak Muklis pun menyuruhku untuk menelan semua spermanya.Hueekkkkkkk…. rasanya muak sekali. Namun aku terpaksa nampak sisa-sisa sperma mengalir dari sela-sela bibirku. Sisa-sisa sperma yang ada di lantai dan sofa pun harus kujilati pula.Semua adegan itu direkam oleh Pak Tono. Pak Tono mengancam, jika aku melaporkan kejadian ini pada polisi, atau tidak mau menuruti kehendaknya, maka video itu akan tersebar. 

Kejadian di kantor saat itu barulah sebuah awal penderitaanku. Pak Tono ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yang hampir bangkrut itu.Banyak bos-bos yang rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Pak Tono, demi memperoleh kesempatan menjepitkan penisnya ke dalam liang vagina dan anusku.

Aku heran, beberapa orang yang memakaiku justru lebih suka menganalku disamping menyodok vaginaku.Ramuan keluarga yang aku gunakan membuat lubang anusku selalu sempit, bersih dan tidak berbau busuk. Bahkan lebih ‘menggigit’.Bahkan Pak Tono pernah sekedar iseng mengumpankanku pada sekelompok supir truk yang sedang mabuk, sehinga aku disetubuhi beramai-ramai di atas bak truk. Dia memasangiku kamera kecil, sehingga ia bisa merekamnya dari mobilnya yang parkir di suatu tempat.