Rabu, 10 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Bercinta Dengan Sepupuku Yang Bule Dan Sangean

 

Cerita Sex Terbaru Bercinta Dengan Sepupuku Yang Bule Dan Sangean

Ceritafiksimalam - Cerita ini terjadi pada awal tahun 2016. Ini merupakan cerita dewasa asli. Pada saat aku masih kuliah di semester 2, ibuku sakit dan dirawat di kota Surabaya. Oh, iya aku tinggal di kota Lampung. Cukup jauh sih dari kota Surabaya. Karena ibuku sakit, sehingga tidak ada yang masak dan menunggu dagangan. Soalnya adik-adikku semua masih sekolah. 

Akhirnya aku usul kepada ibuku kalau sepupuku yang ada di kota lain menginap di sini (di rumahku). Dan ide itu pun disetujui. Maka datanglah sepupuku tadi. Sepupuku (selanjutnya aku panggil Elva) orangnya cantik dan putih karena dia keturunan bule, tingginya sekitar 165 cm, dadanya masih kecil (tidak nampak montok seperti sekarang). Tetapi dia itu akrab sekali dengan aku. Aku dianggapnya seperti kakak sendiri. Nah kejadiannya itu waktu aku lagi liburan semester. Waktu liburan itu aku banyak menghabiskan waktu untuk menunggu dagangan ibuku. Otomatis dong aku banyak menghabiskan waktu dengan Elva. Mula-mulanya sih biasa-biasa saja, layaknya hubungan kami sebagai sepupu. Suatu malam, kami (aku, Elva, dan adik-adikku) sudah ingin tidur. Adikku masing-masing tidur di kamarnya masing-masing. Sedang aku yang suka menonton TV, memilih tidur di depan TV. Nah, ketika sedang menonton TV, datang Elva dan nonton bersamaku, rupanya Elva belum tidur juga.

Sambil nonton, kami berdua bercerita mengenai segala hal yang bisa kami ceritakan, tentang diri kami masing-masing dan teman-teman kami. Nah, ketika kami sedang nonton TV, dimana film di TV ada adegan ciuman antara laki-laki dan perempuan (sorry udah lupa tuh judul filmnya). Eh, Elva itu merespon dan bicara padaku, Wah temenku sih biasa begituan (ciuman).

Terus aku jawab, Eh.. kok tau..? Rupanya teman Elva yang pacaran itu suka cerita ke Elva kalau dia waktu pacaran pernah ciuman bahkan sampai vagina teman Elva itu sering dimasuki jari pacarnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jarinya masuk.Setelah kukomentari lebih lanjut, aku menebak bahwa Elva nih ingin juga kali. 

Terus aku bertanya padanya, Eh, kamu mau juga nggak..? Tanpa kuduga, ternyata dia mau. Wah kebetulan nih. Dia bahkan bertanya, Sakit nggak sih..? Ya kujawab saja, Ya nggak tau lah, wong belum pernah. Gimana.., mau nggak..? Elva berkata, Iya deh, tapi pelan-pelan ya..? Kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar, ‘vaginanya’ jadi sakit.Iya deh..! jawabku. 

Nonton Film Adegan Ciuman Sampai Terbawa Suasana

Kami berdua masih terus menonton film di TV. Waktu itu kami tiduran di lantai. Kudekati dia dan langsung tanganku menuju selangkangannya. Kuselusupkan tangan kananku ke dalam CD-nya dan kuelus-elus dengan lembutnya. Elva tidak menolak, bahkan dengan sengaja merebahkan tubuhnya, dan kakinya agak diselonjorkan. Saat merabanya, aku seperti memegang pembalut, dan setelah kutanyakan ternyata memang sejak 5 hari lalu dia sedang menstruasi.Aku tidak mencoba membuka pakaian maupun CD-nya, maklumlah takut kalau ketahuan sama adik-adikku.

Dengan CD masih melekat di tubuhnya, kuraba daerah di atas kemaluannya. Kurasakan bulu kemaluannya masih lembut, tapi sudah agak banyak seperti bulu-bulu yang ada di tanganku. Kuraba terus dengan lembut, tapi belum sampai menyentuh vagina, dan terdengar suara desahan walau tidak keras. Kemudian kurasakan sekarang dia berusaha mengangkat pantatnya agar jari-jariku segera menyentuh kemaluannya. 

Segera kupenuhi keinginannya itu.Waktu pertama kusentuh kemaluannya, dia terjengat dan mendesah. Kugosok-gosok bibir kemaluannya sekitar 5 menit, dan akhirnya kumasukkan jari tengahku ke liang senggamanya. Auw.., begitu reaksinya setelah jariku masuk setengahnya dan tangannya memegangi tanganku.Setelah itu dengan pelan kukeluarkan jariku, Eeesshh desahnyaLalu kutanya, Gimana..? Sakit..?Dia menggeleng dan tanpa kusadari tangannya kini memegang telapak tangan kananku (yang berada di dalam CD-nya), seakan memberi komando kepadaku untuk meneruskan kerjaku.Sambil terus kukeluar-masukkan jariku, Elva juga tampak meram serta mendesah keenakan. Sementara terasa di dalam CD-ku, batang kemaluanku juga bangun, tapi aku belum berani untuk meminta Elva memegang rudalku. 

Sekitar 10 menit peristiwa itu terjadi. Kulihat dia tambah keras desahannya dan kedua kakinya dirapatkan ke kaki kiriku. Sepertinya dia telah mengalami klimaks, dan kami akhirnya tidur di kamar masing-masing.Hari berikutnya, aku dan Elva siap-siap membuka warung, adikku pada berangkat sekolah, sehingga hanya ada aku dan Elva di warung.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Pengalaman Bercinta Dengan Orang Bule

Hari itu Elva jadi lebih berani padaku. Di dalam warungku sambil duduk dia berani memegang tanganku dan menuntunnya untuk memegang kemaluannya. Waktu itu dia memakai rok di atas lutut, hingga aku langsung bisa memegang selangkangannya yang terhalang CD dan pembalut. Kaget juga aku, soalnya ini kan lagi ada di warung.Nggak pa-pa Mas.., khan lagi sepi. katanya dengan enteng seakan mengerti yang kupikirkan.Lha kalo ada pembeli gimana nanti..? tanyaku.Ya udahan dulu, baru setelah pembelinya balik, kita lanjutin lagi, ok..? jawabnya. 

Dengan terpaksa kuraba-raba selangkangannya. Hal tersebut kulakukan sambil mengawasi di luar warung kalau-kalau nanti ada pembeli datang. Sementara aku mengelus selangkangannya, Elva mencengkeram pahaku sambil bibirnya digigit pelan tanda menikmati balaianku. 

Peristiwa itu kuakui sangat membuatku terangsang sekali, sehingga celana pendekku langsung terlihat menonjol yang bertanda batang kejantananku ingin berontak.Lho Mas, anunya Mas kok ngaceng..? katanya. Ternyata dia melihatku, kujawab, Iya ini sih tandanya aku masih normal…Aku terus melanjutkan pekerjaanku. Tanpa kusadari dia pun mengelus-elus celanaku, tepat di bagian batang kemaluanku. Kadang dia juga menggenggam kemaluanku sehingga aku juga merasa keenakan. 

Baru mau kumasukkan tanganku ke CD-nya, tiba-tiba aku melihat di kejauhan ada anak yang sepertinya mau membeli sesuatu di warungku.Kubisiki dia, Heh ada orang tuh..! Stop dulu ya..? Aku menghentikan elusanku, dia berdiri dan berjalan ke depan warung. Benar saja, untung kami segera menghentikan kegiatan kami, kalo tidak, wah bisa berabe nanti. 

Sehabis melayani anak itu, dia balik lagi duduk di sebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhenti. Seharian kami melakukannya, tapi aku tidak membuka CD-nya, karena terlalu beresiko. Jadi kami seharian hanya saling mengelus di bagian luar saja.Malam harinya kami melakukan lagi. Aku sendirian nonton TV, sementara adikku semua sudah tidur.

Tiba-tiba dia mendatangiku dan ikut tiduran di lantai, di dekatku sambil nonton TV. Kemudian tiba-tiba dia memegang tanganku dan dituntun ke selangkangannya. Aku yang langsung diperlakukan demikian merasa mengerti dan langsung aku masuk ke dalam CD-nya, dan langsung memasukkan jariku ke kemaluannya. 

Sedangkan dia juga langsung memegang batang kejantananku. Fantasi Malam Eropa Aku copot ya CD kamu, biar lebih enakan. kataku.Dia mengangguk dan aku langsung mencopot CD-nya. Saat itu dia memakai rok mininya yang tadi, sehingga dengan mudah aku mencopotnya dan langsung tanganku mengorek-ngorek lembah kemaluannya dengan jari telunjukku. 

Aku juga menyuruh mengeluarkan batang kejantananku dari CD-ku, sehingga dia kini bisa melihat rudalku dengan jelas, dan dia kusuruh untuk menggenggamnya. Kukorek-korek kemaluannya, kukeluar-masukkan jariku, tampaknya dia sangat menikmatinya. Kulihat batang kemaluanku hanya digenggamnya saja, maka kusuruh dia untuk mengocoknya pelan-pelan, namun karena dia tidak melumasi dulu batangku, maka kemaluanku jadi agak sakit, tapi enak juga sih.Eehhsstt… eehhsstt… Ouw.., eehhsstt… eehhsstt… eehhsstt… begitu erangannya saat kukeluar-masukkan jariku. 

Kumasukkan jariku lebih dalam lagi ke liang kemaluannya dan dia mendesah lebih keras, aku suruh dia agar jangan keras-keras, takut nanti adikku terbangun.Kocokkannya lebih pelan dong..! kataku yang merasa kocokkannya terhenti.Kupercepat gerakan jariku di dalam liangnya, kurasakan dia mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya ke depan dan ke belakang, seakan dia lagi menggauli jariku.Dan akhirnya, Oh.., oohh.. oohh.. ohh… rupanya dia mencapai klimaksnya yang pertama, sambil kakinya mengapit dengan keras kaki kananku.Kucabut jariku dari kemaluannya, kulihat masih ada noda merah di jariku.

Karena aku belum puas, aku langsung pergi ke kamar mandi dan kutuntun Elva. Di kamar mandi aku minta dia untuk mengocok batang kejantananku dengan tangannya. Dia mau. Aku lepaskan celanaku, setelah itu CD-ku dan batang kejantananku langsung berdiri tegap. Kusuruh dia mengambil sabun dan melumuri tangannya dengan sabun itu, lalu kusuruh untuk segera mengocoknya. Karena belum terbiasa, sering tangannya keluar dari batangku, terus kusuruh agar tangannya waktu mengocok itu jangan sampai lepas dari batangku. 

Setelah 5 menit, akhirnya aku klimaks juga, dan kusuruh menghentikan kocokannya.Seperti pagi hari sebelumnya, kami mengulangi perbuatan itu lagi. Tidak ada yang dapat kuceritakan kejadian pagi itu karena hampir sama dengan yang terjadi di pagi hari sebelumnya. Tapi pada malam harinya, seperti biasa, aku sendirian nonton TV. Elva datang, sambil tiduran dia nonton TV. Tapi aku yakin tujuannya bukan untuk nonton, dia sepertia ketagihan dengan perlakuanku padanya. Dia langsung menuntun tanganku ke selangkangannya. 

Aku bisa menyentuh kemaluannya, tapi ada yang lain. Kini dia tidak memakai pembalut lagi. cerita sex nyata.Eh, kamu udah selesai mens-nya..? tanyaku.Iya, tadi sore khan aku udah kramas, masa nggak tau..? katanya.Aku memang tidak tahu. Karena memang aku kurang peduli dengan hal-hal seperti itu. Aku jadi membayangkan yang jorok, wah batang kejantananku bisa masuk nich. Kuraba-raba CD-nya. Tepat di lubang kemaluannya, aku agak menusukkan jariku, dan dia tampak mendesah perlahan. Tangannya kini sudah membuka restleting celana pendekku, selanjutnya membukanya, dan CD-ku juga dilepaskankan ke bawah sebatas lutut.Digenggamnya batang kejantananku tanpa sungkan lagi (karena sudah sering kali ya..?).

Aku juga membuka CD-nya, tapi karena dia masih memakai rok mini lagi, jadi tidak ketahuan kalau dia sekarang bugil di bagian bawahnya. Dia kini dalam keadaan mengangkang dengan kaki agak ditekuk. Kuraba bibir kemaluannya dan dengan agak keras, kumasukkan seluruh jari telunjukku ke lubang senggamanya.Uhh.. esshh.. eesshh.. esshh… begitu desahnya waktu kukeluar-masukkan jariku ke lubang senggamanya.Sementara dia kini juga berusaha mengocok batang keperkasaanku, tapi terasa masih sakit. 

Kukorek-korek lubang kemaluannya. Lalu timbul keinginanku untuk melihat kemaluannya dari dekat. Maklumlah, aku khan belum melihat langsung bentuk kemaluan wElva dari dekat. Paling-paling dari film xx yang pernah kutonton. Kuubah posisiku, kakiku kini kuletakkan di samping kepala Elva, sedangkan kepalaku berada di depan kemaluannya, sehingga aku dengan leluasa dapat melihat liang kemaluannya. Dengan kedua tanganku, aku berusaha membuka bibir kemaluannya. cerita sex nyata.Tapi, Auw.. diapaain Mas..? Eshh.. uuhh.. desahannya tambah mengeras. 

Sorry.., sakit ya..? Aku mo lihat bentuk anumu nih, wah bagus juga yach..! sambil terus kukocokkan jariku. Kulihat daging di lubangnya itu berwarna merah muda dan terlihat bergerak-gerak.Wah, jariku aja susah kalo masuk kesini, apalagi anuku yang kamu genggam itu ya..? pancingku. 

Dia diam saja tidak merespon, mungkin lagi menikmati kocokan jariku karena kulihat dia memaju-mundurkan pantatnya. cerita sex nyata.Eh, sebenarnya yang enak ini mananya sich..? tanyaku.Tangan kirinya menunjuk sepotong daging kecil di atas lubang kemaluannya.Ini nich.., kalo Mas kocokkan jarinya pas menyentuh ini rasanya kok gatel-gatel tapi enak gitu. 

Dari Pemanasan Berujung Kubobol Dinding Pertahanan Elva Pakai Pentunganku

Cerita Sex Terbaru - Mana.., mana.., oh ini ya..? kugosok daging itu (yang kemudian kuketahui bernama klitoris) dan dia makin kuat menggenggam batang kemaluanku.Ahh. auu.. enakk Maass… eehh… aahh.. truuss Mass, terusiinn.. ohh..!Tangannya setengah tenaga ingin menahan tanganku, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu. cerita sex nyata.Dan akhirnya, Uhh.. uhh.. uuhh.. ahh.. aahh.. dia mencapai klimaks. Aku terus menggosoknya, dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan. Lalu kubertanya, Eh, gimana kalo anuku coba masuk ke sini…? Boleh nggak..? Pasti lebih enakan..! Dia hanya mengangguk pelan dan aku segera merubah posisiku menjadi tidur miring sejajar dengan dia. Kugerakkan batang kejantananku menuju ke lubang kemaluannya.

Kucoba memasukkan, tapi rasanya tidak bisa masuk. Kurubah posisiku sehingga dia kini berada di bawahku. Kucoba masukkan lagi batangku ke lubangnya. Terasa kepala anuku saja yang masuk, dia sudah mendesah-desah. cerita sex nyata.Kudorong lebih dalam lagi, tangannya berusaha menghentikan gerakanku dengan memegang batangku. 

Namun rasanya nafsu lebih mendominasi daripada nalarku, sehingga aku tidak mempedulikan erangannya lagi. Kutekan lagi dan, Auuwww.. ehh ssaakkiitt..!Aku berhasil memasukkan batang anuku walau tidak seluruhnya. Aku diam sejenak dan bernapas. 

Terasa anunya memeras batangku dengan keras.Gimana, sakit ya.., mo diterusin nggak..? tanyaku padanya sambil tanganku memegang pantatnya.Dia tidak menjawab, hanya terdengar desah nafasnya. Kugerakkan lagi untuk masuk lebih dalam. Mulutnya membuka lebar seperti orang menjerit, tapi tanpa suara.Karena dia tetap diam, maka kulanjutkan dengan mengeluarkan batangku. Dan lagi-lagi dia seperti menjerit tapi tanpa suara. Saat kukeluarkan, kulihat ada noda darah di batangku. 

Aku jadi kaget, Wah aku memperawaninya nih.Gimana.., sakit nggak.., kalo nggak lanjut ya..? tanyaku.Uhh.. tadi sakiitt sich… uhh. geelii.. begitu katanya waktu anuku kugesek-gesekkan.Setelah itu kumajukan lagi batang kejantananku, Elva tampak menutup matanya sambil berusaha menikmatinya. Baru kali ini batangku masuk ke liangnya Elva, wah rasanya sungguh nikmat. Aku belum mengerti, kenapa kok di film-film yang kulihat, batang kejantanan si pria begitu mudahnya keluar masuk ke liang senggama Elva, tapi aku disini kok sulit sekali untuk menggerakkan batang kejantananku di liang keperawanannya.Namun setelah beberapa menit hal itu berlangsung, sepertinya anuku sudah lancar keluar masuk di anunya, maka agak kupercepat gerakan maju-mundurku di liangnya. Kurubah posisiku hingga kini dia berada di bawahku. Sambil masih kugerakkan batangku, tanganku berusaha mencapai buah dadanya.

Kuremas-remas buah dadanya yang masih kecil itu bergantian, lalu kukecup puting buah dadanya dengan mulutku.Cerita Sex Terpanas – Dia semakin bergelinjang sambil mendesah agak keras. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 10 menitan, kaki Elva berada di pantatku dan menekan dengan keras pantatku. Kurasa dia sudah orgasme, karena cengkeraman bibir kemaluannya terhadap anuku bertambah kuat juga. Dan karena aku tidak tahan dengan cengkeraman bibir kemaluannya, akhirnya, Crot.. crot.. crot.. air maniku tumpah di vaginanya. 

Serasa aku puas dan juga letih. Kami berdua bersimbah keringat. Lalu segera kutuntun dia menuju kamar mandi dan kusuruh dia untuk membersihkan liang kemaluannya, sedangkan aku mencuci senjataku. Setelah itu kami kembali ke tempat semula.Kulihat tidak ada noda darah di karpet tempat kami melakukan kejadian itu. Dan untung adik-adikku tidak bangun, sebab menurutku desahan dan suara dia agak keras. Lalu kumatikan TV-nya, dan kami berdua tidur di kamar masing-masing. 

Sebelum tidur aku sempat berfikir, Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nich..!Sewaktu aku sudah kuliah lagi (dua hari setelah kejadian itu), dia masih suka menelponku dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingatnya dan dia ingin mengulanginya lagi. Aku jadi berpikir, wah gawat kalo gini. Aku jadi ingat bahwa waktu itu aku keluarkan maniku di dalam liang keperawanannya.Wah, bisa hamil nich anak..! pikirku.Hari-hariku jadi tidak tenang, karena kalau ketahuan dia hamil dan yang menghamili itu aku, bisa mampus aku. Setelah sebulan lewat, kutelpon dia di rumahnya. Setelah kutanya, ternyata dia dapat mens-nya lagi dua hari yang lalu. Lega aku dan sekarang hari-hariku jadi balik ke semula.Begitulah ceritaku saat menggauli sepupu sendiri, tapi dasar memang sepupuku yang agak horny. Tapi sampai saat ini kami tidak pernah melakukan perbuatan itu lagi.

Selasa, 09 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Aku Harus Mengorbankan Tubuhku Karena Hutang

 

Cerita Sex Terbaru Aku Harus Mengorbankan Tubuhku Karena Hutang

Ceritafiksimalam Perkenalkan namaku Angelica. Aku adalah seorang wanita berusia 26 tahun yang berstatus janda beranak 1. Dalam keseharianku. Aku selalu mengenakan baju kurung longgar dengan bawahan rok semata kaki. Kedua kakiku senantiasa terbalut oleh kaus kaki.Aku telah menjanda sejak 4 tahun yang lalu, akibat konflik yang tidak terselesaikan dengan mantan suamiku. Setelah usia pernikahan kami menginjak 1 tahun, mantan suamiku mulai menunjukkan watak aslinya. 

Ia mulai suka bermain tangan ketika marah. Begitu pula, ia tidak pernah memberiku nafkah, karena dia seorang pengangguran. Secara umum, ia bukan laki-laki yang bertanggung jawab.Pada akhirnya, ia pun menceraikanku, setelah berselingkuh dengan wanita lain. Pada saat itu aku sedang mengandung anak hasil perkawinanku dengannya. Kekalutan yang kualami akibat perceraian itu membuatku mengalami depresi selama beberapa bulan, hingga akhirnya aku menyadari bahwa aku harus bangkit. Perlahan-lahan akupun mulai bangkit, dan melupakan perceraian tragis yang menimpa diriku. Aku ingat, bahwa aku harus menghidupi anakku.

Akupun pun bekerja pada sebuah biro konsultasi psikologi, mengingat aku adalah sarjana psikologi. Bisa dikatakan, penghasilanku hanya pas-pasan untuk menghidupi diriku dan anakku. Pada saat ini, anakku yang berusia 5 tahun kutitipkan pada neneknya di kota Yogyakarta. Sedangkan aku sendiri bekerja di kota Semarang, sebuah kota di Jawa. Di kota tersebut aku tinggal di kamar kost sederhana. Setiap akhir pekan aku mengunjungi anakku di rumah neneknya.Banyak pria yang mengatakan bahwa aku memiliki wajah yang cantik dan keibuan.

Aku menjadi nampak anggun di mata para pria. Di samping itu, tak ada tanda-tanda bahwa aku adalah seorang ibu beranak satu. Banyak yang menganggap aku masih gadis. Tinggi badanku adalah 166 cm.Ukuran payudaraku tidaklah besar, hanya 32B, akan tetapi, pantatku bulat, padat dan membusung. Walaupun sudah beranak 1, aku memiliki perut yang datar. Hal ini tercapai karena aku memang rajin berolah raga. Tak heran, meskipun statusku janda beranak 1, masih banyak pria yang mengharap cinta dariku. Akan tetapi, pada saat itu, aku belum berfikir untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria manapun.Hal ini disebabkan karena masih ada sisa-sisa trauma akibat perceraian yang menyakitkan tersebut. 

Pemikiranku Tentang Sifat Pria

Aku memiliki pandangan bahwa semua pria adalah pendusta. Untuk apa aku menikah lagi kalau hanya untuk bercerai lagi. Sudahlah aku sudah merasa hidup bahagia sebagai single parent.Tak dapat kupungkiri bahwa aku merindukan pelukan pria. Tentu saja, karena aku pernah merasakan manisnya seks, maka akupun seringkali merindukannya. Hingga saat ini, aku masih kuat untuk menahan hasrat itu, sehingga aku tidak terjerumus dalam seks bebas.Sejujurnya, aku seringkali bermasturbasi untuk mengurangi hasrat seksku tersebut. Herannya, semakin sering ku bermasturbasi, keinginanku untuk disetubuhi oleh pria justru semakin menggebu-gebu. Masturbasi hanya mengurangi hasratku untuk sementara, hanya pemuasan kebutuhan biologis semata, namun kepuasan psikologis tidaklah aku dapatkan.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Kasus Perampokan Serta Pemerkosaan Yang Aku Alami

Adapun alat yang sering ku pakai untuk bermasturbasi adalah buah mentimun.Uhhh sungguh beruntungnya buah mentimun itu. Sementara para pria yang mengharap cinta padaku saja belum ada yang berhasil menikmati jepitan lubang di pangkal pahaku, tapi buah mentimun silih berganti telah menyodok berkali-kali. Terkadang diam-diam aku melakukan masturbasi sambil menonton film porno di komputerku ketika di kost sendirian. 

Dengan status jandaku, tentu saja ada beberapa pria yang menganggap diriku adalah perempuan gampangan, yang butuh dibelai. Dengan demikian, ada beberapa pria yang sering melakukan perilaku yang menjurus pada pelecehan seks, dari verbal hingga pada sentuhan fisik. Salah satunya adalah bosku, seorang keturuan Cina, yang sekaligus pemilik dari biro konsultasi tempatku bekerja. 

Dengan pura-pura tidak sengaja, ia terkadang meremas pantatku atau tetekku.Aku sebenarnya risih dengan hal itu, dan tidak nyaman untuk bekerja di situ. Ia seakan tidak peduli bahwa aku adalah seorang wanita yang selalu sopan dalam berpakaian dan berperilaku. Ia bahkan pernah menempelkan penisnya di belahan pantatku ketika aku sedang membungkuk, karena membetulkan mesin printer di kantor. Aku terkejut, karena di sela-sela pantatku terasa ada batang keras yang menekan.Aku pun lalu segera menghindar. Aku tidak bisa marah padanya, karena aku masih berharap untuk bisa bekerja di biro miliknya tersebut. Aku hanya menampilkan ekspresi muka tidak suka, sambil pipiku memerah karena malu. Ia hanya tersenyum mesum sambil pergi berlalu.

Ia nampak paham sekali bahwa aku memang sedang butuh untuk terus bekerja di bironya. Sungguh aku sangat benci dan jijik dengan perilaku bosku tersebut. Bosku tersebut seorang pria keturunan Cina berusia 40 tahunan. Ia telah berkeluarga, dan keluarganya tinggal di luar Jawa. Namanya Pak Tono. Ia memiliki tinggi 160 cm, dengan badan yang agak gemuk perut yang buncit. Ia nampak gempal.Pada suatu hari, aku menerima kabar dari ibuku yang tinggal di kota Yogyakarta, bahwa anakku sakit keras, hingga harus opname. Bahkan dokter menyatakan bahwa anakku harus dioperasi secapatnya, kalau tidak, bisa fatal. Untuk biaya operasi tersebut butuh uang sebanyak lima juta rupah. Orang tuaku menyatakan bahwa mereka telah kehabisan dana untuk biaya pengobatan anakku.

Sementara, aku sendiri sudah kehabisan uang karena kini sudah tanggal tua. Uang hanya cukup untuk menyambung hidup beberapa hari. Aku pun bingung, harus mendapatkan uang darimana lagi. Masih banyak hutangku pada kawan-kawanku, sehingga aku segan untuk berhutang lagi pada mereka. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah mengeluh pada Pak Tono. 

Awal Mula Saya Terjerat Hutang Ke Pak Tono

Tapi aku merasa ngeri, karena itu berarti memberinya kesempatan untuk melecehkanku secara seksual.Aku pun menjadi ragu. Akan tetapi, karena aku sudah sangat panik, akhirnya aku beranikan diri untuk mengungkapkan hal itu pada Pak Tono. Dengan perasaan tidak karuan, aku memberanikan diri untuk menuju ruang Pak Tono. Saat itu, aku mengenakan baju warna pink sepanjang lengan, dengan baju kurung yang sewarna, serta rok panjang hitam dari bahan kain yang lemas. Dengan demikian, celana dalamku agak tercetak di permukaan luar rokku.Tok… tok.. tok.. tok… suara ketukanku di kamar kerja Pak Tono.

“Masuk” aku dengar suara Pak Tono berseru dari dalam ruangan.Aku pun membuka pintu. Pak Tono yang sedang duduk di belakang meja kerjanya menatapku dengan tatapan mesumnya, yang seolah menelanjangi tubuhku.“Silahkan duduk”, katanya mempersilahkanku untuk duduk.

“Ada apa Angelica?” dia bertanya padaku dengan nada menggoda.

Sambil menunduk, akupun mengatakan keperluanku pada Pak Tono sambil terbata-bata.

“Mmmaaaff Pak, anak saya sedang sakitt kerass…”

Keringat dinginku mulai mengucur….

“Terus???” Pak Tono bertanya dengan nada sedikit ketus.“Mmaksud saya, saya mau pinjam uang sama bapak. Untuk pengobatan anak saya. Saya sudah tidak ada uang.”

Ketika aku berkata seperti itu, Pak Tono hanya mengangguk-amgguk dengan tatapan melecehkan.

“Angelica, dengan berat hati saya katakan ke kamu, kalo saya tidak ada uang yang bisa saya pinjamkan ke kamu…?”“Tolonglah saya pak, anak saya sakit.. berikan saya lima juta rupiah saja… nanti bisa dipotong gaji saya” kataku menghiba.

Air mataku mulai mengalir dari sudut-sudut mataku.

“Kamu tau kan, biro ini sedang kekurangan modal”, kata Pak Tono dengan datar dan tenang.

“Jumlah klien kita semakin sedikit, makanya pemasukan ke biro juga sedikit..”

“Ya sudahlah, aku bisa usahakan uang itu” kata Pak Tono.Kemudian ia membuka laci mejanya dan mengeluarkan beberapa gepok uang 50ribu rupiahan. Ia pun memberikanya padaku. Setelah dihitung, ia telah memberikan uang padaku sebanyak 6juta rupiah, lebih banyak dari harapanku.Pak Tono berkata, Uang itu boleh kamu pinjam dulu. Kamu nggak usah mikirin ntar gimana mengembalikannya.

“Udah, cepet, kamu bawa pulang… kamu tunggu anak kamu sampe operasinya selesai… kamu boleh libur…”

Dengan perasaan senang dan rasa terima kasih yang tidak terkira, aku pun berpamitan dengan Pak Tono dengan menyalami tangannya..Aku pun bersyukur, operasi anakku berjalan dengan lancar. Setelah itu, aku kembali bekerja di kantor Pak Tono. 

Dari Pinjaman Tersebut Pak Tono Memanfaatkan Diriku

Semenjak itu, Pak Tono semakin menjadi-jadi dalam melecehkanku secara seksual. Karena hutang budiku padanya, aku pun tak bisa berbuat apapun selain pasrah dengan perlakuan Pak TonoSetiap kali berpapasan denganku, ia tak akan membiarkan pantatku lolos dari jamahannya. Seringkali, ia mengejutkanku dari belakang dengan cara meremas pantatku.

Aku hanya bisa menjerit kecil. Semakin lama iapun semakin berani untuk menjamah tubuhku yang lain. Payudaraku dan pangkal pahaku pernah diremasnya.Yang aku heran, dia tetap paling suka meremas pantatku, walaupun ia sesungguhnya dapat dengan bebas untuk menjamahi payudara dan pangkal pahaku. Ketika aku sedang berdiri di dekatnya, ia mengajakku ngobrol sambil jarinya menelusuri belahan pantatnya.

Dengan perasaan malu aku ingin menghindari setiap perlakuannya, namun ku tak berdaya. Sungguh, aku merasa menjadi seorang perempuan murahan yang bisa dinikmati oleh pria Cina itu demi sejumlah uang.Suatu ketika, seorang pesuruh kantor bernama Pak Muklis memberitahuku bahwa Pak Tono memanggilku untuk datang ke ruangannya.“Mbak, Pak Tono manggil mbak ke ruangnya

“Huh… ada apa lagi nih??” tanyaku dalam hati. Pelecehan apa lagi yang kan aku terima? gumamku.

“Mhhh…. iya pak… Nanti saya ke sana…

“Cepet ya mbak, Pak Tono minta mbak datang cepet….” kata pak Muklis sambil berlalu.

“Iya… iya Pak Muklis” kataku sambil tersenyum pada Pak Muklis..Hari itu aku mengenakan Pakaian warna krem yan menutupi dua bukit mungilku, dengan baju kurung dan rok panjang. Dengan gontai dan perasaan yang tidak tenang akupun datang ke ruang Pak Tono.Tok… tok… tok ku ketuk pintu ruang Pak Tono.

“Masuk” terdengar teriakan Pak Tono dari dalam ruangan.

Aku pun masuk, dan Pak Tono mempersilahkanku duduk. Dengan senyum jahat tersungging di bibirnya, ia menatapku dengan pandangan nafsu. Aku hanya menunduk dengan muka yang malu bercampur cemas.“Mhhhhh, begini Angelica…., saya cuma mau informasikan ke kamu, kalau hutang kamu ke kantor sudah jatuh tempo. Kantor butuh uang itu segera. 

Kamu bilang mau angsur hutang kamu, tapi sampai sekarang, sudah tiga bulan, kamu sama sekali belum angsur. Saya udah kasih kamu keringanan looo….” Pak Tono berkata dengan nada serius.Jantungku berdetak keras, memompa darahku cepat sekali. Wah, celaka… pikirku.. Aku jelas tidak mampu untuk membayar hutangku. Bahkan untuk mengangsur pun aku tidak mampu. Kini hutang itu telah ditagih. Ohhhh… betapa malang nasibku, jeritku di hati.“Mhhhh…. mmaaf pak, saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata.

“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tidak cukup”

Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau… tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya. Kan sudah aku bilang, kalau biro ini lagi seret. Klien kita semakin sedikit?” suara Pak Tono mulai meninggi.

Air mataku pun semakin deras mengalir. Tak sadar aku mulai sesenggukan.Pak Tono masih nampak cuek, sambil sesekali melirikku. Sorot matanya menunjukkan kelicikan.

“Hmmmmm… apapun kamu harus membayar hutang kamu…. Atau kita selesaikan saja secara hukum??” ancam Pak Tono.

Aku semakin panik dengan ancaman itu…“Ssaya mohon jangan pak. Saya pasti akan bayar. Saya masih punya anak pak….” kataku tersedu-sedu.

“Trus, kamu mau bayar pake apa? Kamu bilang nggak punya uang?”

“Beri saya waktu barang satu minggu, saya bisa usahakan” jawabku putus asa.

Satu minggu pun aku tidak yakin akan mendapatkan uang sejumlah itu.

“Wah… wah… aku meragukan kamu bakalan sanggup membayar. Paling hanya menunda waktu. Gak ada gunanya. Saya nggak akan kasi keringanan lagi”“Sssayaaa mohon pakkk” aku berusaha menahan tangisku agar tak semakin keras.

“Mhhhhh… baik… baik…. Aku bisa kasih kamu solusi. Supaya kamu bisa lunasin utang kamu”

Aku agak lega mendengar ucapan Pak Tono. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.

Aku Harus Rela Tubuhku Sebagai Pelunasan Dari Hutangku

Cerita Sex Terbaru - “Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.

“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tono sambil melirik padaku dengan sorot mata birahi.Bagai disambar petir, aku terkejut mendengar ucapan Pak Tono. Aku kehabisan kata-kata.

“Nggak, nggak mau” jawabku sambil menangis.

“Kamu bisa apa….? Kalo kamu nggak bayar sekarang, ya diselesaikan lewat hukum. Aku akan laporkan kamu ke polisi” ancam Pak Tono.Dia sungguh lihai mempermainkan perasaanku. Aku merasa semakin putus asa. Aku hanya bisa menangis. Tangisku yang tertahan pun mulai keluar juga. 

Namun Pak Tono tetap tak peduli. Aku hanya tertunduk sambil menangis.“Hehehe… lagian, kamu kan sudah lama jadi janda. Masa sih, ga kangen sama kontol? Kamu puas, hutangmu lunas… Tawaran menarik kan? goda Pak Tono.“Kamu tinggal ngangkang aja, biar memekmu disodok pake kontol-kontol lelaki birahi. Dengan tubuh kaya kamu, gak sulit kok kamu dapet duit banyak. heheheh…. Apalagi yang wanita janda kaya kamu, pasti banyak peminatnya.”Tanpa ku sadar, Pak Tono telah berdiri di sampingku, dan tanpa basa-basi, ia pun menarik tanganku hingga aku berdiri. Aku ingin menolak dan lari, namun aku sadar bahwa aku tidak lagi punya kuasa. 

Bahkan pada diriku sendiri. Kini aku telah dikuasai oleh Pak Tono. Aku hanya pasrah ketika ia menarik tubuhku hingga berdiri.Dengan penuh birahi, Pak Tono menariku ke dalam pelukannya. Dengan rakus Pak Tono melumat mulutku dengan mulutnya. Tangannya menjamahi dua payudaraku yang masih. Kurasakan perut buncit Pak Tono menekan tubuhku.

“Mhhhh….. mphhhhhh….” aku berusaha meronta, menghindari ciuman Pak Tono.Namun mulutnya terus mengejar mulutku. Dengan kasar dibaliknya tubuhku hingga aku membelakanginya. Lalu ditekannya tubuhku hingga perutku menempel di tepi mejanya. Tanganku berpegangan pada meja agar menopang badanku. Kini aku dalam posisi agak membungkuk, dengan pantat yang membusung kearah Pak Tono. Kini pantatku begitu bebas untuk dijamahinya. Dengan kasar ia meremas pantatku. Aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pantatku.Ohhh, ternyata itu adalah penis Pak Tono yang sudah menegang dan mengeras.

Sambil menggesek-gesekkan penisnya di pantatku, salah satu tangan Pak Tono juga meremasi bongkahan pantatku yang montok dan padat itu, sedang tangan yang lain kini telah mencengkram salah satu payudaraku yang masih tertutup pakaianku. Aku merasakan bahwa tangan Pak Tono telah mulai menyusup masuk ke balik pakaianku yang menutup dadaku. Ia meremasi payudaraku dari balik baju kurungku.“Mhhhh…. ahhhh…. ohhhhh….” jeritan-jeritan kecil terlontar dari mulutku ketika Pak Tono menyentil ujung payudaraku dengan keras, sementara penisnya yang masih berada di dalam celana itu menekan pantatku ke depan.Tangan yang satunya kini telah meremas-remas pangkal pahaku. Mulut Pak Tono dengan rakus menggigit leherku yang masih tertutup pakaian warna krem itu, hingga nampak basah bekas gigitan. 

Terkadang menengadah ke atas, setiap kali Pak Tono menyodokkan penisnya ke pantatku.Kini tangan Pak Tono mulai menarik ritsleting baju kurungku yang ada di punggungku. Dengan trampil tangannya menurunkan baju bagian atas baju kurung itu. Kini pundak dan punggung putihku pun terbuka. Tak lama kemudian, aku merasa bahwa pengait braku di bagian belakang telah terbuka.Secara umum, bagian atas tubuhku telah setengah terbuka, dan dua payudaraku yang tak seberapa besar itu menggelantung di atas meja.

Dengan rakus Fantasi Malam Indonesia Pak Tono menciumi dan menjilati punggungku, hingga basah oleh liurnya. Kedua tangan Pak Tono pun tak henti-hentinya meremas dan memilin dua putting mungilku yang berwarna coklat muda itu.“Ahhhhhhh….. udahhh… lama aku menunggu saat ini…” bisik Pak Tono di telingaku

“Mhhhh… ohhhhh…. mhhhhhh…..” desahku.Walaupun aku telah lama tidak menikmati sentuhan pria. Sungguh, aku tetap tidak bisa menikmati perlakuan Pak Tono itu. Aku justru merasa terhina, karena penis seorang pria yang bukan suamiku kini sedang menggesek-gesek pantatku yang masih tertutup rok itu. Selama ini hanyalah mantan suamiku yang pernah menikmati bibirku, menghisap dua putingku yang sedang mengeras, dan menyodokkan penisnya di lubang surgaku yang basah.Saat ini, seorang pria yang bukan suamiku dengan bebas dapat menikmati pantatku, dan tangannya dengan bebas memilin dan meremas puting payudaraku. 

Ohhh, betapa malang nasibku..Aku dengar suara ritsleting celana Pak Tono. Tak lama kemudian Pak Tono pun membalikkan tubuhku hingga posisiku berhadapan dengannya. Terlihatlah pemandangan yang membuatku takjub. Penis Pak Tono yang menjulang sepanjang 15 cm.Jauh lebih besar daripada milik mantan suamiku. Dengan rakus Pak Tono pun menghisap putting payudara kiriku, sementara tangan satunya memilin dan meremas payudaraku yang kanan. Terasa gigitannya pada payudaraku, yang kemudian disentakannya hingga aku menjerit.“Aahhhhhhhhh”.

Pantatku kini bersandar pada tepi meja, dengan posisi tangan menekan meja di belakang tubuhku.

“Mhhh… ahhhhh….” jeritan dan rintihan yang keluar dari mulutku semakin membakar birahi Pak Tono.

Pak Tono pun kemudian mengangkat rokku keatas. Nampaklah dua kaki dan paha mulusku telanjang, dan secarik kain celana dalam di pangkalnya. Salah satu tangan Pak Tono memegangi ujung rok ku agar tak turun, sementara tangan lain melebarkan dua pahaku, hingga pangkalnya yang masih terutup celana dalam itu semakin menganga.Kurasakan benda keras mulai menyusuri belahan kemaluanku. Salah satu tangan Pak Tono menuntun benda keras itu agar menggesek-gesek dengan belahan vaginaku yang tertutup celana dalam itu.“Ohhhhh….” walau aku berusaha mengingkarinya, tak dapat kupungkiri bahwa sensasi gatal di vaginaku mulai kurasakan.

Aku pun mulai merasa lemas dan birahi. Aku berada dalam dilema. Aku dipaksa untuk menikmati perlakuan Pak Tono, walaupun sesungguhnya aku enggan. Tangan Pak Tono pun mulai mencari-cari ritsleting rokku, dan segera melepasnya. Kini bagian bawahku telah benar-benar telanjang, hanya celana dalam putihku yang masih melindungi lubang kehormatanku. Payudaraku telah menggelantung indah dengan bekas gigitan dan basah air liur Pak Tono.Dengan kasar Pak Tono menarik hingga aku terjatuh dalam keadaan bersimpuh. Dihadapanku kini sebatang penis Pak Tono yang tegang dan mengeras itu. Sambil mengarahkan kepalaku dengan tangannya keaarah penisnya, Pak Tono mengatakan

“Ayo… kulum kontol bapak…!!!”Dengan perasaan jijik, akupun memenuhi permintaannya.

Sementara payudaraku tengah bebas menggelantung, dan bagian bawahku telah telanjang, hanya celana dalam yang tersisa.“Mmphhhhh… mhhhhh…” lenguhku saat penis Pak Tono menerobos mulutku.Pak Tono menyuruhku menjilati ujung penisnya hingga lubang kontolnya. Uhhhh…. aku merasa ingin muntah. Mulutku pun penuh oleh penisnya. Tak satu jengkalpun bagian penisnya yang tidak berkesempatan menikmati pelayanan bibir dan lidahku. Bahkan testisnya pun turut aku jilati. Dengan perasaan muak, aku terpaksa melakukan hal itu.Setelah puas, Pak Tono memintaku berdiri. Dengan kasar ia mencengkram pantatku yang masih tertutup celana dalam itu, dan menariknya hingga posisiku membelakanginya. Ia menarik turun celana dalamku, hingga kini tak ada lagi yang melindungi lubang kehormatanku. 

Pak Tono pun berlutut di belakangku. Kini ia menguakkan bongkahan pantatku lebar-lebar. Kini, lubang anus dan kemaluanku telah mengarah tepat di depan wajahnya.Tiba-tiba aku merasakan sensasi hangat di permukaan anusku. Ternyata Pak Tono telah menjilati anusku. Sensasi geli kurasakan menjalar dari anus ke seluruh badan. Tubuhku terasa lemas setiap kali lidah Pak Tono menyentuh permukaan anusku. Aku heran, dia tidak merasa jijik. Setelah ia puas, lidahnya pun berpindah ke belahan lubang vaginaku.Ia menguakkan bibir bagian luar vaginaku. Tak lama kemudian, ia pun menjilati seluruh permukaannya. Klitorisku tak luput dari jilatan dan gigitan lembutnya. Aku semakin pasrah dengan perlakuan Pak Tono. Kurasakan vaginaku semakin basah, baik oleh air liur Pak Tono maupun cairan cinta yang keluar dari dalam vaginaku.“Ohhhhhh…. mphhhhhh…. ampuuunnnn…. jangan diteruskannnnn….” racauku.

Slurp… slurppp… terdengar sedotan Pak Tono di permukaan vaginaku semakin bernafsu.Tak lama kemudian Pak Tono pun berdiri. Ia menarik pinggulku ke belakang, hingga pantatku dan vaginaku semakin terkuak lebar. Tiba-tiba, aku rasakan sebatang penis yag keras telah melesak masuk ke dalam liang kenikmatanku dari bagian belakang. Aku merasakan pedih pada dinding vaginaku saat batang penis Pak Tono bergesekan dengan dinding liang kenikmatanku, yang selama ini terjaga dari penis pria selain suamiku.“Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…..” lengkinganku saat penis Pak Tono disodokkan dengan keras.

Rasanya lubang vaginaku hampir terbelah.“Ouhhhh….Angelica….. memekmu enak banget… udah lama bapak nggak ngrasain memek kaya punyamu… mhhhh… ouhhhhh…. akhhhhhh…..” racau Pak Tono sambil menggenjot lubang memeku.

“Cepok, cepok, cepok…” suara pinggul Pak Tono saat bertumbukan dengan bongkahan pantatku yang sedang membusung ke arahnya.Aku sedang dinikmati dengan posisi doggy. Aku heran, ia nampaknya memang begitu terobsesi dengan pantatku, hingga selama memakaiku pun ia lebih banyak meremas pantatku daripada dua payudaraku.“Ohhhh… mhhhh…. oughhhhh….” badanku bergoncang-goncang

Aku hanya mampu menggeleng dan mendongak ke atas. Payudaraku bergoyang seiring hentakan penis Pak Tono di dalam liang kenikmatanku.

Akhirnya Pertahanan Ku Jebol Di Hantam Pak Tono

“Mmhhhhhh… ahhhhhh… mhhhhh….” rintih dan jeritku setiap kali penis Pak Tono melesak dalam vaginaku.“Angelicallll…. memekmu masih serettttt…..” racau Pak Tono.

“Bapak ketagihan diservis sama tempikmu….. enak bangetttt….. walaupun janda tapi tempikmu masih nggigit”

“Mhhhh.. ouhhhhh…. akhhhhhhh….” jawabku dengan desah dan rintih.Masih dalam posisi dogi, Pak Tono tiba-tiba menarik penisnya keluar dari vaginaku. Kini tubuhku yang lemas hanya bisa terbaring tengkurap diatas meja. Aku sandarkan di meja, sedang dua tanganku terentang berpegang pada tepian meja. Sementara itu, aku merasakan cairan dingin di anusku. Aku hanya bisa pasrah.

“Mmhhhh…. silitmu kayanya masih prawan nihh… sini, biar bapak prawanin”

Aku ketakutan, dan berusaha menolak.“Udahhh, jangan nolak… kok beraninya kamu nolak permintaan bapak…”

Akupun pasrah. Cairan itu adalah cairan pelumas. Aku merasakan kepala penis Pak Tono mulai menempel di lubang matahariku. Perlahan-lahan, kepala penis itu mulai menguakkan lubang matahariku. Kurasakan kepala penis itu semakin dalam masuk ke dalam anusku. Rasanya sungguh perih, walaupun telah dibantu oleh cairan pelumas itu. Pak Tono pun mulai mempercepat genjotannya dalam anusku.“Akhhhhh….. ouhhhhh….” terasa panas di dinding anusku akibat gesekan penis Pak Tono itu.

“Oouhhhhh…. sakkkkiiiiittt….. ahhhh.. akhhhhhh….” jeritku.Sambil menggenjot anusku, kedua tangan Pak Tono meremasi kedua payudaraku. Bahkan satu tangan Pak Tono menarik ujung rambutku ke belakang, hingga kepalaku terdongak keatas.

“Mhhh ohhh… akhhhhh….” jeritku kesakitan.Pak Tono nampaknya telah hampir klimaks. Iapun segera menarik penisnya dari anusku. Seperti kesetanan ia melompat ke atas meja lalu membalikkan tubuhku hingga terlentang di atas meja. Kini posisinya duduk berlutut dengan penis yang mengarah ke wajahku. Dua pahanya mengangkangi wajahku.

“Akhhhhhhhhhhhhhhh………..” teriakan Pak Tono yang telah klimak itu.Crott……… crorttt…. crottttt….. cairan putih kental yang berbau tak sedap itu pun menyembur ke wajah dan mulutku. Aku hanya memejam, agar cairan itu tak masuk ke dalam mataku. Sebagian telah tertelan. Mulutku basah berjimbuhan oleh cairan kental berbau amis itu, begitu pula baju kurungku. 

Kulihat Pak Tono terengah-engah setelah mencapai klimaks. Aku hanya terlentang lemas setelah satu jam ia menikmati semua lubang kepuasan di tubuhku.“Tempik sama silitmu memang hebat Gell… Bapak ketagihan buat make kamu. Selama setahun bapak cuma bias ngremesin pantatmu, sambil bermimpi suatu saat bisa njebol lubang silitmu….” kata Pak Tono.Aku sebetulnya merasa tersinggung dengan ucapannya. Harga diriku telah hilang sekarang. Kini aku harus siap untuk dinikmatin kapan saja oleh Pak Tono. Aku tak bisa berbuat apa-apa kini.Setelah beristirahat selama 30 menit, sambil aku menangis sesenggukan, aku pun minta ijin kepada Pak Tono untuk membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangnya.

“Oohhhh, tidak usah… kamu kan capek sekarang saatnya kamu yang dilayani” kata Pak Tono.

“Maksud bapak?” jawabku.

Pak Muklis Juga Ikut Menikmati Tubuh Indahku

“Biar pak Muklis saja yang bersihkan tubuh Angelica… heheheh”Ouhhhh…. laki-laki gila… belum puas ia menghancurkan kehormatan dan harga diriku.. kini aku harus rela dijamah oleh satu pria lagi. Nampak Pak Tono menelpon dengan HPnya, menyuruh pak Muklis masuk sambil membawa ember air hangat dan lap basah. Tak lama pak Muklis pun masuk. Namun dengan baju kurung yang terbuka setengah, hingga payudaraku menggelantung indah, dan bagian bawah yang telah telanjang bulat.“Lhoooo, mbak Angelica?” tanya pak Muklis keheranan.

Aku hanya tertunduk malu, sementara aku tahu bahwa mata pak Muklis tidak lepas memandang tubuh telanjangku.“Tenang pak Muklis”, kata Pak Tono pada pak Muklis.

“Mbak Angelica barusan kerja keras, jadi dia sekarang gerah dan capek…. hehehehe… makanya dia kepengen bersihin badannya. Kan kasian, daripada dia bersihin badannya sendiri, kan lebih baik diladenin sama pak Muklis… hehehh…”“Maksud bapak?” tanya pak Muklis masih kebingungan.

“Maksudnya ya tolong pak Muklis ngelapin tubuhnya mbak Angelica, terutama bagian lubang tempik sama silitnya itu. Gimana pak Muklis?”“Haaaaa, bapak beneran?” tanya pak Muklis tidak percaya.

“Beneran… sudah, nggak usah banyak omong… bapak mau ga?” tanya Pak Tono.

“Mauuu… mau… iya pak… mau….” sorak pak Muklis.

“Ya udah sana…” Pak Tono menyahut.

“Ayoooo, sini mbak Angelica… cah ayuuu…. biar bapak ngelapin tempikmu” seru pak Muklis kegirangan.Aku hanya menunduk. Tapi badanku sudah terlalu lemah, sehingga aku hanya bisa pasrah saat pak Muklis menggandengku menuju kamar mandi. Ia pun melucuti seluruh sisa pakaianku, sehingga aku telanjang bulat. Dengan lap basah, ia ia mulai membasuh tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Saat menggosok liang vaginaku, ia pun berkomentar..”Wahhhh, tempiknya mbak Angelica ini masih sempit yah” sambil jarinya meyentil-nyentil klitorisku.

“Beda sama tempiknya lonte lokalisasi.. udah pada lower”Aku hanya terdiam sambil menahan tangisanku. Pak Muklis memelukku dari belakang. Satu tangannya meremasi payudaraku, sedang tangan lainya sibuk menggosok vaginaku.“Mbak, yang bagian dalem tempik mbak belum dibersihkan, biar kontol bapak nanti yang gosokin bagian dalem tempiknya mbak… hahahaha”, kata pak Muklis.Pak Tono berdiri di pintu kamar mandi senyum-senyum melihat ulah pak Muklis kepadaku.

“Kontol bapak udah ngaceng niyy. Wahhh… mimpi apa bapak semalem.. selama ini bapak cuma mbayangin ngentu mbak Angelica… impian bapak jadi kenyataan”“Pak Muklis, ini uang buat pak Muklis” Pak Tono mengeluarkan uang seratus ribuan dan diberikan pada pak Muklis.“Syaratnya, pak Muklis harus tutup mulut tentang rahasia di kantor ini… ya, sekarang, pak Muklis boleh nikmatin mbak Angelica sepuasnya.

“Siap bossss” kata pak Muklis.Pak Muklis mendorongku ke sofa di ruang Pak Tono. Tanpa basa-basi ia pun mengeluarkan penisnya yang berukuran 17 cm. Dengan kasar ia menarik kepalaku mengarah ke penisnya.“Ayo,dimut mbak… kontolnya bapak sudah lama nggak dibasahin nih…” kata pak Muklis disambut dengan tawa Pak Tono.

Tanpa aku sadar, Pak Tono telah datang dengan membawa sebuah handicam untuk merekam persetubuhanku dengan pak Muklis.“Hehehe, kamu memang cocok jadi bintang bokep, hehehehe…”

“Mhhhh… oukhhhhh……” kepalaku itu maju mundur mengulum penis pak Muklis yang keras.Laki-laki duda berusia 50 tahun itu nampak merem melek menikmati kulumanku. Ia duduk di sofa, sedangkan aku kini tersimpuh di lantai ruang itu.

“Ohhh… mbak Angelica… ohhhh… kuluman mbak lebih enak dari lonte pelabuhan hhhhhh… mhhhh..”Setelah puas dengan mulutku, pak Muklis menyuruhku untuk terlentang di sofa. Dengan rakus, ia pun mengulumi payudaraku, dan menggigit-ggit putingnya yang mungil kecoklatan itu…

“Owhhhh… mhhhh… pak Muklis…. sakkkittttt….”Pak Muklis semakin liar, mengulum putingku. Satu tangannya memilin-milin payudaraku yang lain, sedang tangan satunya lagi memainkan klitorisnya. Kini aku merasakan kegelian, kurasakan jari-jari pak Muklis menusuk-nusuk liang vaginaku.Pak Muklis kemudian melebarkan kedua pahaku dan blessssssssssssssssss…. penis pak Muklis pun terjepit dalam liang nikmatku. Tubuhku terguncang-guncang, sementara tangan pak Muklis sibuk memilin-milin putingku.”Oohhhh, mbak Angelica…. tempikmu enak banget….. bapak belum pernah ngrasain tempik kaya punya mbak Angelica…”Tiba-tiba pak Muklis menghentikan genjotannya, dan menarik penisnya. Ia membalik tubuhku hingga tengkurap, lalu menyuruhku menungging. 

Aku hanya pasrah mengikuti arahan pak Muklis.Dalam posisi menungging, sekali lagi pak Muklis menyodokkan penisnya dalam liang nikmatku. Dengan sodokan-sodokanya yang keras, tubuhku pun terguncang-guncang. Tangannya meremasi payudaraku dan sesekali menampar paha dan pantatku hingga terasa pedih. Aku diperlakukannya seperti seekor kuda tunggangan atau sebuah boneka seks. Aku hanya bisa pasrah menerima perlakuan itu.“Mhhhh,… tempik lonte ternyata enak… mhhhh…ouhhhh” racau pak Muklis saat penisnya terjepit dalam liang kenikmatan.Pak Muklis yang telah lama menduda, dan selama ini memuaskan hasrat seksnya dengan pelacur pelabuhan, yang tentu saja tua-tua dan tidak higienis. 

Kini penis pak Muklis berkesempatan untuk menikmati liang vagina seorang wanita muda, yang liang vaginanya selalu terjaga dan terawat. Bahkan pria kaya dan tampan pun belum tentu kuijinkan untuk bisa menjepitkan penisnya dalam lubang vaginaku, kecuali menikahiku, namun kini, seorang pesuruh kantor yang tua malah berkesempatan menikmati liang vagina miliku dengan gratis… ohhhhh… nasibku….Bukan hanya liang vaginaku, penis pak Muklis pun kini telah merasakan pula jepitan lubang anusku. Kali ini tidak terlalu sakit… justru anehnya, akupun mulai menikmati permainan pak Muklis.Pak Muklis menarik penisnya, lalu menarik kepalaku mendekat kearah penisnya. Tangan satunya sedikit mencekik leherku, sehingga mulutku terbuka, dan

“Akhhhhhh….” teriakan pak Muklis saat orgasme.Crotttt… croootttttt… croottttt…. cairan putih hangat masuk seluruhnya ke mulutku. Bukan hanya itu, pak Muklis pun menyuruhku untuk menelan semua spermanya.Hueekkkkkkk…. rasanya muak sekali. Namun aku terpaksa nampak sisa-sisa sperma mengalir dari sela-sela bibirku. Sisa-sisa sperma yang ada di lantai dan sofa pun harus kujilati pula.Semua adegan itu direkam oleh Pak Tono. Pak Tono mengancam, jika aku melaporkan kejadian ini pada polisi, atau tidak mau menuruti kehendaknya, maka video itu akan tersebar. 

Kejadian di kantor saat itu barulah sebuah awal penderitaanku. Pak Tono ternyata menjualku pada para pria hidung belang, bukan sekedar untuk membayar hutangku, namun juga untuk membiayai bironya yang hampir bangkrut itu.Banyak bos-bos yang rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk diberikan pada Pak Tono, demi memperoleh kesempatan menjepitkan penisnya ke dalam liang vagina dan anusku.

Aku heran, beberapa orang yang memakaiku justru lebih suka menganalku disamping menyodok vaginaku.Ramuan keluarga yang aku gunakan membuat lubang anusku selalu sempit, bersih dan tidak berbau busuk. Bahkan lebih ‘menggigit’.Bahkan Pak Tono pernah sekedar iseng mengumpankanku pada sekelompok supir truk yang sedang mabuk, sehinga aku disetubuhi beramai-ramai di atas bak truk. Dia memasangiku kamera kecil, sehingga ia bisa merekamnya dari mobilnya yang parkir di suatu tempat.

Senin, 08 Desember 2025

Cerita Sex Terbaru Kasus Perampokan Serta Pemerkosaan Yang Aku Alami

 

Cerita Sex Terbaru Kasus Perampokan Serta Pemerkosaan Yang Aku Alami

Ceritafiksimalam Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Dermawan Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Nophie (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Dermawandan Nophie mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.

Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah, teriak seorang lelaki yang memimpin. Ini perampokan, pikir Dermawan. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Dermawan mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.Dermawan dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.

Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Nophie istrinya.Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.Dermawan mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Nophie. Dermawan lega, ternyata Nophie berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Dermawan meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.Tubuh Nophie dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.

Dalam suasana tegang itu, Dermawan melihat satpam dan Nophie terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Dermawan bersyukur, Nophie dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Nophie membuak ikatan Aris.Untung kita nggak diapa-apakan ya ma.., kata Dermawan merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.Bagi Nophie, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Nophie risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.

Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Nophie melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah berjuang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya.., kata satpam Partodi. Nophie mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil. Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Nophie dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya.

Nophie sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.Terus bagaimana caranya,” tanya Nophie menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.Partodi lalu menjelaskan pada Nophie bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.Kita masih punya kaki yang bebas bu.

Baca Juga : Cerita Sex Terbaru Pengalaman Cocok Tanam Dengan Mama Temanku

Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya mungkin akan berhasil, kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Nophie berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Nophie tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Nophie bila tertindih.Posisi Nophie sudah di atas tubuh Partodi.

Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Nophie menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.Nophie terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Nophie naik sampai bongkahan pantatnya terlihat.

Tapi tak apa, pikir Nophie, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Nophie.Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya, Partodi berbisik pada Nophie. Entah mengapa kata-kata goyang yang dibisikan Partodi membuat Nophie risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.

Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh

keduanya mulai mempengaruhi libido Nophie.Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan.., Nophie berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Nophie.

Pentongan Partodi Mulai Erepsi Setelah Bergesekan Beberapa Kali Dengan Tubuhku

Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Nophie.Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari, Partodi agak gugup dan malu menyadari Nophie mengetahui penisnya mulai bangun.Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya.., kata Nophie. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Nophie juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.

Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.Nophie kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.Bagian perut Nophie sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Nophie berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,” suara Partodi semakin parau.

Tubuh Nophie yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Nophie kini sudah diatas melewati ujung penisnya.Nophie setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Nophie justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.Enghhh..,” Nophie melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Nophie.

Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Nophie yang terhalang CD.Nophie terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang.

Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Nophie.Enghh.. ahhss.., Nophie mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Nophie merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih.

Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Nophie secara langsung, karena sisi CD Nophie yang membasah tergeser ke samping.Nophie berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Nophie tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.Nophie mulai putus asa.

Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.Konsentrasi Nophie gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Nophie.Ough..

Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Nophie. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Nophie.Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Nophie, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Nophie akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.” kata Nophie, wajahnya bersemu merah.

Tubuh dan wajah Nophie serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini.., jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,” kata Nophie dengan nafas berat.Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu.

Pentongan Partoji Mulai Menembus Lobang Kenikmatanku

Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,” Partodi polos ketakutan.nggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmmenghhmmmppahssstt banngghhahhhkksss,” Nophie mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar.

Penis Partodi dirasakan Nophie lebih besar dan padat dari penis Dermawansuaminya. Nophie merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas, Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Nophie.Iya bang.. hmmmpphh aahhssbanghhsss.. emmpphh.. ahssss,” Nophie berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Nophie tak mungkin menaikkan tubuhnya.Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss.. Nophie kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.

Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Nophie.

Nophie sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkkenghhhmm,” Nophie semakin mendesah, kini pinggul Nophie melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Nophie dan meremasi payudara Nophie.Emmphhhbanghhsss emmphhhhsss, Nophie semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.

Partodi meloloskan susu Nophie dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Nophie, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Nophie agar penisnya mengakses jauh vagina Nophie. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Nophie, tangannya menekan dan meremasi pantan Nophie membuat Nophie semakin mendesis.Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,” Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Nophie.

Ya pinggul Nophie sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Nophie.Akhh banghhsshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,” Nophie sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss.

Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Nophie tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.Iyaahh banghh.. terusinnn duluhhakhhsss.. ouhh…,” tangan Nophie yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Nophie semakin liar.Masih disatukan dengan ikatan di pinggang

Partodi membalik tubuh Nophie sehingga kini Nophie ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Nophie secara utuh. Cairan vagina Nophie menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.Nophie merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.

Oughh.. banghhhssakhhsss.. sayaahhh banhggakhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangghhsssouhhhggg…,” Nophie merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.Aghhahhhyehhbuhhhakhhsss uhhh…mmmpphhh..,” Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Nophie dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Nophie sambil bibirnya langsung melumat bibir Nophie.

Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu.

Saya hilaf engg..,Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf.., Nophie memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Nophie mencari Dermawansuaminya yang terikat di lantai dua. Nophie menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Dermawandari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya.(Tamat)Sampai disini dulu kisah cerita panas pilihan yang cukup singkat ini.